Translate

IFFC mengundang anda bergabung dan ikut serta dalam pengembangan dari site ini, dalam prosesnya banyak kemungkinan yang bisa terjadi. hal ini tak terlepas dari kunjungan, komentar dan saran dari anda semua yang sangat kami harapkan. dengan kerja keras diharapkan nantinya akan menjadi salah satu site terlengkap yang menghadirkan berbagai artikel, kiat-kiat, saran dan info terkini mengenai frehwater fish.

Saya mengapresiasi kunjungan anda dan sangat menghargai junker yang selalu meninggalkan jejak bukan seorang silent rider yang cuman jadi tukang intip. Hargailah hasil karya blogger dalam pengadaan thread dengan meninggalkan jejak walau hanya beberapa patah kata.

klik sharing --> mempromosikan site
klik fans page --> berlangganan kiriman via FB
klik
join this site --> terkait dengan IFFC

Tampilkan postingan dengan label Accecories. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Accecories. Tampilkan semua postingan

Jumat, 29 Agustus 2014

Penyakit Velvet (Part - I)

Oodinium merupakan jenis flagellata yang masuk kategori protozoa, tetapi beberapa sumber mengatakan bahwa Oodinium ini masuk kategori algae karena memiliki klorofil. Oodinium merupakan salah satu parasit yang sering menyerang ikan apabila kualitas air jelek. Kondisi ikan yang sedang stres juga dapat memicu timbulnya penyakit ini. Oodinium dapat menyerang ikan air tawar maupun laut, dimana untuk air tawar disebabkan oleh Oodinium pilularis atau Oodinium imneticum dan untuk air laut disebabkan oleh Oodinium ocellatum

Oodinium akan mencari ikan sebagai inang dengan segera, karena Oodinium akan mati dalam waktu 24 jam jika tidak menemukan inangnya. Oodinium akan menempel pada ikan dengan menggunakan flagellum yang kemudian akan membentuk batang (kaki) penghisap yang masuk ke dalam kulit dan selaput lendir pada insang ikan. Batang (kaki) penghisap ini akan merusak sel-sel disekitarnya dan menghisap nutrisi pada daging ikan (inang) sebagai makanannya.

Setelah makan dan berukuran dewasa, Oodinium akan melepaskan diri dari inangnya dan berenang bebas di air, kemudian Oodinium akan membelah menjadi lusinan sel baru yang siap mencari inang-inang yang baru.

Jika kurang atau tidak diperhatikan ikan akan diketahui terserang penyakit ini pada keadaan sudah parah atau bahkan pada saat sudah mati.

1. Ikan menggosok-gosokan tubuhnya ke benda-benda keras yang ada di akuarium seperti pasir dasar (gravel), kayu, filter internal, dll.
2. Ikan terlihat lesu dan lemah.
3. Nafsu makan ikan berkurang.
4. Kehilangan berat tubuh.
5. Pernafasan menjadi cepat, terlihat ikan berusaha keras untuk bernafas, pergerakan insang makin cepat.
6. Sirip menutup ke tubuh.
7. Warna bintik putih kekuningan pada kulit (bagian tubuh) ikan atau terlihat seperti karat pada ikan.
8. Pada tahapan yang lebih lanjut kulit (sisik) akan copot.

Kehadiran penyakit ini pada awalnya sulit terdeteksi, pada tahapan awal yang perlu dicermati adalah kebiasaan ikan yang menggosok-gosokan tubuhnya ke benda-benda keras disekitarnya. Biasanya penyakit ini lebih sering ditemui pada sirip dan insang ikan. Untuk pendeteksian lebih lanjut dapat dilakukan dengan menyorotkan senter pada ikan, kondisi ruang harus gelap. Cermati apakah ada kumpulan bintik putih kekuningan (menyerupai debu, bedak, tepung) pada kulit, sirip dan insang ikan tersebut

Oodinium akan menyerang segala jenis ikan, bahkan anak ikan yang baru berumur beberapa hari. Biasanya yang terserang penyakit ini dari ikan jenis Discus, anabantoids, danios, goldfish, dan killifish.

1. Tingkatkan suhu atau temperatur air, minimal 82F atau sekitar 28C.
2. Nyalakan lampu akuarium untuk beberapa hari.
3. Tambahkan garam akuarium, yang secara tidak langsung dapat membantu pernafasan ikan.
4. Rawat dengan tambahan obat (cupric sulphate) untuk penyakit Velvet (Oodinium), dimana target utamanya adalah sel-sel Oodinium yang berenang dalam air.
5. Hentikan penggunaan carbon filter selama perawatan.
6. Selalu menjaga kualitas dan kondisi air.
7. Hindari melakukan tindakan yang membuat ikan stres, seperti perubahan suhu secara mendadak, mengganti air secara keseluruhan, dll.
8. Berikan makanan yang cukup (tidak berlebih) dan bernutrisi pada ikan.



Gejala :Oodinium akan menyerang segala jenis ikan, bahkan anak ikan yang baru berumur beberapa hari. Biasanya yang terserang penyakit ini dari ikan jenis anabantoids, danios, goldfish, dan killifish.

Perawatan :
Ikan dari jenis catfish dan bottom feeder lainnya sangat sensitive terhadap obat-obatan untuk penyakit Velvet (Oodinium) – mengandung cupric sulphate, oleh karena itu gunakan sesuai dosis yang benar, sebaiknya digunakan pada akuarium karantina, dan apabila kesulitan untuk memindahkan ikan jenis catfish / bottom feeder tersebut dan atau untuk perawatan akuarium dapat dilakukan dengan mengurangi dosis dan menambah jadwal pemberian obat dengan selalu memantau kondisi ikan dari jenis catfish / bottom feeder tersebut.
Lakukan perawatan terhadap ikan yang terjangkit sedini mungkin, karena penyakit ini cepat sekali menular dan biasanya lambat terdeteksi.Pencegahan :

Biasanya Jika ikan terkena velvet, ikannya akan berwarna gelap/hitam, sirip fin-nya menguncup, ikan cenderung suka menggesekkan tubuhnya ke benda di sekitarnya dan biasanya ngumpul di sudut/mojok.

Cara Pengobatan:
1. Karantina discus yang apabila dikhawatirkan terkena velvet
2. Masukkan chlorampenicol 1,5 gram+ Acriflavine 20 ml + 1-2 garam ikan ke dalam tank berisi kurang lebih 100 liter untuk karantina.
3. Pasang aerator dengan bukaan besar.
4. Pasang heater > 30 C.
5. Kalau airnya keruh dikemudian hari, lakukan penyifonan. Tambahkan larutan sama seperti sebelumnya. Lakukan seterusnya sampai discus terlihat sehat (biasanya 1 minggu).
6. Berikan pakan sedikit mungkin (puasa).

Kamis, 17 Juli 2014

Pembiusan (Anestesi) Ikan dengan Menggunakan Minyak Cengkeh


Ada begitu banyak pengobatan yang dapat dilakukan oleh para hobies, hal ini bertujuan untuk penyembuhan atau membuat ikan agar tampak lebih indah. Salah satu langkah awal yang perlu diperhatikan dan perhitungan yang matang adalah pembiusan.

Pembiusan dapat dilakukan dengan Obat bius kiia yang dijual dipasaran, tapi ada juga alternatif pembiusan yang dapat dilakukan oleh hobies.
Pentingnya pembiusan adalah dikarenakan selain dapat menyebabkan gagalnya pembiusan dan mengakibatkan kematian. selain bertujuan untuk karantina dan mobilisasi, pembiusan juga diperlukan sebagai bagian dari operasi kelainan, penyakit maupun keinginan dari para hobies untuk memperoleh penampilan ikan agar lebih indah dan komersial.


Pembiusan terhadap ikan dengan menggunakan minyak cengkeh banyak dinilai lebih mudah dikarenakan cengkeh berharga lebih murah (dibandingkan dengan obat kimia), mudah untuk didapatkan serta hasilnya yang lebih efektif.

Kelebihan lain dari pembiusan dengan minyak cengkeh adalah bahwa setelah mengalami pembiusan, ikan akan tetap berlendir dan tidak kehilangan nafsu makan.
Pembiusan terhadap ikan dilakukan untuk berbagai macam tujuan seperti proses implantasi hormon, relokasi ikan, penimbangan ikan maupun proses seleksi indukan.


DOSIS MINYAK CENGKEH
1. Dosis tepat guna untuk proses pembiusan dengan menggunakan minyak cengkeh adalah sebesar 1 – 5 cc / 10 liter air.
2. Dengan dosis seperti itu, ikan akan pingsan dalam kurun waktu 15 menit setelah dibius dan baru akan sadar 9 menit kemudian.
3. Dosis yang diberikan jangan sampai melebihi 10 cc / 10 liter air karena dapat menyebabkan ikan mati.

CARA PENGGUNAAN
1. Bila jumlah ikan yang akan dibius sedikit : pembiusan dilakukan didalam ember yang telah diberi air. Ikan ditangkap dan dimasukkan satu per satu ke dalam ember untuk selanjutnya minyak cengkeh disemprotkan.
2. Bila jumlah ikan yang akan dibius banyak : pembiusan dilakukan didalam kolam yang airnya telah disusutkan hingga volume tertentu. Jumlah minyak cengkeh yang dilarutkan harus berdasarkan volume air yang tersisa.
3. Tanda bahwa ikan telah berhasil terbius adalah ikan tidak bergerak dan begitu pula dengan siripnya.
4. Ikan dapat dibuat sadar dengan cara dialiri air segar yang sudah diaerasi.

Sumber:www.infoagrobisnis.com

Selasa, 08 Juli 2014

Kecoa Madagascar (hissing cockroach) sebagai Pakan Arowana


Tentu sahabat semua pernah membaca berbagai artikel mengenai pakan, kegunaan serta metode pemberian pakan yang baik dan benar agar hewan peliharaan yang tergolong mahal harganya ini cepat besar dan segera mengeluarkan warna baik itu ring outer maupun base nya sendiri sesuai dengan kriteria arowana yang dibeli untuk dibesarkan.

Kecoa disebut sebagai pakan alternatif yang terbilang sangat mudah didapat karena memang kecoa merupakan salah satu hewan selain tikus yang dapat ditemukan dimana saja di belahan bumi manapun. Namun apakah semudah itu menemukan pakan yang baik untuk arowana, karena selain kotor dan mengandung cacing-cacing yang bersarang diperutnya disinyalir kecoa biasa yang kita temui kurang memiliki nutrisi dan protein yang diperlukan dalam pertumbuhan seekor arowana.


Beberapa tahun belakangan dalam salah satu acara reality show luar negeri berjudul 'fear factor' beberapa ratus bahkan ribuan kecoa digunakan sebagai tantangan untuk dikonsumsi oleh manusia. Tentu banyak pertanyaan menarik mengenai manfaat serta resiko mengkonsumsi kecoa tersebut, setelah diketahui mereka adalah Kecoa Madagaskar / Hissing Cockroach (Gromphadorhina Portentosa).

Satu Family dengan Kecoa rumahan, kecoa madagaskar memiliki tubuh yang cenderung lebih besar bahkan mencapai ukuran 8 cm untuk kecoa yang berjenis kelamin jantan. Dengan warna coklat hingga kehitaman, kecoa madagaskar memiliki kadar protein tinggi, 3 kali lebih besar dari kecoa biasa dan 2 kali lebih besar dari jangkrik. Kecoa Madagaskar juga memiliki zat kitin pada cangkang kulit keras berminyaknya (exoskeleton) sehingga dapat mempercepat keluarnya warna pada arwana seperti halnya udang dan kelabang.


Untuk Kecoa Madagaskar berjenis kelamin jantan memiliki sepasang antena kecil dibagian mulutnya dengan ukuran relatif lebih besar dari betina yang hanya dapat mencapai ukuran 5 cm. Kecoa yang satu ini tidak hanya dapat dikonsumsi oleh predator air (arowana) saja, tetapi louhan, anjing, kalajengking, beberapa jenis ular dan beberapa jenis reptil.



Kecoa Madagaskar yang merupakan berasal dari genus Gromphadorhina ini sering digunakan para hobies untuk pengganti menu diet apabila arowana mengalami mogok makan, sehingga sudah banyak dikembangkan peternakan rumahan atau dengan skala besar di Indonesia belakangan ini supaya terjamin kesehatan dan kebersihan dari hewan jenis insekta yang satu ini.
Karena harga yang tergolong mahal, banyak juga hobies mencoba memelihara indukan Kecoa Madagaskar dengan media yang cukup mudah, pakan serta hasil yang cukup memuaskan.

Sabtu, 28 Juni 2014

Background Aquarium untuk Arowana



Background / Latar Belakang Aquarium merupakan salah satu trik yang digunakan para hobies untuk menampilkan keunggulan serta kelebihan dari masing-masing arowana yang mereka miliki. Warna pada Background menegaskan serta memberikan tampilan dominan kepada arowana sehingga pada sudut tertentu (terutama bagian front) seekor arowana akan terlihat anggun dan berkilauan tanpa menyilaukan mata. BG juga dapat digunakan untuk mengadopsi kondisi habitat asli dari arowana sehingga juga dapat menciptakan kenyamanan dan menjauhkan peliharaan kita dari 'impact' stress yang seringkali mengganggu pola makan arowana yang sudah diatur sedemikian rupa. 





Begitu banyak pendapat serta pengalaman yang diungkapkan beberapa sumber jelas belum tentu bisa diterima begitu saja, segalanya kembali lagi kepada kita sebagai pemiliknya. Tak banyak kreasi serta selera dari masing-masing hobies dalam memberikan sentuhan menuai berbagai pujian serta hasil yang juga positif.
Setiap arowana akan dominan meneruskan sifat / genetif yang diturunkan oleh induknya sendiri sehingga bagaimanapun juga proses seperti apapun seperti tanning, pakan dan pemberian latar tertentu hanya bersifat mempercepat keluarnya warna inner/outer rings, mempercantik penampilan aro serta tank, atau juga memberikan kesan luas serta sejuk dalam tank itu sendiri.





Dipercaya BG juga digunakan para seller untuk menarik serta memberikan kesan tertentu terhadap arowana yang hendak dijualnya sehingga banyak yang memberikan label KW.1 atau Grade A serta istilah-istilah lain yang masih diragukan kebenarannya. seperti diambil dari berbagai sumber warna BG dapat menggunakan latar belakang berupa gambar, stiker, poster, plastik, kaca film, cat dan lain-lain. Sebagian besar hobbies percaya menggunakan warna latar sesuai jenis arowana yang dipelihara, misalnya :

a. Arowana Super Red  (Scleropages Legendrei) = hitam
b. Malaysian Golden (X-Back, Cross Back Golden) = hitam
c. Golden Red (Red Tail Golden) = biru / putih>
d. Bandjar Red = biru / putih
e. Silver = hitam / biru




Warna Background berdasarkan umur / ukuran :
1. Juvenil Golden Arowana = Putih, namun setelah dewasa (ukuran lebih dari 30 cm) gunakan Background Biru atau Hitam.

2. Juvenil Blue Base Arowana = warna gelap (seperti coklat, hitam, dll).

Selain Background dengan warna polos, juga tidak dilarang memberikan berbagai variasi warna serta lukisan serta gambar tertentu yang pastinya dapat juga memberi kesan elegan dan mewah atau kesan klasik yang tidak dapat dipertegas dengan BG polos atau banyak juga para hobies yang tidak menggunakan BG guna memperoleh sinar matahari langsung atau juga untuk tank yang menampilkan view depan belakang.

Jumat, 11 April 2014

Prinsip Kerja Air Terjun Pasir untuk Aquascape

Air terjun dengan menggunakan pasir silika dalam sebuah aquascape seolah menghipnotis setiap mata yang memandangnya, nuansa putih seolah menggambarkan kondisi alam nyata. Namun banyak diantara kita tidak tau dasar pembuatan air terjun tersebut terbilang sangat mudah dan dapat diaplikasikan menggunakan bahan-bahan sederhana serta modifikasi kita masing2.


Selain dapat membeli item air terjun yang siap pakai, ada juga dijual elemen pabrikasi yang dapat digunakan sesuai dengan selera dan kreatifitas kita dalam mengembangkannya. 


Adapun Bahan-bahan
yang perlu dipersiapkan adalah :
1. Aerator / Mesin angin.
2. Pipa dia 1/2" atau lebih besar.
3. Elbow / Sambungan pipa Siku sesuai dengan ukuran pipa yang digunakan.
4. Slang Aerator +/- 2 meter.
5. Batu Gelembung.
6. Pasir Silika / Kuarsa.

Gambar 1. Penggunaan Material fabrikasi yang dijual dipasaran mudah dan praktis.

Gambar 1a. Aplikasi Penggunaan material fabrikasi yang efisien terhadap waktu pembuatannya.
gambar 2. penggunaan material biasa selain mengurangi biaya, juga dapat dimodifikasi sesuai selera.

Langkah kerja :
1. Bagi Pipa menjadi 2 bagian, bagian pertama sepanjang 10 cm (horizontal) dan bagian yang kedua 30 cm (vertikal).
2. Lubangi Elbow sesuai ukuran slang yang akan dilewatkan. sehingga slang tegak lurus karena belokan dan bengkok mengurangi kekuatan gelembung udara yang dihasilkan aerator dan pasir tidak terangkat dengan maksimal.
3. Potong Bagian bawah pipa vertikal seperti gambar 3. yang gunanya sebagai celah penyedot pasir dari bak pasir yang disiapkan.

gambar 3. lubang pada elbow dan pipa vertikal sebagai celah penyedot pasir dari bak pengumpul pasir.

4. Rangkai Pipa sepertigambar 4

Gambar 4. Posisi pemasangan berbagai item untuk menghasilkan air terjun sebelum dimasukkan kedalam tank.

5.  Sediakan kotak penampungan pasir pada bagian terbawah pipa sehingga pasir tidak meluber kemana-mana dan akan terkumpul kembali setelah jatuh dari ketinggian.
6. Selain dapat dipasang sesuai dengan gambar, air terjun dapat dikombinasikan dengan menggunakan bebatuan dan bahan lain sehingga menimbulkan kesan alami dibanding peralatan seperti digambar.
Gambar 5. Setelah semua terpasang maka air terjun sudah dapat digunakan dengan atau tanpa modifikasi lainnya.
Selamat mencoba kepada semua rekan, dan silakan tinggalkan komentar anda.



Jumat, 21 Maret 2014

Bak Over Flow

Dalam Ilmu Hidrologi dan Hidrolika ada berbagai konsep yang bisa diaplikasikan dengan pembuatan kolam, tank dan aquarium, salah satunya adalah konsep bejana berhubungan. salah satu fungsi dari penerapan teori ini pada kolam, tank dan aquarium adalah menjaga ketinggian air, menyamakan ketinggian air beberapa aquarium, tank dan kolam ( 2, 3  atau lebih ) serta mencegah terjadinya limpasan / luapan air akibat tersumbat atau tidak berfungsinya salah satu outlet / filter dalam proses penyaringan air atau lebih dikenal dengan Over Flow.

gambar 1. Bejana Berhubungan.

Over Flow sangat mudah dalam pembuatannya, tapi dengan manfaat yang sangat besar karena jika permukaan air tidak terjaga akan dapat memungkinkan ikan peliharaan kita akan lepas dari bak, kolam, tank dan aquarium.

gambar 2. Aplikasi Syphon pada Over Flow Box


Dalam dunia ikan hias teori over flow bukan hal yang baru dan sulit untuk dibuat, dapat berupa bak limpasan (bak over flow) untuk kolam, syphon pipe dan Over Flow Box untuk aquarium.


gambar 3. Over Flow Box
gambar 4. Siphon-fed overflow made from 3/4

Mekanisme kerja sebuah bak over flow berdasarkan prinsip bejana berhubungan ditunjukkan pada Gambar 2.  Akuarium mendapat pasokan air dari sump (filter) dengan bantuan sebuah pompa, sehingga dengan waktu, permukaan air akuarium akan meningkat.  Peningkatan air akuarium ini akan dibatasi oleh tinggi bak averflow (bak 1). Sehingga apabila melebihi ketinggian tersebut, air akan jatuh ke bak 1. Meningkatnya ketinggian air di bak 1 akan diikuti oleh naiknya permukaan air di bak 2, akan tetapi kenaikkan ini dibatasi oleh tinggi pipa outlet di bak 2 sehingga air tumpah melalui pipa outlet menuju sump atau filter.  Dan begitu seterusnya sehingga terjadi sirkulasi air secara terus menerus. 
 
gambar 5. Beberapa alternatif outlet
Suatu hal kritis yang perlu diperhatikan dalam sistem ini adalah jangan sampai ada udara terjebak di pipa T (penghubung bak 1 dan 2).  Apabila sampai ada udara terjebak disana maka sistem akan gagal berfungsi dan akuarium bisa banjir.  Oleh karena itu,  sebaiknya pipa T dibuat dari bahan transparan untuk dapat mengontrol ada tidaknya udara yang terjebak.

gambar 6. sistem kerja Over Flow


gambar 7. Over Flow System





Disain bak overflow bisa dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan, sebagai contoh bak 1 pada pada Gambar 3,  bisa dibuat  sama tinggi,  atau berbagai modifikasi lainnya seperti pada Gambar 5.  Perlu diperhatikan bahwa ujung dari kedua ujung  pipa T harus selalu terendam air, agar udara tidak sampai masuk kedalam pipa.  Hal ini dapat diatur dengan memposisikan tinggi pipa outlet bak 2 selalu lebih tinggi  dari ujung-ujung pipa T. 
Untuk membebaskan udara dari pipa T bisa dipasang sebuah "keran" udara pada bagian atas pipa, sehingga udara terjebak bisa dikeluarkan dari sana dengan bantuan sebuah pompa penghisap.  Selain itu kehadiran keran ini juga akan mempermudah inisiasi keterhubungan bak 1dan 2. Kalau tidak maka hal tersebut harus dilakukan dengan cara penyifonan.
Outlet dari bak 2 ke sump dapat pula dilakukan dengan berbagai cara, yaitu seperti pada Gambar 2, melalui dasar bak 2. Atau seperti pada Gambar 5. Pemilihan ini sepenuhnya tergantung pada kebutuhan dan selera.

gambar 8. Aquarium Over Flow Principal System


gambar 9. Over Flow Mini Machine
gambar 10. Modifikasi Over Flow untuk Aquarium

gambar 11. Modern Over Flow









 

Rabu, 12 Februari 2014

Mengatur pH Air Aquarium


Dalam memelihara ikan dalam akuarium, tank ataupun kolam sering kita mendengan istilah pH, tapi kebanyakan kita hanya mengenal secara garis besar kegunaan dari mengkondisikan pH itu sendiri. Pada habitat ikan air tawar pH merupakan rentang dimana ikan bisa hidup sesuai dengan lingkungan dimana ikan itu sendiri hidup, sungai, danau atau paya/rawa. sehingga dengan mengetahuinya secara detail kita bisa saja membuat air dalam akuarium sesuai dengan kondisi habitat ikan yang akan kita pelihara.


pH adalah suatu ukuran keasaman air atau benda lainnya yang mempunyai kisaran dari 1-14. Angka 7,0 atau pH 7,0 menunjukkan bahwa benda tersebut memiliki sifat netral dimana tidak asam dan tidak basa, contohnya adalah air murni. Jika pH kurang dari 7,0, maka benda tersebut tergolong asam dan jika lebih dari 7,0 maka benda tersebut tergolong basa. Untuk mengetahui atau mengukur pH dapat dilakukan dengan alat yang di sebut dengan pH meter, pH meter sendiri saat ini sudah banyak banyak di jual di toko akuarium.


Ikan merupakan jenis mahluk hidup yang dapat hidup dalam kondisi derajat keasaman netral yaitu berkisar antara 6,0 sampai 7,5. Namun jika pH air dalam akuarium kita lebih atau kurang dari itu, bagaimana kita mengaturnya. Dalam beberapa pekerjaan pengaturan pH dapat menggunakan natrium fosfat untuk menjaga pH dalam kondisi basa. 


Namun zat ini sungguh sangat berbahaya bagi ikan karena akan meracuni ikan. Saat ini sudah ada beberapa produk di toko ikan yang khusus untuk menjaga kondisi air agar pH tetap normal, tapi untuk penggunaannya harus memperhatikan petunjuk penggunaanya agar tidak melebihi dosis yang di anjurkan. Penggunaan produk ini sebenarnya sangat riskan karena akan merubah kondisi pH air dalam akuarium anda secara cepat, dimana perubahan kondisi pH yang cepat akan membuat ikan menjadi cepat stres. Berikut ini saya akan memberikan tips agar pH dapat stabil dikisaran 6,0 sampai 7,5 secara perlahan sehingga tidak membuat ikan menjadi stres.
  • Cuka, Injeksi CO2, Reverse Osmosis air, daun ketapang, Kayu/driftwood dan Gambut/peat, penggunaan kayu dan gambut yang diletakkan dalam akuarium maupun pada filter akan menurunkan pH secara perlahan.
  • Baking Soda (Calsium Carbonate), Limestone dan Hancuran Karang/Coral Chips, penggunaan baking soda dan hancuran karang yang diletakkan dalam akuarium maupun pada filter akan menaikkan pH secara perlahan.
Itulah beberapa tips yang biasa saya gunakan untuk menjaga kondisi pH air dalam akuarium saya agar tetap stabil, namun hal yang perlu diingat adalah pengecekan pH tiap minggu perlu dilakukan karena kondisi pH dalam akuarium selalu berubah-ubah dikarenakan aktivitas metabolisme ikan.

 

Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli Ikan Hias

Ada banyak pilihan ikan hias air tawar, udang, kura-kura ataupun katak yang tersedia dipasaran, namun tak mudah dalam menentukan ikan seperti apa yang akan kita pelihara nantinya. Sehingga sangan diperlukan berbagai pengetahuan dan panduan untuk menentukan langkah yang harus kita ambil dalam hal ini, oleh karena itu kita tidak akan pernah salah menyatukan berbagai ikan dalam satu akuarium, tank ataupun kolam.


Ada berbagai faktor yang mesti diperhatikan, diantaranya adalah :

1. Kesamaan Jenis.
Ikan yang sesama jenis pada umumnya akan akur dengan sesamanya selama persediaan makanan mencukupi dan kenyamanan dalam tank terjaga. hal itu juga berlaku untuk beberapa ikan predator seperti arwana, aligator, chyclids dan lain sebagainya disamping memperhatikan jumlah ikan yang disyaratkan untuk dipelihara dalam satu tank

2. Kesamaan Karakter.
Pada umumnya ikan yang berasal dari family yang sama mempunyai kesamaam karakter yang memudahkan kita dalam pemeliharaannya, selain meredam sifat agresif secara alamiah. semisal jenis barb atau rainbow.

3. Kesamaan Pakan.
Predator pada dasarnya akan sangat sulit disatukan dalam satu wadah dengan ikan hias lain yang mengkonsumsi pelet atau yang lainnya.

4. Kesamaan Ukuran.
Jangan sekali-kali memasukkan ikan yang berbeda ukuran dalam satu akuarium, karena selain adanya persaingan dalam pemberian pakan juga dapat menimbulkan sifat kanibalisme alam yang mungkin saja dapat terjadi.

5. Kesamaan Habitat.
Ada perbedaan karakter mendasar yang disebabkan oleh perbedaan lingkungan masing-masing ikan hias air tawar meski sudah dikembang biakkan dipenangkaran. seperti chyclids dari perairan afrika jauh lebih agresif dibanding chyclids amerika.

Selasa, 11 Februari 2014

Tips Memilih Ikan Hias



Untuk mendapatkan ikan hias yang berkualitas dan sesuai dengan keinginan, diperlukan pengetahuan dan teknik. Memilih ikan hias yang tepat dimulai dari pemilihan toko tempat membeli ikan, memilih ikan yang sehat, penempatan ikan pada akuarium, cara penggabungan antara satu ikan dengan ikan lain. Ikan yang bertipe agresif tidak baik jika terlalu banyak dalam satu akuarium, begitu juga penggabungan ikan dapat ditempatkan dalam satu akuarium dengan jenis sama atau berbeda.

Ini tipsnya :
a. Tempat pembelian ikan hias. Alangkah baiknya jika tempat beli ikan bisa diajak konsultasi, penjual ikan tidak hanya menjual, tetapi mengerti tentang jenis ikan hias, pakan, penyakit, dan cara penyembuhan, habitat, dan status konservasi dari ikan itu sendiri dengan begitu kita bisa bertanya lebih dalam tentang memilih ikan hias yang tepat dan ikut melestarikan alam dan menjaga berbagai satwa yang terancam punah.

b. Kondisi ikan. Perhatikan ikan yang akan dibeli, apakah aktif berenang atau terlihat loyo, tak bersemangat. Pilihlah ikan yang aktif berenang, disamping itu perhatikan kebersihan toko, akuarium pajangan dan warna airnya.

c. Letakkan ikan sejenis pada satu akuarium, selain adanya kesamaan bentuk, pakan dan karakter dari masing-masing ikan itu sendiri, misal berbagai jenis mas koki, tetra, rainbow, predator, dll.

d. Jika menyukai ikan hias agresif, pastikan jumlahnya tidak terlalu banyak dalam satu akuarium tetapi lebih dari 3 atau 4 ekor dan pastikan pemberian pakan tidak sering terlambat.

e. Perhatikan kualitas air, ph, suhu dan kadar oksigen yang terkandung dalam air.

f. Penerangan terhadap ikan sebagai pengganti sinar Ultra Violet.

g. Lakukan pengendapan terhadap air yang baru, atau dilakukan sewaktu penggantian air dalam jumlah besar (lebih dari 50 %) hal ini dilakukan untuk menghindari ikan sulit beradaptasi dan kematian dalam jumlah banyak.

h. Tangkarkan ikan yang baru dibeli sebelum digabungkan dengan ikan yang sudah lama mendiami tank, akuarium, atau kolam. hal ini bertujuan untuk membebaskan penyakit yang dibawa ikan yang baru dibeli dari lingkungan yang tak kita ketahui.
Perbandingan ikan jantan dan betina yaitu, 1 jantan sebanding dengan 2-3 ikan betina.
Untuk membedakan ikan jantan dan betina, berikut adalah ciri-ciri umum :

Ciri Kelamin Primer. Yaitu ciri yang berhubungan langsung dengan reproduksi. Organ yang berhubungan langsung dengan ciri ini adalah gonat dan salurannya. Gonad pada betina adalah ovarium dan salurannya sedangkan pada jantan gonadnya disebut testis dan vas de fern.

Ciri kelamin sekunder. Yaitu ciri yang tidak berhubungan langsung dengan reproduksi tetapi bisa digunakan untuk membedakan antara jantan dengan betina. Ciri sekunder sering dikelompokan sebagai ciri sekunder dimorfisme dan ciri sekunder dikromatisme.

Ciri sekunder dimorfisme. Yaitu adalah ciri sekunder berdasarkan morfologi seperti gerigi pada sirip, perbandingan ukuran tubuh, nonong dll.

Ciri sekunder dikromatisme. Yaitu ciri sekunder yang berdasarkan pada corak atau warna ikan misalnya warna ikan jantan yang berwarna warni sedangkan ikan betinanya berwarna kusam.

Selasa, 31 Desember 2013

Cegah Ikan Hias yang baru dibeli Mati






Setiap Penggemar Ikan Hias pasti pernah mengalami hal ini, Ikan hias yang baru dibeli mati saat dimasukkan ke dalam akuarium berisi air baru. Adapun penyebabnya adalah kadar klorin air yang cukup tinggi membuat ikan tak sempat beradaptasi. 

Untuk menghindari kejadian tersebut, bubuhkan 2–3 butir per liter air natriumtiosulfat ke dalam akuarium untuk menjerat klorin. Bersamaan dengan perlakuan tersebut areasi air akuarium memakai aerator selama kurang lebih satu jam. Dengan kombinasi perlakuan tersebut ikan hias baru yang sensitif seperti discus dan ramarezi misalnya, dapat panjang umur di air baru. 

Untuk Jenis Arwana pastikan air aquarium tidak mengandung beberapa zat yang membahayakan terhadap ikan, usahakan air yang digunakan adalah air yang sudah diendapkan kurang lebih 24 jam dengan campuran garam ikan, sehingga tidak didapati lagi kandungan seperti kaporit, nitrat, nitrit, dan lain sebagainya setelah air dipindahkan ke aquarium. Ikan arwana tidak langsung dimasukkan kedalam aquarium secara mendadak, hidupkan pompa dengan arus maksimal dengan aerator sehingga dapat meningkatkan kadar oksigen dalam air. Masukkan Ikan bersama Kantong Plastiknya tanpa membuka ikatannya sehingga suhu air dalam kantong plastik akan sama dengan suhu air dalam aquarium, setelah kira-kira beberapa puluh menit buka ikatan secara perlahan tanpa membuat pergerakan mendadak yang bisa menyebabkan ikan stress karena karakter arwana yang sangat sensitif terhadap kualitas air, perubahan lingkungan / aquarium baru, gerakan-gerakan mendadak yang mengejutkan ikan arwana.

Untuk Ikan Koi juga harus dilakukan pensterilan di kolam karantina agar terbebas dari penyakit bawaan, perubahan kualitas warna yang disebabkan perjalanan jauh serta kesulitan adaptasi.

Berbagai upaya di atas dilakukan dengan tujuan agar resiko kematian ikan peliharaan yang akan kita pelihara dapa diminimalisir dengan baik.

Senin, 28 Oktober 2013

Ditemukan Udang Beracun Pertama di Dunia



Speleonectes tulumensis, nama ilmiah dari seekor krustasea diyakini sebagai hewan yang memiliki racun untuk berburu. Krustasea meliputi hewan air yang berkulit keras, termasuk kepiting serta udang.

Dilansir Nature, Rabu (23/10/2013), hewan ini pernah dideskirpsikan tiga dekade lalu. Tersebar di seluruh Meksiko dan Amerika Tengah, hewan ini hidup pada habitatnya, di mana air terhubung dengan jaringan gua bawah tanah.

Menurut kepercayaan kuno suku Maya, jaringan gua bawah tanah tersebut merupakan pintu gerbang ke neraka. Ahli biologi menemukan bahwa kolam dengan jaringan gua bawah tanah itu merupakan rumah bagi makhluk hidup, yakni krustasea berbisa pertama di dunia.

Speleonectes tulumensis yang masuk dalam kelas remipedia (krustasea buta) pertama dijelaskan pada 1981. Meneliti hewan ini sulit, karena habitat alami mereka berada di jaringan gua labirin yang sulit ditelusuri oleh para penyelam .

Ahli biologi  Björn von Reumont dan Ronald Jenner dari Natural History Museum di London menemukan spesies krustasea tersebut. Penelitian di 2007 menunjukkan struktur pada hewan dengan cakar yang menyerupai jarum suntik.

Ini memicu spekulasi awal bahwa cakar tersebut merupakan racun yang ditujukan untuk melumpuhkan mangsa. Penelitian lanjutan mengonfirmasi bahwa struktur jarum dikelilingi oleh otot yang dapat memompa cairan racun.

Jumat, 20 September 2013

Ikan Guppy jadi Ayah Setelah 10 Bulan Mati



Ikan Guppy jantan akan menjadi Ayah setelah setidaknya 10 bulan setelah mereka mati. Tim peneliti menjelaskan bahwa setelah terjadi perkawinan, Guppy betina bisa memilih apakah ingin dibuahi sekarang atau nanti.

Jika Guppy betina memutuskan untuk menunda kepemilikan anak sementara waktu, maka gamet (sel tempat pembentukan organism baru) disimpan dalam tubuh Guppy jantan. Sehingga, ikan Guppy jantan memiliki peranan yang sangat penting yakni menjaga telur yang akan digunakan untuk proses pembuahannya kelak agar tetap hidup.

Dikutip Softpedia, Senin (17/6/2013), ikan Guppy betina seringkali menunda kepemilikan anak sampai menemukan habitat baru yang dirasa aman untuk memproduksi generasi penerusnya. Rupanya, hal ini dilakukan untuk menghasilkan keragaman genetik.

Wikipedia menjelaskan, Ikan Guppy (Poecilia reticulate) merupakan salah satu spesies ikan hias air tawar yang paling populer di dunia. Ikan ini dapat dengan mudah menyesuaikan diri di berbagai habitat air.

Alih-alih bertelur, ikan gupi mengandung dan melahirkan anaknya (livebearers). Setelah ikan betina dibuahi, daerah berwarna gelap di sekitar anus yang dikenal sebagai ‘bercak kehamilan’ (gravid spot) akan meluas dan bertambah gelap warnanya.

Rabu, 18 September 2013

Ikan Mosquitofish Suka Bercinta Kilat Penuh Makna


Bagi sebagian manusia berhubungan intim (seks) bisa jadi hanya untuk bersenang-senang atau memenuhi kebutuhan biologis saja. Tetapi, tidak demikian bagi ikan Mosquitofish yang menjadikan itu sebagai masalah krusial karena menyangkut keberlangsungan hidupnya.

Para ilmuwan dari North Carolina State University di Amerika Serikat (AS) mengemukakan bahwa genitalia (organ kelamin) ikan kecil itu telah berevolusi. Sehingga, berukuran kecil dan memungkinkan untuk melakukan seks dengan pasangannya secara kilat.

“Mosquitofish jantan dengan banyak predator cenderung akan memiliki gonopodia yang lebih kecil. Di mana, sirip analnya telah dimodofikasi menjadi organ intromittent pada ikan jantan untuk memungkinkan fertilisasi internal selama proses kopulasi (persetubuhan). Sehingga, memungkinkan untuk menghamili betina saat kawin,” kata peneliti Justa Heinen-Kay.

Disadur dari New Scientist, Minggu (15/9/2013), ia juga menambahkan, ukurannya yang kecil memungkinkan sperma yang dihasilkannya “berenang” lebih cepat. Sedangkan, ujung genitalnya yang kaku mampu meningkatkan akurasi sehingga membuat sesi bercinta spesies itu menjadi lebih produktif.

Wikipedia menjelaskan, Mosquitofish (Gambusia affinis) merupakan spesies ikan air tawar yang memiliki bentuk tubuh yang lebih kecil dibandingkan dengan ikan jenis lainnya. Secara keseluruhan tubuh perempuan memiliki panjang hanya 2,8 inci atau sekira 7 centimeter (cm), sementara panjang jantan 1,6 inci atau sekira 4 cm saja.

Nama “Mosquitofish” diberikan padanya karena pola makan ikan ini terkadang terdiri dari sejumlah larva nyamuk. Seringnya, mereka mengonsumsi zooplankton, kumbang, lalat capung, lalat kadis, dan invertebrate kecil lainnya yang berukuran relati kecil.

Senin, 02 September 2013

Aquarium Berbentuk Telur di Aqua City Hong Kong

Berkunjung ke kota pelabuhan yang indah ini tidak lengkap kalau tidak menyambangi satu atraksi wisata yang memesona maritim terbaik dunia di Aqua city

Wahana wisata terbaru ini didesain untuk melengkapi kesempurnaan Ocean Park yang diharapkan bisa menjadi taman hiburan bertema maritim terbaik di dunia.


Ocean Park pertama kali dibuka pada tahun 1977 dan selama hampir tiga dekade telah memberikan banyak kesenangan bagi masyarakat Hong Kong dan pengunjung lainnya dari luar negeri. Kehadiran Aqua City memberikan nuansa baru karena pengunjung akan disambut oleh sebuah media yang menampilkan informasi tentang pentingnya melestarikan satwa dan habitatnya.

Desain yang canggih, fasilitas yang fantastis, koleksi berbagai ikan langka dan makhluk laut yang riang berenang di salah satu akuarium terbesar di Asia, serta pintu masuk baru yang ikonik merupakan warna tambahan yang disisipkan oleh Aqua City untuk Ocean Park.

Sejak pertamakali direncanakan, Aqua City dirancang dengan falsafah yang mencerminkan usaha Ocean Park dalam mengintegrasikan konservasi, pendidikan dan hiburan melalui sinergi antara desain, presentasi dan pengalaman yang menyenangkan. Grand Aquarium adalah primadona di Aqua City.

Aquarium berbentuk telur ini akan menyala dengan cahaya biru-kobalt di malam hari, dan di dalamnya terdapat sekitar 5.000 hewan laut dari 400 spesies dan keajaiban air lainnya yang dapat diamati dengan leluasa oleh para pengunjung.





Salah satu kejutan lainnya adalah kehadiran restoran Neptunus yang tak hanya sekedar menawarkan sensasi pemandangan panorama dunia bawah laut, namun juga melengkapinya dengan peralatan makan yang dirancang khusus untuk menciptakan atmosfer taman bawah laut yang sesungguhnya.

Facebook Fans Page

Exit Jangan Lupa Like Ya