Translate

IFFC mengundang anda bergabung dan ikut serta dalam pengembangan dari site ini, dalam prosesnya banyak kemungkinan yang bisa terjadi. hal ini tak terlepas dari kunjungan, komentar dan saran dari anda semua yang sangat kami harapkan. dengan kerja keras diharapkan nantinya akan menjadi salah satu site terlengkap yang menghadirkan berbagai artikel, kiat-kiat, saran dan info terkini mengenai frehwater fish.

Saya mengapresiasi kunjungan anda dan sangat menghargai junker yang selalu meninggalkan jejak bukan seorang silent rider yang cuman jadi tukang intip. Hargailah hasil karya blogger dalam pengadaan thread dengan meninggalkan jejak walau hanya beberapa patah kata.

klik sharing --> mempromosikan site
klik fans page --> berlangganan kiriman via FB
klik
join this site --> terkait dengan IFFC

Tampilkan postingan dengan label Arwana. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Arwana. Tampilkan semua postingan

Minggu, 13 Juli 2014

Pentingnya Zat Kitin untuk Arowana.

Kitin adalah polimer berantai panjang dari asetilglukosamin-N, sebuah turunan dari glukosa (C6H12O6) dan polisakarida strukturyang tergolong homo-polisakarida linear yang tersusun atas residu pada rantai beta dan memiliki monomer berupa molekul dengan cabang yang mengandung Kitin murni mirip dengan kulit, namun akan mengeras ketika dilapisi dengan garam kalsium karbonat Kitin membentuk serat miripyang tidak dapat dicerna oleh vertebrata. Kitin (Chitin) sangat banyak terdapat di alam, seperti pada komponen utama pembentuk dinding sel pada jamur. Pada hewan, kitin dikenal sebagai Exosceleton pada kulit terluar dari hewan Arthropoda terutama pada :

1. Krustasea (udang, kepitig, lobster, dll).


2. Insecta (Kecoa, Jangkrik, Capung, dll).


3. Myriopoda (Lipan/kelabang, dll).



4. Arachnida (Laba-laba).


Dalam Budidaya ataupun memelihara arowana kita mengenal proses tanning atau yang lebih dikenal dengan mempercepat pembentukan warna pada sisik (base dan ring) pada arowana golden dan merah.Zat kitin yang terdapat pada Exoskeleton seperti pada udang, kelabang/lipan, kecoa, laba-laba dan lain sebagainya sangat menunjang pembentukan warna arowana yang pada dasarnya diturunkan dari gen indukan yang memberi sifat untuk suksesinya.

Mengapa proses tanning dan pemberian pakan ini perlu dilakukan dalam budidaya dan pemeliharaan arowana?
tentu sahabat semua tau, bahwa dihabitat aslinya arowana merupakan perenang permukaan yang secara kontiniu memperoleh sinar dan cahaya matahari langsung yang mengandung ultraviolet, dan jika kita memelihara arowana dalam sebuah aquarium maupun tank yang tidak mendapat sinar matahari langsung maka proses tanning dan rotasi pakan tentu saja sangat dibutuhkan oleh arowana.

Selasa, 08 Juli 2014

Kecoa Madagascar (hissing cockroach) sebagai Pakan Arowana


Tentu sahabat semua pernah membaca berbagai artikel mengenai pakan, kegunaan serta metode pemberian pakan yang baik dan benar agar hewan peliharaan yang tergolong mahal harganya ini cepat besar dan segera mengeluarkan warna baik itu ring outer maupun base nya sendiri sesuai dengan kriteria arowana yang dibeli untuk dibesarkan.

Kecoa disebut sebagai pakan alternatif yang terbilang sangat mudah didapat karena memang kecoa merupakan salah satu hewan selain tikus yang dapat ditemukan dimana saja di belahan bumi manapun. Namun apakah semudah itu menemukan pakan yang baik untuk arowana, karena selain kotor dan mengandung cacing-cacing yang bersarang diperutnya disinyalir kecoa biasa yang kita temui kurang memiliki nutrisi dan protein yang diperlukan dalam pertumbuhan seekor arowana.


Beberapa tahun belakangan dalam salah satu acara reality show luar negeri berjudul 'fear factor' beberapa ratus bahkan ribuan kecoa digunakan sebagai tantangan untuk dikonsumsi oleh manusia. Tentu banyak pertanyaan menarik mengenai manfaat serta resiko mengkonsumsi kecoa tersebut, setelah diketahui mereka adalah Kecoa Madagaskar / Hissing Cockroach (Gromphadorhina Portentosa).

Satu Family dengan Kecoa rumahan, kecoa madagaskar memiliki tubuh yang cenderung lebih besar bahkan mencapai ukuran 8 cm untuk kecoa yang berjenis kelamin jantan. Dengan warna coklat hingga kehitaman, kecoa madagaskar memiliki kadar protein tinggi, 3 kali lebih besar dari kecoa biasa dan 2 kali lebih besar dari jangkrik. Kecoa Madagaskar juga memiliki zat kitin pada cangkang kulit keras berminyaknya (exoskeleton) sehingga dapat mempercepat keluarnya warna pada arwana seperti halnya udang dan kelabang.


Untuk Kecoa Madagaskar berjenis kelamin jantan memiliki sepasang antena kecil dibagian mulutnya dengan ukuran relatif lebih besar dari betina yang hanya dapat mencapai ukuran 5 cm. Kecoa yang satu ini tidak hanya dapat dikonsumsi oleh predator air (arowana) saja, tetapi louhan, anjing, kalajengking, beberapa jenis ular dan beberapa jenis reptil.



Kecoa Madagaskar yang merupakan berasal dari genus Gromphadorhina ini sering digunakan para hobies untuk pengganti menu diet apabila arowana mengalami mogok makan, sehingga sudah banyak dikembangkan peternakan rumahan atau dengan skala besar di Indonesia belakangan ini supaya terjamin kesehatan dan kebersihan dari hewan jenis insekta yang satu ini.
Karena harga yang tergolong mahal, banyak juga hobies mencoba memelihara indukan Kecoa Madagaskar dengan media yang cukup mudah, pakan serta hasil yang cukup memuaskan.

Sabtu, 28 Juni 2014

Background Aquarium untuk Arowana



Background / Latar Belakang Aquarium merupakan salah satu trik yang digunakan para hobies untuk menampilkan keunggulan serta kelebihan dari masing-masing arowana yang mereka miliki. Warna pada Background menegaskan serta memberikan tampilan dominan kepada arowana sehingga pada sudut tertentu (terutama bagian front) seekor arowana akan terlihat anggun dan berkilauan tanpa menyilaukan mata. BG juga dapat digunakan untuk mengadopsi kondisi habitat asli dari arowana sehingga juga dapat menciptakan kenyamanan dan menjauhkan peliharaan kita dari 'impact' stress yang seringkali mengganggu pola makan arowana yang sudah diatur sedemikian rupa. 





Begitu banyak pendapat serta pengalaman yang diungkapkan beberapa sumber jelas belum tentu bisa diterima begitu saja, segalanya kembali lagi kepada kita sebagai pemiliknya. Tak banyak kreasi serta selera dari masing-masing hobies dalam memberikan sentuhan menuai berbagai pujian serta hasil yang juga positif.
Setiap arowana akan dominan meneruskan sifat / genetif yang diturunkan oleh induknya sendiri sehingga bagaimanapun juga proses seperti apapun seperti tanning, pakan dan pemberian latar tertentu hanya bersifat mempercepat keluarnya warna inner/outer rings, mempercantik penampilan aro serta tank, atau juga memberikan kesan luas serta sejuk dalam tank itu sendiri.





Dipercaya BG juga digunakan para seller untuk menarik serta memberikan kesan tertentu terhadap arowana yang hendak dijualnya sehingga banyak yang memberikan label KW.1 atau Grade A serta istilah-istilah lain yang masih diragukan kebenarannya. seperti diambil dari berbagai sumber warna BG dapat menggunakan latar belakang berupa gambar, stiker, poster, plastik, kaca film, cat dan lain-lain. Sebagian besar hobbies percaya menggunakan warna latar sesuai jenis arowana yang dipelihara, misalnya :

a. Arowana Super Red  (Scleropages Legendrei) = hitam
b. Malaysian Golden (X-Back, Cross Back Golden) = hitam
c. Golden Red (Red Tail Golden) = biru / putih>
d. Bandjar Red = biru / putih
e. Silver = hitam / biru




Warna Background berdasarkan umur / ukuran :
1. Juvenil Golden Arowana = Putih, namun setelah dewasa (ukuran lebih dari 30 cm) gunakan Background Biru atau Hitam.

2. Juvenil Blue Base Arowana = warna gelap (seperti coklat, hitam, dll).

Selain Background dengan warna polos, juga tidak dilarang memberikan berbagai variasi warna serta lukisan serta gambar tertentu yang pastinya dapat juga memberi kesan elegan dan mewah atau kesan klasik yang tidak dapat dipertegas dengan BG polos atau banyak juga para hobies yang tidak menggunakan BG guna memperoleh sinar matahari langsung atau juga untuk tank yang menampilkan view depan belakang.

Senin, 21 April 2014

Apakah Tanning itu Penting dalam Memelihara Arowana ?

Tentu banyak orang sependapat bahwa Ikan Arowana yang dijuluki sebagai ikan Naga ini merupakan salah satu ikan hias termahal yang pernah ada. Bahkan bukan hal baru untuk seekor indukan arwana super red dengan karakteristik tertentu dan unik dapat dihargai sangat tinggi, bahkan mencapai ratusan juta rupiah hingga milyaran rupiah.



Di habitat aslinya arwana tumbuh dengan berbagai kemungkinan mendapat sinar matahari langsung sepanjang hari, mendapati proses perburuan makanan dan seleksi alam yang memungkinkan berbagai hal bisa terjadi dari masa ke masa. Arowana akan mengalami kematangan akan segala sesuatunya setelah mencapai usia kurang lebih 4 tahun dengan ukuran lebih dari 35 cm, tentu saja apa yang berlaku di habitat aslinya tersebut tidak selalu kita dapatkan apabila memelihara seekor aro atau lebih dengan menggunakan tank atau aquarium. 


Salah satu proses yang coba penulis jelaskan kali ini adalah proses bagaimana mengganti proses pencahayaan dari sinar UV yang diperoleh dari matahari langsung yang sangat berguna untuk kematangan pigmen warna yang dimiliki berbagai varietas family osteoglassidae. Baik UV A dan UV B tersebut dapat diberikan dengan melakukan proses tanning pada arowana dengan menggunakan lampu yang memeiliki intensitas setara atau mendekati sinar UV.

Lampu PPL Set untuk Tanning

Penempatan Aquarium dengan sinar matahari langsung tentu tidak selalu bisa dilakukan, begitu pula dengan memastikan seekor aro dapat memperoleh sinar UV secara alami akan sangat menyulitkan kita apabila harus mengangkut tank berisi air dan aro. Apakah ada yang mau mengambil resiko stress dan kemungkinan lain yang berakibat buruk terhadap aro.

Lampu LED untuk Tanning Arwana

Penempatan Tanning di bagian depan Aquarium

Warna dari seekor arwana tidak akan jauh berbeda dengan gen yang diturunkan oleh induk nya sendiri, aro yg kaya akan gen merah, dengan hanya menggunakan lampu submerieble biasa juga dapat merah pada waktunya, ditanning hanya supaya mempercepat proses keluarnya warna saja, oleh karena itu arwana yg indukannya gak merah, mau di tanning 24 jam juga gak akan bisa merah,  maka dari itu ada baiknya bijaksana dalam adopsi anakan aro,

Dan proses penyinaran ini dikenal dengan istilah Tanning, yaitu memberikan paparan sinar pada ikan arowana selama beberapa jam per harinya. Sinar tersebut harus memiliki spectrum UV A & B dan juga nilai Kelvin (temperature warna) yang hampir setara dengan nilai Kelvin dari sinar matahari yaitu dikisaran 6.000K, serta panjang gelombang (wave length) dikisaran nilai 400nm sampai 600nm sehingga penanganan yang baik dan teratur dari lampu tanning ini akan membuat sel pigmen dari sisik-sisik arowana mengalami proses pigmentasi. Disamping itu juga diperlukan dukungan dari kualitas air dan pakan yang diberikan saat proses tanning.

Jika sebagian hobies menganggap tanning itu penting, tak ada dalih untuk mengatakan hal itu tidak penting. 

Wassalam.

Kamis, 27 Maret 2014

Tahap Pengisian Air Baru untuk Aquarium Arowana.

Berikut adalah cara yang perlu dilakukan dalam pengisian air baru untuk aquarium Arowana, 


Cara I:

1. Rendam akuarium dengan air dan garam ikan (satu genggam/20 gram per 100 lt air) selama 
    kurang lebih 12 jam (satu malam).
2. Buang air endapan tersebut dan ulangi satu kali lagi
3. Isi air akuarium dan beri aerasi (gelembung air) dengan bukaan maksimal.
4. Tambahkan garam ikan (satu genggam per 200 lt air).
5. Akuarium telah siap digunakan untuk Arowana dengan menempatkan aro dengan cara yang benar.


Cara II:

1. Rendam akuarium dengan air dan karbon aktif (1 kg karbon aktif/100 ltr air) selama satu malam
    (karbon aktif dimasukkan dalam kantong kemasan/kasa).



2. Buang air endapan semalam.
3. Keringkan akuarium.
4. Isi air akuarium yang telah diendapkan selama kurang lebih 12 jam dan ditambahkan garam ikan
    dan beri aerasi (gelembung air) dengan bukaan maksimal.
5. Tambahkan garam ikan / tanpa Iodium (satu genggam per 200 lt air).
6. Akuarium telah siap digunakan untuk masuk ikan baru.


Beberapa Tips untuk para Arolover :

* Aquarium yang digunakan sebaiknya sesuai dengan ukuran aro yang akan dipelihara ;
   - Semakin besar Aro maka aquarium yang digunakan semakin besar.
   - Semakin Banyak jumlah Aro yang dipelihara maka aquarium digunakan semakin besar.
   - Jika Aquarium yang digunakan kecil (panjang aquarium 2-4 panjang anakan aro) sebaiknya
     disiapkan aquarium lebih besar dengan perhitungan waktu pertumbuhan aro yang tergolong cepat.
* Karbon aktif yg telah terpakai untuk perendaman jangan dibuang.
* Karbon aktif dapat digunakan sebagai media filter di akuarium.
* Saat pengobatan ikan sakit karbon aktif sebaiknya diangkat dari filter.
* Jangan gunakan garam dapur / beryodium untuk perendaman.
*Akuarium baru jangan langsung diisi dengan ikan sebelum melalui proses perendaman terlebih 
  dahulu.
* Memasukkan Arowana kedalam Aquarium dilakukan sesuai dengan prosedur dan cara yang benar.


Rabu, 26 Maret 2014

Mata Berkabut (Cloudy Eye) pada Arowana


Mata berkabut atau "Cloudy Eye" ditandai dengan memutihnya selaput mata ikan arwana. Permukaan luar mata seperti dilapisi oleh lapisan tipis berwarna putih yang akan terlihat seperti lapisan kapas. Secara umum gejala ini di karenakan oleh kondisi kualitas air yang memburuk, utamanya sebagai akibat meningkatnya kadar amonia dalam air. Jika gejala mata berkabut terjadi, maka hal yang mesti dicurigai terlebih dahulu adalah kondisi air. Koreksi parameter air sampai sesuai dengan keperluan ikan arwana yang bersangkutan. Jika gejala ini terjadi sedangkan parameter air dalam keadaan normal, maka bisa jadi gejala ini disebabkan oleh hal lain.


Beberapa hal yang dapat memicu terjadinya mata berkabut adalah:
  1. Infeksi sekunder, menyusul terjadinya kerusakan fisik pada mata.
  2. Produksi lendir berlebihan, biasanya sebagai akibat reaksi terhadap infestasi protozoa parasit (penyakit selaput lendir kulit); kualitas air yang memburuk (amonia, nitrit, dan nitrat); nilai pH yang tidak sesuai; keracunan (klor/kloramin); atau akibat pemberian perilaku pengobatan yang tidak sesuai.
  3. Diplostomum (fluke pada mata). Dalam kasus ini bagian mata yang memutih adalah lensanya, bukan permukaan luar mata.
  4. Infeksti bakteri eksternal
  5. Kekurangan vitamin, khususnya vitamin A, B, dan C. Gejala mata berkabut bisa juga disertai dengan Exophtahlmia (Pop Eye/Mata menonjol), malaise, atau iritasi.
  6. Penyakit bawaan community tank yang baru dibeli dari pasaran baik berupa arwana sendiri ataupun ikan jenis lain.
Perawatan dan pemulihan mata berkabut hendaknya mengacu pada penyebab yang menimbulkannya. Oleh karena itu, carilah dan coba indentifikasi dengan seksama kemungkinan penyebabnya sebelum melakukan tindakan pemulihan.


Inti dari semua penyakit pada ikan arwana adalah buruknya kualitas air, kualitas akuarium dan kandang. jagalah kualitas air agar sesuai dengan yang dibutuhkan oleh ikan arwana mulai dari suhu, aerator, kandungan oksigen dan filtrasi. Sedangkan untuk akuarium tempatkan ikan arwana dalam akuarium yang memiliki panjang minimal 3x panjang tubuh ikan arwana dan lebar minimal 2x panjang tubuh ikan arwana, lebih besar tentu lebih baik. Sedangkan untuk makanan bisa di berikan makanan hidup yang beragam.

Selasa, 25 Maret 2014

Sirip Arwana tidak mengembang?

Salah satu ciri-ciri arwana yang sehat adalah memiliki sirip yang mengembang sebagai alat renang pada aro sekaligus menampilkan keanggunan seekor aro berenang dalam tank.

 

Namun jika sirip tidak mengembang atau disebut arowana nguncup maka perlu diketahui bahwa aro terserang penyakit dan  akan terlihat nguncup dimana dayung dan siripnya semua merapat ke bagian tubuhnya dan arowana tersebut diam tidak berenang. Ddikalangan hobiis disebut penyakit nguncup pada arowana.


Ada beberapa faktor yang menyebabkan timbulnya penyakit ini. Salah satunya adalah perubahan suhu yang secara mendadak. Terutama untuk akuarium yang ditaruh di ruangan ber AC misalnya akuarium arowana tersebut ditempatkan di perkantoran, atau arowana tersebut dipelihara di daerah yang berupa dataran tinggi atau daerah dingin. Faktor lainnya adalah masalah perubahan air yang cukup drastis juga dapat menyebabkan arowana nguncup. Pengidentifikasian arowana sakit sebenarnya sangatlah mudah. Perhatikan dayung arowana itu sendiri. Jika arowana anda berenang dengan dayung yang tidak melebar. Sudah dapat dipastikan arowana anda sedang kurang sehat. Hal apa yang harus dilakukan bila arowana anda terserang penyakit ini ?


Pertolongan pertama

Lakukan penggantian air akuarium anda. Cukup air dibuang sepertiga sampai setengah dari tinggi akuarium anda. Beri garam ikan secukupnya, lalu ubah setinggan heater akuarium anda menjadi 30 derajat celcius. Tunggu dan pantau air akuarium apakah sudah menjadi hangat. Perlu diingat bahwa arowana itu hidup di daerah yang hangat. Jadi jika anda menaruh akuarium anda di ruangan ber AC apalagi dengan suhu AC yang cukup dingin, maka hal ini haruslah diperhatikan. Fungsi heater sangatlah penting untuk ditaruh di dalam akuarium anda. Jika sudah kita dapat melakkan treatment atau pengobatan untuk arowana tersebut.

Pengobatan

Banyak sekali obat obatan antibiotik yang dapat digunakan untuk mengobati arowana yang sakit. Namun perlu diingat bahwa saya pribadi adalah orang yang paling anti menggunakan obat obatan yang keras untuk mengobati penyakit pada ikan selama ikan tersebut baru terkena penyakit dalam tahap dini. Seperti halnya pada manusia. Contohnya jika kita terkena penyakit flu. Kalau bisa kita coba untuk meminum obat obatan untuk flu yang tersedia di pasar dahulu sesuai dengan dosis yang ditentukan. Janganlah kita langsung meminum obat antibiotik untuk mengobati penyakit flu tersebut, karena nantinya ada satu titik dimana jika kita terlalu sering mengkonsumsi antibiotik, lama kelamaan tubuh kita sudah imum terhadap jenis antibiotik tersebut dan kita sudah tidak mempan lagi dengan dosis yang dianjurkan. Hal ini juga akan berlaku pada ikan. Ini adalah satu prinsip yang saya pegang.

Untuk pengobatan dini saya cukup mempercayai dengan obat ikan yang bernama Pomate. Pomate adalah obat yang sangat cocok untuk segala jenis penyakit pada ikan hias pada umumnya. Belilah pomate yang asli di sentra ikan hias yang terpercaya. Masukan obat pomate sesuai aturan dan biarkan selama satu hari. Dua hari kemudian coba lakukan penggantian air kembali dan tunggu perkembangannya. Jika ikan belum sembuh lakukan kembali proses tersebut dua hari kemudian sampai ikan kembali prima. Jika ikan sudah sehat kembali kembalikan setingan heater anda ke angka 29 derajat celcius.

Minggu, 23 Maret 2014

Cara Mengatasi Arowana Terlalu Lama Parkir di Dasar Aquarium

Ikan Arwana parkir di dasar aquarium



Tentu setiap kita pernah mengalami hal seperti ini, Aro terlalu lama mengendap di bagian bawah tank dan menghindari karakter dasar aro sebagai perenang permukaan. Jika Aro hanya akan berenang saat didekati atau tidak menunjukkan reaksi sama sekali saat didekati atau diberi pakan.

Gejala awal:

1.  Ikan tidak nafsu makan.
2.  Ikan tidak terlalu aktif.
3.  Jika terjadi dalam Jangka waktu yang lama warna ikan cenderung pudar/pucat.
4.  Berdiam diri di dasar (parkir).
5.  Tidak merespon seperti biasa.

Penyebab:

1.   Suhu air dibawah 28º C
2.   Perbedaan pH air terlalu jauh. pH arowana 6,5 - 8
3.   Pemberian pakan yg berlebih
4.   Mutasi ikan ke akuarium baru
5.   Perbedaan parameter air saat penggantian air
6.   Kadar nitrit, nitrat dan amoniak diatas normal
7.   Kualitas air buruk (kotor)
8.   Air tidak diganti dalam jangka waktu lama
9.   Media filter tidak pernah di bersihkan
10. Ruang akuarium terlalu besar dan juga terjadi pada Aquarium yang terlalu kecil bagi ikan

Pencegahan:

1.  Jangan diberi pakan secara berlebihan
2.  Akuarium jangan dipukul-pukul atau melakukan gerakan tiba-tiba dekat tank Aro
3.  Matikan lampu akuarium setelah 12 jam
4.  Letak akuarium terhindar dari ramainya aktivitas dan trafik manusia

Pengobatan:

1. Pasang heater dan naikkan suhu menjadi 32º C
2. Pasang arus (power head) sesuai kapasitas air
3. Berikan ikan pendamping (kaviat, Sumatra atau pink tail)
4. Ganti air 25% dengan air baru yg diendapkan
5. Pindahkan ikan tersebut ke akuarium lain dengan ukuran lebih besar
6. Menambahkan Tank Mate serta Community Tank berupa Arowana sejenis dengan ukuran yang
    relatif memiliki ukuran yang sama


Catatan : Kebiasaan ini pengecualian (tidak berlaku) untuk Arowana yang baru dibeli terutama jenis Irian (Scleropages Jardinii) dan Ikan dalam keadaan sakit, Trauma, Stress dan Mogok Makan.

Bagaimana Membedakan Arwana Jantan dan Betina ?

Tentu bagi Arolover yang memliki seekor atau beberapa ekor arowana berharap bisa menghasilkan anakan arowana dari beberapa peliharaannya tersebut, namun letak permasalahannya yaitu tak mudah menentukan jenis kelamin dari arowana itu sendiri. 
 
Sebenarnya agak sulit juga untuk menentukan jantan dan betina bagi seekor arowana. Tidak semudah menentukan ayam jantan dan ayam betina tentunya, pada Umumnya Aro hanya akan dapat diketahui jenis kelaminnya setelah dewasa atau berkisar dari umur 3 tahun keatas, orang yang benar-benar mahir dan berpengalaman tentang arowana saja yang bisa mengetahui pasti. Walaupun terdapat ciri-ciri Pasti yang membedakan jantan dan betina pada arowana. Ini ciri-cirinya:


Ikan jantan
Ciri-ciri :
a) Badan memanjang dan langsing.
b) Kepala dan mulut yang besar.
c) Warna yang lebih tajam dari ikan betina.
d) Lebih agresif dalam persaingan mendapatkan makanan.
e) Sirip Punggung (Dorsal) Aro jantan lebih meruncing.


Ikan betina
Ciri-ciri :
a) Badan lebih pendek dan lebar.
b) Kepala dan mulut yang kecil.
c) Warna kebiasannya pudar berbanding ikan jantan.
d) Kurang agresif berbanding ikan jantan dalam persaingan mendapatkan makanan.
e) Sirip punggung (Dorsal) lebih membulat.

gambar 2. dari sini terlihat jelas perbedaan keduanya namun tidak untuk juvenil.

Jumat, 21 Maret 2014

Arwana King Super Red

Arwana King memiliki tubuh yang lebih pendek dibandingkan dengan Arwana biasa. Bentuk yang unik ini kemungkinan besar terjadi akibat permutasian / kelainan genetik / gen resesif / sifat yang diturunkan dari induknya sendiri.  Populasi Arwana King di penangkaran tergolong jarang sehingga harga ikan jenis ini masih sangat tinggi di pasaran. 

Bentuk Kepala Ikan Arwana. Normal (kiri), Sendok (tengah) dan King (kanan).


Varian King dapat terjadi pada semua spesies Arwana asia, namun keistimewaan pada Arwana Super red adalah salah satu fenomena yang tentu saja menarik dimana keunikan king Arowana terletak pada bagian kepalanya yang terbilang sangat kecil yang konon menurut mitosnya memberi sebuah sugesti menarik kepada pemiliknya disamping harganya yang sangat mahal.

Arowana King Super Red.

Arowana King Super Red memiliki lengkung kepala yang sangat ekstrim dan tubuhnya yang pendek. Arwana unik ini termasuk jarang karena memang tubuhnya membentuk satu garis lurus dengan lengkungan ke arah kepala yang sangat kecil menyerupai karakter yang dimiliki Arowana Super Red Sendok yang hanya saja tidak sedrastis lengkungan yang dimiliki King Super Red serta panjang tubuh yang dimilikinya juga sangat kontras.

Arowana Super Red Sendok
Ada yang ingin memilikinya? bersiaplah untuk merogoh kocek dalam-dalam, apalagi jika anda berkeinginan memelihara Arowana King Super Red dengan ukuran yang sudah dewasa.

Selasa, 18 Maret 2014

Arwana Mogok Makan ?



Dalam memelihara Arowana dalam tank / aquarium adalah pekerjaan yang gampang-gampang susah, tentu para hobies telah mengetahui berbagai kemudahan memelihara arowana dibanding memelihara ikan predator jenis lain karena proses penggantian air yang tidak perlu dilakukan sesering mungkin dan dalam volume yang tidak terlalu besar (maksimal 10% dari volume total).

Menilik kepada karakter arowana yang sangat sensitif terhadap perubahan dan keadaan, mogok makan adalah hal lumrah dan sering kali terjadi pada peliharaan kita yang satu ini. Ada banyak keluhan dan ketakutan dari para hobies jika hal itu terjadi apalagi kita tidak mengetahui cara penanganan yang harus kita lakukan.

Sebelum dilakukan penanganan terhadap permasalahannya tentu kita harus mempelajari penyebab dari mogok makan itu sendiri. Secara umum mogok makan terjadi karena stress dan pola makan yang tidak baik pada peliharan itu sendiri. Berikut beberapa penyebab mogok makan pada arowana :

1. Ukuran Tank, Tank baru dan air yang baru.
    Aro yang baru dibeli, baru dipindahkan dan baru melakukan penggantian air (tidak mengikuti 
    prosedur penggantian air).

2. Kualitas air yang tidak baik / Perubahab Parameter air.
    gH dan pH tidak stabil, suhu yang berubah-ubah, dan kadar oksigen (02) yang rendah.

3. Kurangnya variasi pakan yang diberikan.
    Harus ada pergantian menu diet untuk arowana dalam 24 jam (tidak dianjurkan pemberian pakan 
    sejenis untuk waktu yang lama karena akan menyebabkan kebosanan pada aro).

4. Gangguan dari luar, seperti gerakan tiba-tiba yang mengejutkan aro sehingga selain mogok makan 
     juga mengakibatkan benturan atau arwana sering melompat.

5. Arowana dalam keadaan sakit.

Salah satu langkah untuk mengatasi permasalahan ini adalah :
  1. Menaikkan suhu dalam air dengan cara memasang heater hingga suhu mencapai 30' C.
  2. Mengganti air dengan air yang baru yang telah diendapkan kurang lebih selama 1 hari tidak lebih dari 20%.
  3. Mengganti menu makan Ikan Arowana (sesuai dengan ukuran mulut Ikan Arwana).

Cara yang dilakukan untuk meningkatkan nafsu makan aro.

Ada beberapa langkah yang selalu dilakukan agar dapat meningkatkan nafsu makan Ikan ini, yaitu :
  1. Memberikan arus searah tapi kekencangan arus tersebut harus dinaikkan secara bertahap. Hal ini dilakukan untuk menghindari rasa stress.
  2. Menggunakan vitamin atau obat. Gunakan vitamin atau obat yang dapat dipercaya, contohnya Tetra Ikan Arwana ataupun Pil Hobbies.
  3. Menjaga kondisi air untuk selalu dalam keadaan bersih dengan parameter yang sesuai. Namun bila perlu untuk mengganti, maka gantilah dengan menggunakan air yang sudah di aerator dan diendapkan kurang lebih 1 hari.
  4. Penggunaan heater yang ditentukan di angka 30-32 'C.

Penyakit Eksternal pada Arowana

Ikan Arowana merupakan Ikan peliharaan yang sangat kuat terhadap berbagai jenis penyakit namun sangat rentan terhadap kualitas air serta perubahan mendadak yang terjadi dalam pemeliharaannya, disini ada beberapa penyakit eksternal yang dapat dilihat secara nyata akibat dari rendahnya kualitas air, pakan dan lain sebagainya.
1. Penyakit Gigit Ekor.
Sebelum menderita penyakit ini biasanya arwana akan menunjukan perilaku yang lain daripada biasanya. Arwana akan kelihatan gelisah dengan berenang hilir mudik kesana kemari. Beberapa hari kemudian sirip ekor akan robek-robek selaputnya sehingga mirip sisir dan yang tertinggal hanyalah jari-jari siripnya. Gejala ini mulanya hanya kecil lalu akan bertambah panjang dan tidak jarang sebagian dari jari sirip itu akan hilang.
Penyakit ini biasanya disebabkan oleh sejenis parasit yang menempel pada ekor arwana dan menyebabkan rasa gatal yang tidak tertahankan. Arwana berusaha mengatasinya dengan cara berenang hilir mudik dan menggigiti ekornya sehingga tampak compang-camping.

Pengobatan penyakit ini tergolong mudah. Pindahkan Arwana ke dalam aquarium lain yang bersih (steril) dan sudah diisi dengan air yang memenuhi syarat. Masukan sekitar 20 tetes obat Tropical Fish Medicine dan biarkan arwana tetap di dalamnya selama beberapa hari. Jangan lupa membersihkan aquarium yang satunya agar nantinya arwana bisa menempati kembali tanpa khawatir terjangkit lagi.
2. Tutup Insang Melengkung
Sering kita lihat tutup insang arwana melengkung keluar, sehingga sebagian insangnya kelihatan. Arwana dengan kondisi seperti ini tentu tidak sedap dipandang. Ikan Arwana yang satu ini mati karena penyakit insang, dengan ciri-ciri insang ikan berubah menjadi hitam. Penyebab penyakit ini bermacam-macam, yang pertama disebabkan kualitas air dalam aquarium yang tidak memenuhi standar terutama suhunya. Aquarium yang terlalu dingin atau tidak hangat bisa mendorong ikan arwana terkena penyakit ini. Penyebab lainnya adalah pemberian obat-obatan yang kelewat dosis, serangan sejenis bakteri, atau karena air dalam aquarium rendah kandungan oksigennya. Hal ini dapat dijelaskan karena air yang mempunyai kandungan oksigen yang rendah akan llebih sering membuat arwana membuka dan menutup insangnya. Gerakan itu sering tidak sempurna. Artinya sebelum tutup insang benar-benarmenutup, keburu dibuka lagi untuk menghirup sedalam-dalamnya air untuk memenuhi tuntutan oksigen. Dari gerakan yang tidak sempurna ini kemudian tutup insang arwana tetap terbuka dan tubuhnya tidak normal.
Untuk mencegahnya agar menjaga kandungan oksigen dalam air tetap tinggi diatasi dengan memberikan cukup aerasi pada aquarium. Jika perlu aerator diganti dengan tenaga yang lebih besar. Kemudian tidak lupa menjaga keseluruhan kualitas air tetap prima sehingga tetap layak dihuni oleh arwana.

Teknik pengobatan ikan Arwana, salah satunya adalah dengan menjepit ikan yang sakit diantara dua penjepit kaca didalam ember, dan men-supply oksigen murni langsung kearah insangnya, mendinginkan air dalam aquarium dengan es batu dan chiller. Jika tutup insang yang melengkung ini belum terlalu parah maka bisa diperbaiki dengan jalan melakukan operasi kecil pada tepi tutup insangnya.
3. Penyakit Mata Juling ( Drop Eye / DE ).


Penyakit ini timbul karena banyak hal. Terlalu seringnya ikan arwana berburu ikan di dasar atau pojok aquarium dianggap sebagai salah satu penyebab utama. Tentu tidak berlebihan jika ada nasehat untuk memberi makan arwana dengan yang mengapung saja. Terlalu sering arwana melihat ikan kecil yang ada di bawahnya menyebabkan otot matanya bertambah panjang.
Mata yang melorot juga bisa disebabkan karena arwana kurang mendapatkan sinar matahari yang cukup. Ini mungkin dikaitkan dengan khasiat sinar matahari terhadap pertumbuhan mata manusia.

Untuk mengobati mata juling bisa dilakukan dengan memindahkan arwana pada tempat yang lebih luas dan mendapat sinar matahari langsung sambil diberi makanan yang terapung. tempat yang dipilih bisa berupa bak dari bahan fiberglass atau bak semen. Dengan cara tersebut maka 80% arwana akan sembuh. Cara lainnya adalah dengan melakukan operasi kecil.
4. Dubur Ikan merah dan Membengkak
Apabila kita melihat dubur arwana berwarna merah dan membengkak jangan sampai mengira bahwa mereka sedang birahi. Itu pertanda bahwa arwana sedang kesulitan, yang dapat berujung pada kematian.
Dubur arwana memerah dan bengkak karena disebabkan oleh pemberian makanan yang tidak bersih. Akibatnya pencernaan ikan terganggu sehingga arwana kesulitan mengeluarkan ekskresinya.
Untuk mencegahnya maka makanan harus dibersihkan sebelum diberikan pada arwana. Apapun jenis makanan hidup yang diberikan sebaiknya dipuasakan dahulu selama 1-2 hari. Arwana yang menderita dubur merah dan bengkak bisaa diobati dengan amonium sulfat.
5. Sisik Berdiri.
Sisik berdiri dan kadang ada sebagian yang membusuk biasanya disebabkan karena oleh lingkungan yang kotor. Penggantian air yang rutin dapat menghindarkan arwana dari penyakit ini. Untuk arwana yang sedang dihinggapi penyakit ini dapat diberikan amonium sulfat sebagai obatnya.
6. Tulang Punggung Bengkok
Penyakit ini bisa disebabkan beberapa hal. Pertama karena adanya serangan bakteri yang masuk kedalam tubuh arwana sehingga mengakibatkan pertumbuhan punggung tidak normal. Penyebab lain adalah karena kesalahan dalam memberikan obat. Penyebab terakhir adalah karena ukuran akuarium yang terlalu kecil.
Untuk mencegahnya tempatkan arwana ke dalam awuarium yang ukurannya cukup. Jaga kebersihan aquarium agar arwana tidak dijangkiti bakteri dan jangan memberikan obat yang salah.
7. Ekor Patah
Sama seperti penyakit tulang punggung bengkok penyakit ini disebabkan karena ukuran aquarium yang terlalu sempit. Selain itu bisa disebabkan karena penanganan yang kurang baik. Misalnya pada waktu dipindahkan arwana berontak atau saat pertama kali dimasukan ke dalam aquarium mereka berenang kencang dan menubruk. Karena penyebabnya lebih dikarenakan faktor teknis maka penanganannya harus hati-hati.
8. Sungut tumbuh pendek
Sungut arwana tidak tumbuh sempurna dan kelihatan janggal dengan bentuk badannya yang besar. Arwana bersungut tidak imbang bisa terjadi karena ditempatkan dalam aquarium yang terlalu kecil. Hampir senada dengan penyebab punggung bengkok, arwana bersungut pendek dapat disebabkan oleh kesalahan pemberian obat.
Untuk mendapatkan pertumbuhan sungut yang normal bisa dilakukan dengan membersihkan aquarium secara rutin dan mengganti airnya. Jangan lupa, tempatkan arwana dalam aquarium yang sepadan dengan besar badan.
9. Ekor dan Sirip Mengerut
Ekor dan sirip yang mengerut bisa terjadi bila air di dalam aquarium terlampau kotor atau suhu air yang terlalu rendah. Penangan dengan kembali mengatur panas dengan menambah heater dan membersihkan aquarium. Bisa juga diberi obat amonium sulfat secukupnya.
10. Sungut Turun / Menjorok Ke Bawah.
Arwana yang sehat memiliki tampilan sungut ke depan. Namun sering arwana sungutnya lunglai, menjorok ke bawah. Ini merupakan pertanda arwana berada pada lingkungan yang tidak semestinya. Untuk mengembalikan kondisi arwana seperti semula sebaiknya suhu dan kebersihan air aquarium lebih diperhatikan.
11. Mata Berkabut.
Mata berkabut atau “Cloudy Eye” ditandai dengan memutihnya selaput mata ikan. Permukaan luar mata tampak dilapisi oleh lapisan tipis berwarna putih.
Secara umum gejala ini disebabkan oleh kondisi kualitas air yang memburuk, terutama sebagai akibat meningkatnya kadar amonia dalam air. Apabila gejala mata berkabut terjadi, makah hal yang harus dicurigai terlebih dahulu adalah kondisi air. Koreksi parameter air hingga sesuai dengan keperluan ikan yang bersangkutan. Apabila gejala ini terjadi, sedangkan parameter air dalam keadaan normal, maka terdapat kemungkinan gejala tersebut disebabkan oleh hal lain.
Beberapa hal yang dapat memicu terjadinya mata berkabut adalah:
- Infeksi sekunder, menyusul terjadinya kerusakan fisik pada mata.
- Produksi lendir berlebihan, biasanya sebagai akibat reaksi terhadap infestasi protozoa parasit (penyakit selaput lendir kulit); kualitas air yang memburuk (amonia, nitrit, dan nitrat); nilai pH yang tidak sesuai; keracunan (klor/kloramin); atau akibat pemberian perilaku pengobatan yang tidak sesuai.
- Diplostomum (fluke pada mata). Dalam kasus ini bagian mata yang memutih adalah lensanya, bukan permukaan luar mata.
- Infeksti bakteri eksternal
- Kekurangan vitamin, khususnya vitamin A, B, dan C.
Gejala mata berkabut bisa juga disertai dengan Exophtahlmia (Pop Eye/Mata menonjol), malaise, atau iritasi.

Perawatan dan pemulihan mata berkabut hendaknya mengacu pada penyebab yang menimbulkannya. Oleh karena itu, carilah dan coba indentifikasi dengan seksama kemungkinan penyebabnya sebelum melakukan tindakan pemulihan.

Senin, 17 Maret 2014

Arwana Super Red I Thiaw Long (ITL)

I Thiaw Long (ITL) merupakan istilah yang sudah banyak dikenal oleh para pecinta arowana terutama jenis super red (scleropages legendrei), dimana fenomena dimana sisik punggung (back) atau sisik paling atas pada arowana super red membentuk suatu garis lurus yang tidak terputus / dipisahkan oleh sisik ganda yang dimiliki jenis arowana asia normal pada umumnya. Tidak banyak artikel yang menyatakan penyebab dari kelainan ini, sehingga dengan keunikan ini dipercaya sebagian kalangan arowana ini sangat baik dan dihargai lebih dari harga normal yang sudah selangit.


Sekilas tak ada yang tampak berbeda dari Aro ITL ini dengan jenis Aro super red lainnya jika dilihat dari samping, hanya dari top view (tampak atas) akan jelas perbedaan yang membuat banyak orang akan mengetahui keunikan arowana super red yang pantas dihargai sangat mahal ini. Bahkan untuk ukuran 13 cm saja dihargai melebihi harga 2 ekor arowana super red pada umumnya.


Ada beberapa pendapat yang mengatakan bahwa sisik yang dimaksudkan (pertemuan sisik ke 6) tidak sampai ke punggung / tertutupi sisik punggung arwana itu sendiri, namun ada juga yang mengatakan bahwa sisik level ke 5 tersebut menyatu pada satu sisik sebagai titik tengahnya sehingga menghasilkan kesimpulan bahwa I Thiaw Long kehilangan 1 sisik atau 2 sisik pada Level ke 6. 


Status Konservasi Arowana Super Red


Tahukah anda jika Kelisa / Siluk merah atau yang sering kita dengar dengan nama Arowana Super Red yang sekarang menjadi fenomenal itu pernah dijadikan ikan asin yang harganya hanya Rp.1000/kg, namun karena dianggap pembawa rejeki dan datang dari surga, Siluk atau Arowana, terutama yang berwarna merah diburu banyak orang. Pembeli bahkan rela mengeluarkan uang jutaan rupiah.

Arowana Super Red ditetapkan sebagai Satwa Pesona Nusantara melalui Keputusan Presiden (Kepres) RI Nomor 4 Tahun 1993 tentang Satwa dan Bunga Nasional. Binatang air tawar ini merupakan satu diantara tiga fauna maskot Nasional. Dua satwa yang lain adalah Komodo yang ditetapkan sebagai Satwa Nasional dan Elang Jawa sebagai Satwa Langka Indonesia.

Sebelum diburu, Ikan yang berbadan pipih, bersisik tebal, berukuran besar, serta ‘berkumis dan berjanggut’ ini tidak begitu disukai para nelayan. Ikan yang di Kalimantan disebut Ikan Naga dan di perairan Riau disebut Ikan Surga ini dianggap buas. Selain suka memakan ikan kecil bahkan anaknya sendiri, Siluk juga memakan kodok. Namun dengan munculnya mitos yang mempercayai bahwa Ikan arowana mampu membawa keberuntungan dan ketenangan bagi pemiliknya, ikan ini kini justru menjadi primadona. Perburuan pun marak di lakukan nelayan yang dimodali para penadah. Untuk Ikan Siluk yang panjangnya sekitar 40 cm bisa dihargai sampai Rp. 2,5 juta.


Di alam bebas, Ikan Siluk Merah merupakan penghuni Sungai Kapuas di Kalimantan Barat. Ironisnya, di habitat aslinya ini, populasi Siluk menurun pesat akibat penangkapan liar serta daya biaknya yang rendah. Hal ini juga yang mendorong siluk masuk dalam daftar merah Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora-CITES, yang dikategorikan genting. Artinya, siluk termasuk satwa yang jumlahnya sudah sangat sedikit dan terancam punah.

Kondisi ini juga diperkuat oleh kesaksian Juniardi, Kepala Desa Empangau, Kecamatan Bunut Hilir, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Ia menyatakan, semenjak 30 tahun terakhir, sudah hampir tidak pernah ditemukan siluk di alam, hanya pada tahun 2009 pernah ditemukan sekali di Desa Semalah.

Pemburuan siluk telah menjadi pisau bermata ganda. Satu sisi dianggap mampu menghidupi warga setempat, namun di sisi lain jelas membuat siluk semakin langka. Untuk menjaga kepentingan masyarakat serta nasib siluk, maka masyarakat di sekitar Danau Merebung membuat peraturan dan menjaga bersama. Danau Merebung adalah salah satu dari 7 Danau di Dusun Meliau, kabupaten Kapuas Hulu yang dilindungi oleh masyarakat adat.


Salah satu upaya perlindungan secara adat yang dilakukan adalah dengan menetapkan zona ekonomi dan zona perlindungan yang membatasi masyarakat untuk berburu. Selain itu juga pembatasan ukuran ikan yang ditangkap. Secara mandiri dan dengan kesadaran yang tinggi, masyarakat melaksanakan aturan adat tersebut sekaligus mengawasi dan memberi sanksi bagi mereka yang melanggar.

Upaya perlindungan yang dilakukan masyarakat selama in membuahkan hasil. Perlahan tapi pasti, populasi ikan langka ini masih terjaga dengan baik di alam. Hal ini terbukti oleh ditemukannya induk arwana di Danau Merabung yang tidak sengaja tertangkap pancing oleh pemancing professional dari Amerika. Ukuran dan beratnya pun sungguh menakjubkan. Panjangnya 140 cm dan beratnya mencapai 6 kg. Begitu tertangkap, ikan ini lalu dibebaskan dari mata kail dan langsung dilepaskan ke Danau Merebung oleh seorang warga Dusun Meliau yang saat itu mendampingi Robert Clarke, sang pemancing asal negeri Paman Sam tersebut.


Oleh kalangan tertentu, ikan Siluk Merah dipercaya dapat membawa hoki, karenanya arwana jenis ini terus diburu dan memiliki harga jual yang tinggi. Sejak tahun 1975, arwana dilindungi oleh Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITIES). Menurut CITIES, ikan ini termasuk dalam kategori spesies langka. Ikan Siluk Merah juga terdaftar dalam daftar spesies langka yang berstatus “terancam punah” oleh IUCN sejak tahun 2004.

“Secara tradisional, danau Merabung dan 6 danau lainnya di dusun Meliau memang dilindungi oleh masyarakat. Namun dengan bukti penemuan ini, patut didorong agar danau-danau di Meliau perlu mendapat proteksi yang lebih formal dengan upaya pengusulan ke DKP sehingga secara resmi mendapat SK perlindungan dari pemerintah daerah,” tegas Albertus Tjiu, Project Leader WWF Kapuas Hulu.

Sejak hampir 15 tahun, WWF-Indonesia telah menggiatkan beragam upaya pendampingan masyarakat di Kapuas Hulu. Upaya perlindungan Siluk di Dusun Meliau pun juga menjadi salah satu prioritas kerja WWF di Kapuas Hulu. WWF memulai inisiatif bersama perlindungan siluk pada tahun 1997 yang saat itu dipusatkan di Danau Empangau, dusun Meliau.

Sejak dulu, Danau Empangau telah menjadi habitat Ikan siluk. Namun akibat perburuan, keberadaan ikan Siluk terancam punah pada tahun 1995-1996. Melalui upaya restocking (pelepasliaran), pembenahan pada organisasi nelayan, pemberlakukan zona danau lindung, perumusan bersama mengenai hukum adat hingga pengawasan oleh masyarakat setempat, akhirnya program pendampingan masyarakat ini pun berhasil menunjukkan dampak positifnya bagi keberlanjutan Siluk.

Sejak tahun 2000, upaya pelestarian siluk melalui restocking telah melepas 23 ekor indukan di Danau Empangau yang kini telah menghasilkan 192 anakan ikan senilai Rp. 840 juta. Ikan yang dilepas di Danau Empangau ini bersumber dari swadaya masyarakat,bantuan pemerintah daerah dan LSM lainnya. Pendekatan serupa juga akan diduplikasi di Danau Merabung dan Danau lainnya di Kapuas Hulu.


Di Indonesia perlindungan arwana diatur oleh Surat Keputusan (SK) Menteri Pertanian No 716/kpts/ um/10/1980, SK Direktorat Jenderal PHPA Np.07/ kpts/DJ-VI/1988 dan Instruksi Direktorat Jenderal Perikanan No.IK-250/ D.4.2955/83K. Mulai tahun 1995, Arwana (Siluk Merah) yang boleh diperdagangkan hanya yang berasal dari budi daya dan merupakan generasi kedua, yakni yang berasal dari penangkaran.

Namun sejumlah upaya perlindungan ini masih jauh dari cukup mengingat Perdagangan dan peredaran ikan arwana alam masih belum diatur dalam Undang-undang No. 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Belum lagi pembukaan lahan untuk perkebunan kelapa sawit besar-besaran yang tentu saja berdampak pada Danau di sekitarnya. Berbagai hal ini jika tidak segera menjadi perhatian, maka upaya perlindungan kawasan dan spesies yang telah dilakukan selama ini akan sia-sia belaka.



Minggu, 16 Maret 2014

Memasukkan dan Memindahkan Arowana ke dalam Aquarium

Memindahkan seekor arwana memang bukan yang mudah dilakukan, baik dari tank ke tank maupun aro yang baru dibeli dari pasar, toko aquarium maupun lewat online. Setelah aquarium diisi air yang sesuai untuk arowana, tentu saja arowana tidak dapat langsung dicelupkan kedalam aquarium / tank secara langsung seperti yang biasa kita lakukan untuk jenis ikan yang lainnya. Perlu dilakukan adaptasi suhu air tank/aquarium dengan air dalam kantong plastik dengan cara meletakkan kantong plastik berisi arwana di dalam tank berisi air tanpa membuka ikatannya, secara perlahan suhu dalam dan diluar kantong akan sama. Setelah itu dapat dilakukan pembukaan ikatan dan membiarkan arowana keluar dengan sendirinya tanpa ada paksaan.


Ada beberapa cara yang dapat dilakukan apabila sebelumnya dilakukan anestesi (pembiusan) ataupun tidak, hal ini mengacu pada prinsip dasar kelemahan berbagai jenis arowana yang tidak bisa menerima berbagai macam perubahan mendadak seperti air baru, kualitas air, tempat dan lain sebagainya. Oleh karena itu perlu dilakukan pemindahan dengan sangat hati-hati dan  

Memindahkan arwana memang merepotkan jangankan untuk pemula, untuk mereka yang sudah lama bergelut dengan arowana pun terkadang menemui kesulitan dalam hal ini. Salah-salah bisa saja menyebabkan stres berujung kematian.Karena resiko yang begitu besar, perlu ada kiat khusus agar tujuan kita tercapai tanpa membuat arwana cacat atau mati.
Cara yang dipakai untuk memindahkan arwana yang biasa dilakukan adalah seperti yang dilakukan dalam memindahkan induk ikan mas yang besar dari kolam induk ke kolam pemijahan, yang letaknya mungkin berjauhan. Jika hanya dibopong atau digendong, ada kemungkinan ikan meronta dan jatuh, terluka, serta akhirnya ngadat tidak mau kawin.

Untuk mengatasinya, ikan mas dibungkus dengan handuk atau kain putih yang dibasahi untuk mengendalikan gerakan yang bersifat berontak, walaupun tidak sampai memaksanya diam secara total. Cara tersebut ternyata sangat efektif dan ikan pun selamat tanpa luka-luka. Untuk memindahkan arwana, cara ini ditiru dan ternyata hasilnya juga efektif, hanya saja ada beberapa modifikasi yang dilakukan.

Untuk memindahkan arwana dewasa bisa digunakan kantung plastik bening yang berdiameter 0,5 meter. Ujung (sudut) kantung dilubangi untuk tempat keluarnya air. Arwana yang akan dipindahkan dijebak perlahan-lahan agar masuk ke dalam plastik. Dijaga jangan sampai arwana meronta. Setelah ikan masuk ke dalam plastik, perlahan-lahan plastik diangkat, sehingga air di dalamnya akan mengalir keluar. Bila air dalam kantung plastik telah habis ikan bisa diangkat. Tapi dijaga agar ikan tidak meronta, sehingga tidak ada sisiknya yang terlepas. Andaikata ikan tetap meronta, efeknya tidak sebesar jika ditangkap dengan tangan atau serokan. Dan yang pasti ikan terhindar dari resiko jatuh ke lantai.


Facebook Fans Page

Exit Jangan Lupa Like Ya