Translate

IFFC mengundang anda bergabung dan ikut serta dalam pengembangan dari site ini, dalam prosesnya banyak kemungkinan yang bisa terjadi. hal ini tak terlepas dari kunjungan, komentar dan saran dari anda semua yang sangat kami harapkan. dengan kerja keras diharapkan nantinya akan menjadi salah satu site terlengkap yang menghadirkan berbagai artikel, kiat-kiat, saran dan info terkini mengenai frehwater fish.

Saya mengapresiasi kunjungan anda dan sangat menghargai junker yang selalu meninggalkan jejak bukan seorang silent rider yang cuman jadi tukang intip. Hargailah hasil karya blogger dalam pengadaan thread dengan meninggalkan jejak walau hanya beberapa patah kata.

klik sharing --> mempromosikan site
klik fans page --> berlangganan kiriman via FB
klik
join this site --> terkait dengan IFFC

Tampilkan postingan dengan label Unique. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Unique. Tampilkan semua postingan

Kamis, 17 Juli 2014

Pembiusan (Anestesi) Ikan dengan Menggunakan Minyak Cengkeh


Ada begitu banyak pengobatan yang dapat dilakukan oleh para hobies, hal ini bertujuan untuk penyembuhan atau membuat ikan agar tampak lebih indah. Salah satu langkah awal yang perlu diperhatikan dan perhitungan yang matang adalah pembiusan.

Pembiusan dapat dilakukan dengan Obat bius kiia yang dijual dipasaran, tapi ada juga alternatif pembiusan yang dapat dilakukan oleh hobies.
Pentingnya pembiusan adalah dikarenakan selain dapat menyebabkan gagalnya pembiusan dan mengakibatkan kematian. selain bertujuan untuk karantina dan mobilisasi, pembiusan juga diperlukan sebagai bagian dari operasi kelainan, penyakit maupun keinginan dari para hobies untuk memperoleh penampilan ikan agar lebih indah dan komersial.


Pembiusan terhadap ikan dengan menggunakan minyak cengkeh banyak dinilai lebih mudah dikarenakan cengkeh berharga lebih murah (dibandingkan dengan obat kimia), mudah untuk didapatkan serta hasilnya yang lebih efektif.

Kelebihan lain dari pembiusan dengan minyak cengkeh adalah bahwa setelah mengalami pembiusan, ikan akan tetap berlendir dan tidak kehilangan nafsu makan.
Pembiusan terhadap ikan dilakukan untuk berbagai macam tujuan seperti proses implantasi hormon, relokasi ikan, penimbangan ikan maupun proses seleksi indukan.


DOSIS MINYAK CENGKEH
1. Dosis tepat guna untuk proses pembiusan dengan menggunakan minyak cengkeh adalah sebesar 1 – 5 cc / 10 liter air.
2. Dengan dosis seperti itu, ikan akan pingsan dalam kurun waktu 15 menit setelah dibius dan baru akan sadar 9 menit kemudian.
3. Dosis yang diberikan jangan sampai melebihi 10 cc / 10 liter air karena dapat menyebabkan ikan mati.

CARA PENGGUNAAN
1. Bila jumlah ikan yang akan dibius sedikit : pembiusan dilakukan didalam ember yang telah diberi air. Ikan ditangkap dan dimasukkan satu per satu ke dalam ember untuk selanjutnya minyak cengkeh disemprotkan.
2. Bila jumlah ikan yang akan dibius banyak : pembiusan dilakukan didalam kolam yang airnya telah disusutkan hingga volume tertentu. Jumlah minyak cengkeh yang dilarutkan harus berdasarkan volume air yang tersisa.
3. Tanda bahwa ikan telah berhasil terbius adalah ikan tidak bergerak dan begitu pula dengan siripnya.
4. Ikan dapat dibuat sadar dengan cara dialiri air segar yang sudah diaerasi.

Sumber:www.infoagrobisnis.com

Minggu, 13 Juli 2014

Pentingnya Zat Kitin untuk Arowana.

Kitin adalah polimer berantai panjang dari asetilglukosamin-N, sebuah turunan dari glukosa (C6H12O6) dan polisakarida strukturyang tergolong homo-polisakarida linear yang tersusun atas residu pada rantai beta dan memiliki monomer berupa molekul dengan cabang yang mengandung Kitin murni mirip dengan kulit, namun akan mengeras ketika dilapisi dengan garam kalsium karbonat Kitin membentuk serat miripyang tidak dapat dicerna oleh vertebrata. Kitin (Chitin) sangat banyak terdapat di alam, seperti pada komponen utama pembentuk dinding sel pada jamur. Pada hewan, kitin dikenal sebagai Exosceleton pada kulit terluar dari hewan Arthropoda terutama pada :

1. Krustasea (udang, kepitig, lobster, dll).


2. Insecta (Kecoa, Jangkrik, Capung, dll).


3. Myriopoda (Lipan/kelabang, dll).



4. Arachnida (Laba-laba).


Dalam Budidaya ataupun memelihara arowana kita mengenal proses tanning atau yang lebih dikenal dengan mempercepat pembentukan warna pada sisik (base dan ring) pada arowana golden dan merah.Zat kitin yang terdapat pada Exoskeleton seperti pada udang, kelabang/lipan, kecoa, laba-laba dan lain sebagainya sangat menunjang pembentukan warna arowana yang pada dasarnya diturunkan dari gen indukan yang memberi sifat untuk suksesinya.

Mengapa proses tanning dan pemberian pakan ini perlu dilakukan dalam budidaya dan pemeliharaan arowana?
tentu sahabat semua tau, bahwa dihabitat aslinya arowana merupakan perenang permukaan yang secara kontiniu memperoleh sinar dan cahaya matahari langsung yang mengandung ultraviolet, dan jika kita memelihara arowana dalam sebuah aquarium maupun tank yang tidak mendapat sinar matahari langsung maka proses tanning dan rotasi pakan tentu saja sangat dibutuhkan oleh arowana.

Selasa, 08 Juli 2014

Kecoa Madagascar (hissing cockroach) sebagai Pakan Arowana


Tentu sahabat semua pernah membaca berbagai artikel mengenai pakan, kegunaan serta metode pemberian pakan yang baik dan benar agar hewan peliharaan yang tergolong mahal harganya ini cepat besar dan segera mengeluarkan warna baik itu ring outer maupun base nya sendiri sesuai dengan kriteria arowana yang dibeli untuk dibesarkan.

Kecoa disebut sebagai pakan alternatif yang terbilang sangat mudah didapat karena memang kecoa merupakan salah satu hewan selain tikus yang dapat ditemukan dimana saja di belahan bumi manapun. Namun apakah semudah itu menemukan pakan yang baik untuk arowana, karena selain kotor dan mengandung cacing-cacing yang bersarang diperutnya disinyalir kecoa biasa yang kita temui kurang memiliki nutrisi dan protein yang diperlukan dalam pertumbuhan seekor arowana.


Beberapa tahun belakangan dalam salah satu acara reality show luar negeri berjudul 'fear factor' beberapa ratus bahkan ribuan kecoa digunakan sebagai tantangan untuk dikonsumsi oleh manusia. Tentu banyak pertanyaan menarik mengenai manfaat serta resiko mengkonsumsi kecoa tersebut, setelah diketahui mereka adalah Kecoa Madagaskar / Hissing Cockroach (Gromphadorhina Portentosa).

Satu Family dengan Kecoa rumahan, kecoa madagaskar memiliki tubuh yang cenderung lebih besar bahkan mencapai ukuran 8 cm untuk kecoa yang berjenis kelamin jantan. Dengan warna coklat hingga kehitaman, kecoa madagaskar memiliki kadar protein tinggi, 3 kali lebih besar dari kecoa biasa dan 2 kali lebih besar dari jangkrik. Kecoa Madagaskar juga memiliki zat kitin pada cangkang kulit keras berminyaknya (exoskeleton) sehingga dapat mempercepat keluarnya warna pada arwana seperti halnya udang dan kelabang.


Untuk Kecoa Madagaskar berjenis kelamin jantan memiliki sepasang antena kecil dibagian mulutnya dengan ukuran relatif lebih besar dari betina yang hanya dapat mencapai ukuran 5 cm. Kecoa yang satu ini tidak hanya dapat dikonsumsi oleh predator air (arowana) saja, tetapi louhan, anjing, kalajengking, beberapa jenis ular dan beberapa jenis reptil.



Kecoa Madagaskar yang merupakan berasal dari genus Gromphadorhina ini sering digunakan para hobies untuk pengganti menu diet apabila arowana mengalami mogok makan, sehingga sudah banyak dikembangkan peternakan rumahan atau dengan skala besar di Indonesia belakangan ini supaya terjamin kesehatan dan kebersihan dari hewan jenis insekta yang satu ini.
Karena harga yang tergolong mahal, banyak juga hobies mencoba memelihara indukan Kecoa Madagaskar dengan media yang cukup mudah, pakan serta hasil yang cukup memuaskan.

Senin, 07 April 2014

2 Spesies Baru Ikan Pari ditemukan di Amazon (2011)

2 spesies baru ikan pari air tawar dari hutan Amazon, berhasil ditemukan oleh para biolog. Kedua ikan pari tersebut, secara informal disebut sebagai pari panekuk karena penampakannya yang mirip panekuk (pancake), namun berukuran raksasa.

Kedua spesies ini dinamai Heliotrygon gomesi dan Heliotrygon rosai, dan berukuran cukup besar. Spesimen ikan pari ini, ditemukan di wilayah hutan hujan tropis dekat Iquitos, Peru.


Heliotrygon rosai & Heliotrygon gomesi



Famili ikan jenis tersebut, terdiri dari ikan pari air tawar di wilayah tropis yang disebut New World, memang dikenal berukuran cukup besar. Ikan pari air tawar ada yang bisa mencapai ukuran diameter 1,5 meter saat dewasa.

Penemuan itu dipublikasikan di jurnal Zootaxa edisi 24 Februari 2011. Peneliti sangat terkesan dengan hasil penelitian tersebut. Penemuan ini membuktikan bahwa hutan Amazon belum sepenuhnya tereksplorasi dan terdokumentasi.



Nathan Lovejoy dari Universitas Toronto mengatakan, 'Hal terpenting yang diberitahukan penelitian ini adalah masih adanya ikan-ikan besar lain di Amazon yang belum ditemukan dan dideskripsikan.'

Selain unik karena bentuknya yang mirip pancake, ikan pari ini juga berbeda karena ukurannya yang relatif besar, memiliki celah pada bagian perutnya dan struktur seperti duri di ekornya.

Jumat, 21 Maret 2014

Arwana King Super Red

Arwana King memiliki tubuh yang lebih pendek dibandingkan dengan Arwana biasa. Bentuk yang unik ini kemungkinan besar terjadi akibat permutasian / kelainan genetik / gen resesif / sifat yang diturunkan dari induknya sendiri.  Populasi Arwana King di penangkaran tergolong jarang sehingga harga ikan jenis ini masih sangat tinggi di pasaran. 

Bentuk Kepala Ikan Arwana. Normal (kiri), Sendok (tengah) dan King (kanan).


Varian King dapat terjadi pada semua spesies Arwana asia, namun keistimewaan pada Arwana Super red adalah salah satu fenomena yang tentu saja menarik dimana keunikan king Arowana terletak pada bagian kepalanya yang terbilang sangat kecil yang konon menurut mitosnya memberi sebuah sugesti menarik kepada pemiliknya disamping harganya yang sangat mahal.

Arowana King Super Red.

Arowana King Super Red memiliki lengkung kepala yang sangat ekstrim dan tubuhnya yang pendek. Arwana unik ini termasuk jarang karena memang tubuhnya membentuk satu garis lurus dengan lengkungan ke arah kepala yang sangat kecil menyerupai karakter yang dimiliki Arowana Super Red Sendok yang hanya saja tidak sedrastis lengkungan yang dimiliki King Super Red serta panjang tubuh yang dimilikinya juga sangat kontras.

Arowana Super Red Sendok
Ada yang ingin memilikinya? bersiaplah untuk merogoh kocek dalam-dalam, apalagi jika anda berkeinginan memelihara Arowana King Super Red dengan ukuran yang sudah dewasa.

Kamis, 20 Maret 2014

Hotel Ini Memiliki Lift Di Dalam Aquarium Raksasa

Kebanyakan aquarium berfungsi sebagai pemanis ruangan saja, karena itu ukuran aquarium tidak terlalu besar dan ditempatkan di ruang depan rumah. Nah hotel yang satu ini cukup unik dalam penempatan aquarium-nya, bukan saja karena ukurannya yang besar tapi karena di dalam aquarium tersebut terdapat lift untuk tamu hotel.




Aquarium raksasa yang disebut Aquadom ini memiliki tinggi 25 meter, rumah bagi 1500 ikan tropis dari 56 spesies dan miniatur coral di dasar tanki. Aquadom terletak di lobby hotel Radisson Blu, Berlin, Jerman.


Pembuatan Aquadom langsung dilakukan ditempat bersamaan dengan pembangunan hotel, walaupun sangat menantang dari segi pembuatan namun hasilnya sangat sepadan. Pengunjung bisa merasakan atmosfer laut di dalam hotel ini.


Selasa, 31 Desember 2013

Pesona Baru Akuarium Dinding


Jerapah, gajah, dan beberapa satwa liar lain itu melintasi padang rumput di Taman Nasional Serengeti di Tanzania, Afrika. Sementara itu beberapa burung terbang di atas taman nasional yang memiliki ekosistem tertua di muka Bumi itu. Namun, suasana alam liar itu sedikit ternoda oleh kehadiran beberapa terumbu karang dan cangkang siput yang letaknya di tengah-tengah padang rumput. Dua-tiga ikan badut Amphiprion ocellaris bahkan tampak berenang di atasnya. Aneh? Jawabnya tidak.
Itulah wajah baru dari akuarium dinding pada 2013 yang mengundang banyak decak kagum pengunjung. Penampilan gres dari tema akuarium dinding itu menjadi unggulan di stan Aquatic Style pada Aquarama 2013 di Singapura. Menurut Lim Wei Sheng dari Aquatic Style, produsen asesori di Singapura, kepada jurnalis bebeja.com, perubahan itu sebagai bentuk variasi tema akuarium laut. Nah, satwa-satwa liar itu sesungguhnya hanya gambar yang ditempelkan di bingkai akuarium berukuran 242,6 cm x 39,4 cm x 14 cm. Agar menegaskan seperti di habitat sesungguhnya, latar dinding akuarium dalam pun diberi gambar serupa dengan dominasi padang rumput.


akuarium aquascaping juga kini menampilkan akuarium dinding aquascaping. Akuarium dinding itu juga mengambil latar ladang dan kebun dengan kehadiran beberapa tanaman air. Tanaman air yang dipakai dipilih jenis tertentu seperti rumput supaya pehobi tak perlu repot memangkas dan memupuk. Beruntung bagi pehobi, akuarium dinding tersebut mudah dirawat. Lampunya bisa tahan 3—4 tahun. Filter cukup dibersihkan 3—4 bulan sekali.

Diskus Longfin Boomerang


Sekilas dengan melihat penampakannya akan banyak penggemar discus akan bertanya-tanya tentang spesies yang satu ini, namanya cukup panjang discus longfin boomerang. Discus hibrid silangan dari penangkar di Malaysia itu kini sangat ramai diperbincangkan di jagad maniak discus dunia termasuk Indonesia. 

Bukan apa-apa diskus tersebut unik dengan bentuk tubuh mirip boomerang, senjata khas kaum aborigin di Australia dibalik warna putihnya. Penyebutan longfin merujuk kepada kedua ujung sirip punggung yang panjang. Beberapa pehobi mancanegara malah menyebutnya sebagai sharkfin discus lantaran sepintas  lengkung siripnya bak sirip hiu. Kapan kira-kira ya Breeding lokal kita dapat menelurkan sesuatu yang baru seperti yang dilakukan negara tetangga kita ini.


Nemo dan Maskoki di Satu Akuarium






Bagaimana jadinya bila ikan nemo hidup di air laut dan ikan maskoki yang hidup di air tawar berada dalam satu akuarium dan berenang bersama-sama? Hal tersebut bukan sesuatu yang mustahil. Itu pula yang dibuktikan oleh produsen pakan dan aksesori akuarium GEX Corporation asal Osaka, Jepang, dengan menampilkan belasan ikan nemo dan maskoki jenis ryukin dan ranchu di sebuah akuarium pada pameran akbar ikan hias Aquarama 2009 di Singapura.

Terobosan ini selangkah lebih maju dibandingkan inovasi serupa di ajang yang sama pada 2 tahun sebelumnya. Ketika itu stan H2O Aquarium dari Singapura juga menampilkan ikan hias laut dan tawar di satu akuarium. Namun sesungguhnya mereka tetap hidup di dua akuarium berbeda. Pada akuarium laut tersebut dibenamkan 3 buah akuarium air tawar. Sepintas ikan laut dan tawar seperti berenang bersama saat dilihat dari bagian depan akuarium.

https://dianadijaya.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif
Rahasia teknologi penggabungan dua jenis ikan hias berbeda habitat itu adalah marine treatment yang dikembangkan oleh Yamamoto Toshimasa dari Okayama University of Science Specialized Training College. Produk itu berupa bubuk putih yang bisa meningkatkan kadar elektrolit pada air tawar. Elektrolit merupakan zat yang mudah terurai dalam bentuk ion-ion. Salah satu ikatan elektrolit yang terkenal adalah NaCl alias garam.

Apa yang terjadi di tubuh ikan? Sejatinya cairan dalam tubuh ikan tawar dan laut memiliki salinitas hampir sama meski konsentrasi garam di habitat masing-masing berbeda. Salinitas cairan dalam tubuh ikan laut sekitar 2/5 ppm dari salinitas laut sebesar 33 ppm; ikan tawar 1/5. Agar keseimbangan tekanan terjaga, mekanisme osmosis bekerja di tubuh ikan. Intinya ikan akan mengatur keluar-masuk air di tubuh. Dengan alasan itu pula larutan yang disebut di atas memiliki konsentrasi garam sesuai kisaran salinitas cairan tubuh ke kedua ikan berbeda habitat, antara 1/5–2/5 ppm. Melihat maskoki dan nemo berenang bersama di satu akuarium memang sangat menyenangkan.

Facebook Fans Page

Exit Jangan Lupa Like Ya