Translate

IFFC mengundang anda bergabung dan ikut serta dalam pengembangan dari site ini, dalam prosesnya banyak kemungkinan yang bisa terjadi. hal ini tak terlepas dari kunjungan, komentar dan saran dari anda semua yang sangat kami harapkan. dengan kerja keras diharapkan nantinya akan menjadi salah satu site terlengkap yang menghadirkan berbagai artikel, kiat-kiat, saran dan info terkini mengenai frehwater fish.

Saya mengapresiasi kunjungan anda dan sangat menghargai junker yang selalu meninggalkan jejak bukan seorang silent rider yang cuman jadi tukang intip. Hargailah hasil karya blogger dalam pengadaan thread dengan meninggalkan jejak walau hanya beberapa patah kata.

klik sharing --> mempromosikan site
klik fans page --> berlangganan kiriman via FB
klik
join this site --> terkait dengan IFFC

Tampilkan postingan dengan label Arapaimidae. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Arapaimidae. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 01 Maret 2014

Pemilihan Berbagai Pakan Arowana

Dalam pemilihan pakan untuk arwana ada beberapa hal yang perlu diperhatikan selain jenis pakan yang akan diberikan, arwana tentu saja akan menolak secara langsung jenis pakan baru yang diberikan apabila kita memberikan pakan tertentu dengan jumlah yang banyak dan waktu yang lama, sehingga tidak disarankan dalam 24 jam memberikan pakan sejenis untuk seekor arwana. 
Kita mengenal 3 jenis pakan berdasarkan fungsi dan kegunaannya secara umum untuk diketahui, yaitu : 
  1. Pertumbuhan Arowana (Growth).
    Jenis pakan yang masuk kedalam kategori ini adalah anak ikan seperti ikan mas, ikan lele, kodok, cicak, beberapa jenis pengerat dan lain sebagainya. 
  2. Warna Arowana (Enhancer).
     
    Jenis pakan yang dapat meningkatkan kualitas warna dari arwana dintaranya adalah ; lipan/kelabang, udang, ulat hongkong/jerman (super worm), pelet arwana, dll.
  3. Common Food (pakan sehari-hari).
    Jenis pakan dalam kategori ini juga beragam diantaranya adalah ; jangkrik, belalang, daging, pelet, dll.
Selain untuk kesehatan, perkembangan serta kebiasaan arwana disarankan agar tidak memberi pakan berlebih kepada arowana, karena selain sisa makanan dan kotoran yang dapat menurunkan kualitas air, juga dapat mengakibatkan kegemukan, trauma terhadap suatu jenis pakan, atau juga aro tidak mau menerima jenis pakan lain jika kita kesulitan menemukan pakan tersebut pada suatu waktu. So...arolovers kudu sedia berbagai stok pakan dong... :D

Senin, 28 Oktober 2013

Arapaima Gigas Tahan Terhadap Gigitan Piranha



Seekor ikan air tawar yang ditemukan di Sungai Amazon di Brazil bernama Arapaima gigas, mampu bertahan hidup dari gigitan piranha. Ilmuwan yang mengamati Arapaima mencari tahu rahasia dibalik kekuatan pelindung pada sisik atau kulit untuk pengembangan baju besi.

Seperti diketahui karnivora yang hidup di air ini bisa melahap mangsanya menjadi tulang belulang hanya dalam hitungan menit. Piranha menjadi predator yang ditakuti dengan giginya yang tajam dan rahangnya yang kuat.

Dilansir Telegraph, Kamis (17/10/2013), ilmuwan terinspirasi dengan kemampuan Arapaima gigas dan mengembangkan perangkat pelindung dari besi yang kuat terhadap peluru dan serangan pisau. Para ilmuwan menemukan sisik pelindung hewan air tawar ini mampu menyerap dampak dari gigitan piranha dengan adanya proses peregangan dan memutar.







Hal inilah yang menyebabkan gigi piranha bahkan bisa patah. Sehingga, Arapaima gigas jarang menjadi mangsa predator mengerikan asal Amazon ini. Robert Ritchie dari University of California Berkeley mengungkap, sisik yang dimiliki ikan ini memiliki struktur khusus yang bisa tahan terhadap tekanan.

Ilmuwan menjelaskan, lapisan luar yang mengeras, membuat mereka tahan terhadap penetrasi gigi runcing. Kemampuan sisik ini bisa ditiru untuk pengembangan jenis baru dari pelindung tubuh dari perisai.

Arapaima adalah ikan terbesar yang ditemukan di sungai Amerika Selatan. Hewan ini bisa tumbuh hingga enam kaki tujuh inci untuk panjang dan berat sekira 220 pon. Para peneliti menggunakan sinar-X untuk menentukan struktur lapisan.





Diketahui setiap lapisan terbuat dari kolagen protein, yang juga ditemukan pada rambut dan kuku. Lapisan atas memiliki kandungan mineral yang tinggi, sehingga membuat lapisan ini keras. Sementara lapisan bawah memiliki kandungan mineral lebih rendah yang membuatnya lebih fleksibel.

Rabu, 02 Januari 2013

2 SPECIES OF FAMILY ARAPAIMIDAE (BONYTONGUES)

1. Arapaima gigas (Arapaima).

- Distribution : South America.
- Max. Length (cm) : 450 TL.






2. Heterotis niloticus (African bonytongue).

- Distribution : Africa.
- Max. Length (cm) : 100 SL.




Rabu, 14 November 2012

TIPS MEMELIHARA ARWANA DALAM AQUARIUM



Ikan arwana dapat hidup baik di akuarium. Akan tetapi, ikan tersebut dapat hidup baik di akuarium apabila akuariumnya mampu mendukung kehidupan arwana. Akuarium yang seperti apakah yang sesuai untuk arwana? Inilah tips memelihara ikan arwana dalam akuarium.
A. Akuarium dan Perlengkapan yang Memenuhinya.
Berhasil tidaknya akuarium menjadi yang nyaman bagi ikan arwana, sangat dipengaruhi oleh kelengkapan sarana pendukungnya.
    Tips Memelihara Ikan Arwana Dalam Akuarium
  • Aerator. Fungsi aerator atau pompa udara adalah menyuplai udara ke dalam air akuarium sekaligus menguapkan atau mendorong hasil sisa-sisa pernapasan ke luar dari akuarium. Aerator dikatakan baik, jika arus listrik yang menggerakkannya kecil, tetapi udara yang ditiupkannya relatif banyak.
  • Heater dan Thermometer. Alat pemanas (heater) ini diperlukan pada waktu suhu air akuarium turun secara drastis. Sedangkan alat pengontrol suhu air termometer juga dipasang dalam akuarium. Di daerah dingin, heater dan termometer ini sangat dibutuhkan.
  • Filter. Fungsi filter atau  penyaring air dalam akuarium. Filter ini berfungsi untuk menyedot air akuarium, menyaring dan mengembalikannya lagi ke dalam akuarium dalam kondisi bersih.
  • Lampu TL. Keberadaan lampu TL, selain menyinarkan cahaya, juga untuk mempercantik penampilan akuarium. Akan tetapi, sinar lampu TL justru dapat menimbulkan panas yang melebihi kebutuhan. Idealnya untuk akuarium seluas 80 x 40 cm memerlukan lampu TL berdaya 20 watt.
  • Rajin melakukan perawatan akuarium. Mau tak mau jika Anda terlanjur mencintai ikan arwana dalam akuarium, Anda harus rajin melakukan perawatan. Dengan perawatan yang baik, maka penampilan arwana dalam akuarium tampak sehat, segar dan menyenangkan.
B. Pemberian Makanan yang Sesuai Kebutuhan Arwana.
Makanan utama ikan arwana dalam akuarium adalah kelabang. Akan tetapi arwana jangan terus-menerus diberi kelabang. Sebaiknya divariasikan dengan makanan lain. Contohnya : udang, kecoa, katak, lipan, kadal, maupun jangkrik.
C. Pengontrolan dan Penggantian Air.
Setiap hari Anda harus mengontrol suhu dan pH air. Adapun suhu air ideal bagi ikan arwana sekitar 25-27 derajat Celcius. Andaikata suhu air dingin, segera nyalakan heater hingga suhu air sesuai kebutuhan. Sedangkan pH yang dikehendaki sekitar 6-8,5. Andaikan pH terlalu rendah, maka tambahlah kapur kedalam akuarium. Selain itu, sanitasi air perlu diperhatikan pula, silakan mengobati air akuarium dengan Malachite green, dengan frekwensi 3 minggu sekali.
Dan jangan lupa, air akuarium juga perlu diganti. Namun penggantiaa air dipilahkan menjadi dua, yakni :
  • Penggantian air secara reguler setiap 2 hari sekali dengan volume 10% dari seluruh volume air akuarium, dan
  • Total penggantian air dilakukan setiap 3 bulan sekali. Jika Anda menggunakan air PAM, sebaiknya dibiarkan 24 jam terlebih dahulu agar kandungan khlor mengendap dan setelah itu arwana baru dimasukan kedalam akuarium.
D. Penataan Interior Akuarium.
Kehidupan di dalam akuarium merupakan replika lingkungan hidup di alam bebas. Oleh karena itu, perlu penataan interior dalam akuarium. Hal ini berarti menuntut apresiasi estetika, sehingga perpaduan antara keindahan akuarium dengan anggunnya ikan arwana sanggup menampilkan nuansa yang harmonis.
E. Tanaman Air.
Mengingat asal-muasal ikan arwana yang suka bersembunyi di bawah tanaman air, maka Anda juga harus menyediakan tanaman air. Ada beberapa jenis tanaman air yang dapat dipilih antara lain: Vallisneria spiralis, Hidrilla verticillata, Riccia fluiutana, Higrophila polisperma, Pistia stratiotes, Najas indica.
F. Pasir Batuan.
Pasir digunakan sebagai landasan peletakan batuan. Sebaiknya Anda menggunakan pasir sungai, yang masih bercampur dengan humus. Disamping itu, Anda juga perlu memberi batuan dan karang-karangan. Ukuran batu yang ideal berdiameter 3 mm. Batuan tersebut memiliki berbagai corak dan warna yang beragam serta indah dipandang.

Kamis, 01 Maret 2012

ARWANA

Siapa yang tak kenal ikan yang satu ini, keelokan warna dan keanggunan serta keluwesannya dalam berenang memang sudah menjadi legenda para hobies di berbagai belahan bumi. Arwana atau Arowana (familia Osteoglossidae) merupakan ikan air tawar purba yang tersebar di seluruh dunia, mulai dari Afrika, Asia Tenggara, Australia hingga Amerika Selatan. Studi genetik dan temuan fosil menunjukkan, ikan ini setidaknya telah hidup di bumi sejak 220 juta tahun yang lalu. 


Gambar 1. Arwana Sebagai ikan purba, arwana memiliki karakter fisik yang unik. Kepala umumnya bertulang kokoh, dengan tubuh memanjang, berselubung sisik besar dan saling bertumpuk membentuk suatu mosaik yang indah. Sirip punggung dan sirip anal terletak jauh di belakang tubuh. Sirip dada dan perut berukuran kecil (Gambar 1 dan 2). 


Gambar 2. Bagian-bagian tubuh Arwana (Sumber: www.arowana.co.uk – modified) Bagi para hobiis dan penangkar ikan hias, salah satu bagian tubuh yang sangat penting dan seringkali menentukan kualitas ikan Arwana adalah kondisi sisik, terutama dilihat dari kesempurnaan bentuk sisik dan warnanya. Satu sisik Arwana memiliki warna utama yang disebut warna dasar (base color). Warna dasar ini biasanya dikelilingi oleh warna lain yang lebih gelap/pudar, berpola melingkar/cincin yang disebut cincin kedua. 



Sedangkan pola warna cincin yang terdapat pada bagian paling luar atau paling tepi dari sisik disebut cincin pertama. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 3 di bawah.


Sisik arwana dibagi menjadi 6 level (tingkat/baris) yang mulai dihitung dari arah badan bagian bawah ke atas. Level atau baris sisik pertama terdapat pada bagian perut, baris sisik yang terletak di atas perut di sebut level kedua, demikian seterusnya hingga level 6 yang berada pada bagian paling atas (punggung). Pembagian level sisik ini dapat dilihat pada Gambar 3 (di atas). Level/Baris sisik ini sangat penting dalam menentukan kualitas arwana, terutama Arwana emas (Red Tail Golden/Indonesian Golden dan Crossback Golden asal negeri jiran Malaysia). Ciri unik lainnya dari arwana adalah adanya semacam pelat tulang yang ditumbuhi gigi dan terletak di lantai bawah mulut. Pelat tulang ini berbentuk seperti lidah, sehingga arwana seringkali disebut sebagai ikan berlidah tulang (bonytongue fish) seperti tampak pada Gambar 4 di bawah ini. 


Gambar 4. Anatomi ikan Arwana Arwana termasuk ikan karnivor yang mendiami habitat sungai dan danau berair tenang.

Kadang-kala juga ditemukan di riam yang berarus kuat. Daerah tepian sungai yang ditumbuhi banyak pohon hutan dengan akar yang terjulur di dalam air dan dedaunan yang rimbun di atasnya, menjadi habitat favorit bagi Arwana. Habitat tersebut umumnya menyediakan banyak makanan dan daerah perlindungan yang baik. Sebagai predator khusus permukaan air, keluarga ikan Arwana sangat pandai melompat ke udara untuk mengejar mangsa yang terdiri dari serangga, reptil dan burung. Arwana juga memiliki kemampuan yang baik dalam memperhitungkan posisi mangsa yang terletak di atas permukaan air. Hal ini tidak mudah, sebab harus memperhitungkan sudut pandang yang “bergeser” akibat pembiasan cahaya. Tidak seperti ikan pada umumnya, Arwana hanya bernapas dengan cara langsung mengambil oksigen dari udara/permukaan air (obligate air breather). Ibarat atlet loncat tinggi olimpiade, kemampuan meloncat Arwana tak tertandingi ikan air tawar manapun. Arwana mampu melompat hingga 2 meter di udara. Bahkan, arwana mampu menangkap kelelawar besar yang terbang rendah di permukaan air. Kemampuan melompat Arwana mungkin hanya dapat ditandingi oleh “jumper master” lainnya, yaitu ikan salmon yang kembali ke hulu sungai untuk bertelur. Membedakan jenis kelamin ikan arwana termasuk gampang-gampang susah, karena tidak adanya ciri kelamin sekunder khusus yang dimiliki oleh jantan dan betina. Salah satu cara membedakan jantan dan betina Arwana mungkin dapat dilakukan dengan membandingkan lebar penutup insang (operculum) seperti tampak pada Gambar 5 di bawah ini.


Gambar 5. Perbedaan ikan Arwana jantan dan betina Perilaku berbiak Arwana juga tergolong unik. Sebagai “orangtua”, induk arwana, tergolong ikan yang “bertanggung jawab”. Saat musim kawin tiba, telur yang telah dibuahi akan dijaga oleh kedua induk hingga menetas. Setelah menetas, juvenil akan ditampung di dalam mulut salah satu induk (Mouth brooder). Hal ini bertujuan untuk menghindari pemangsaan juvenil arwana oleh penghuni sungai lainnya. Biasanya tugas ini dilakukan oleh induk jantan seperti tampak pada Gambar 6. Saat si baby Arwana yang imut-imut dan lucu itu berukuran sedikit lebih besar, sang ayah akan melepaskan mereka untuk mengenal lingkungan sekitar. Jika ancaman marabahaya tiba, sang ayah pun akan memberi sinyal agar arwana kecil masuk kembali ke dalam mulutnya. Jika kantong kuning telur sudah mengempis, anak arwana secara naluriah akan terdorong untuk belajar mencari makan sendiri. Dalam beberapa minggu, anak arwana akan mandiri dan berpisah dari induknya
.

Gambar 6. Anak ikan Arwana dalam mulut induk jantan. Hingga saat ini, sebanyak sepuluh spesies ikan Arwana telah berhasil dideskripsikan oleh para ahli taksonomi, 1 spesies tersebar luas di Afrika tropis, 4 spesies dari Asia Tenggara, 2 spesies dari Australia Utara dan 3 spesies dari Amerika Selatan. Adapun ke-sepuluh spesies Arwana (familia Osteoglossidae) adalah: Subfamilia Heterotidinae (Arwana tanpa sungut) * Arwana Afrika/African Arowana: Heterotis niloticus (Cuvier, 1829) * Arwana Pirarucu/Arapaima: Arapaima gigas (Cuvier, 1829) Subfamilia Osteoglossinae (Arwana bersungut) * Arwana Perak/Silver Arowana: Osteoglossum bicirrhosum (Cuvier, 1829) * Arwana Hitam/Black Arowana: Osteoglossum ferreirai (Kanazawa, 1966) * Arwana Hijau/Green Arowana: Scleropages formosus (Schlegel & Müller, 1844) * Arwana Emas/Red Tail Golden/Indonesian Golden Arowana : Scleropages aureus (Pouyad, Sudarto & Teugels, 2003) * Arwana Perak Indonesia/Indonesian Silver Arowana : Scleropages macrocephalus (Pouyad, Sudarto & Teugels, 2003) * Arwana Merah/Super Red Arowana : Scleropages legendrei (Pouyad, Sudarto & Teugels, 2003) * Arwana Papua/Red Saratoga/Northern Spotted Baramundi : Scleropages jardinii (Saville-Kent, 1892). * Arwana Australia/Silver Saratoga/Southern Spotted Barramundi : Scleropages leichardti (Günther, 1864). Wilayah Asia tenggara termasuk salah satu pusat penyebaran ikan Arwana. Sejak lama, varietas Arwana di Asia Tenggara dianggap sebagai satu spesies saja (Scleropages formosus). Studi morfologi biometrik yang dikombinasikan dengan analisis genetik yang dilakukan dalam kurun 10 tahun terakhir, memunculkan fakta baru, bahwa ikan Arwana Asia tenggara ternyata terdiri dari beberapa spesies yang berbeda. Poyaud, et al. dalam sebuah jurnal tahun 2003, akhirnya membagi ikan Arwana Asia Tenggara dalam 4 spesies berbeda, yaitu Arwana Hijau, Arwana Emas, Arwana Perak dan Arwana Merah, seperti tampak pada Gambar 7. di bawah ini. 


Gambar 7. Jenis-Jenis Arwana Asli Asia Tenggara. Dari atas ke bawah berturut-turut: Arwana Hijau/Green Arowana (Scleropages formosus), Arwana Perak/Silver Asian Arowana (Scleropages macrocephalus), Arwana Emas/Red Tailed Golden-RTG/Indonesian Golden Arowana (Scleropages aureus), Arwana Merah/ Super Red Arowana (Scleropages legendrei). Seluruh spesies Arwana ini dapat ditemukan di Indonesia.  

1. Arwana Hijau/Green Arowana (Scleropages formosus Schlegel & Müller, 1844) Arwana hijau termasuk spesies arwana yang memiliki daerah sebaran paling luas di Asia Tenggara. Jenis ini dapat ditemukan di Myanmar, Thailand, Vietnam, Kamboja, Malaysia dan Indonesia. Arwana hijau mudah dikenali dari bentuk tubuhnya yang lebar dan agak pendek. Warna dasar sisik biasanya krem terang yang diselingi warna hijau pada cincin sisik kedua. Kadang-kadang sisik memeiliki warna dasar hijau gelap. Sirip punggung, anal dan ekor berwarna abu-abu gelap bercampur hijau. Bagian lingkaran mata juga berwarna hijau. Mulut dan penutup insang (operculum) juga lebih bulat dibandingkan spesies arwana lainnya. Contoh spesies arwana hijau dapat dilihat pada Gambar 8 di bawah ini.


Gambar 8. Arwana Hijau (Scleropages formosus). Negeri jiran Malaysia juga memiliki Arwana hijau varietas Nami (ikan sebelah atas) yang ditandai dengan adanya corak unik pada bagian kepala. Di Indonesia, Arwana hijau dapat ditemukan di sungai-sungai besar di pulau Sumatera dan Kalimantan. Secara alami, Ikan Arwana tidak ditemukan di Pulau Jawa. Arwana hijau merupakan spesies yang memiliki populasi paling melimpah dibandingkan dengan spesies lainnya. Negeri serumpun Malaysia memiliki varian Arwana hijau yang di sebut Nami. Varian ini umumnya tersebar di danau Muda dan danau Pedu di daerah Semenanjung Malaya. Adanya corak yang unik (seperti pola garis-garis pada karang otak), membuat harga varian Nami lebih mahal dari Arwana biasa. Daerah sebaran varian Nami dapat dilihat pada Gambar 9 di bawah ini.


Gambar 9. Sebaran Arwana Hijau termasuk varian Nami dan Crossback Golden di Semenanjung Malaya. Harga Arwana Hijau tergolong paling terjangkau, karena populasinya yang masih cukup banyak dan warna sisiknya yang kurang menyolok. Meskipun demikian, jenis Arwana hijau merupakan salah satu Arwana favorit yang banyak dipelihara hobiis, terutama oleh para pemula atau yang masih dalam taraf belajar memelihara atau menangkarkan arwana. Setelah khatam menguasai seluk beluk arwana hijau, sebagian hobiis biasanya akan beralih mencoba memelihara jenis Arwana lain yang lebih mahal.  

2. Arwana Perak/Indonesian Silver Arowana (Scleropages macrocephalus Pouyad, Sudarto & Teugels, 2003) Arwana Perak termasuk ikan endemik pulau Kalimantan. Para hobiis dan penangkar Arwana mengenal spesies ini dengan sebutan Red Banjar. Tubuh Arwana Perak umumnya memanjang dengan warna hijau gelap pada bagian punggung. Sisik hampir seluruhnya berwarna perak agak gelap dengan cincin sisik berwarna hijau zaitun yang samar. Daerah hulu sungai besar yang berair tenang dan jernih dengan derajat keasaman air (pH) lebih dari 6 merupakan habitat favorit bagi Arwana Perak. Kadang-kadang, Arwana Perak juga ditemukan di sungai yang mengalir deras. Jenis ini juga termasuk tipe mouth brooder yang melindungi telur dan juvenil-nya di dalam mulut. Telur Arwana perak tergolong besar dibandingkan jenis Arwana lainnya. Saat ini dikenal 3 varian Arwana Perak berdasarkan warna sirip punggung, sirip anal dan sirip ekornya, yaitu: varian Pino/Pinoh (Greytail silver), Banjar Kuning (yellowtail silver/Yellow Banjar) dan Banjar Merah (Redtail silver/Red Banjar). Ketiga varian Arwana Perak dapat dilihat pada Gambar 10 dibawah ini. 


Gambar 10. Arwana Perak (Scleropages macrocephalus) atau Indonesian Silver Arowana. Varian Banjar Kuning/Yellowtail Silver (atas), varian Pino/Pinoh (tengah) dan varian Banjar Merah/Red Banjar (bawah). Varian sirip hijau/abu-abu memiliki daerah sebaran di Sungai Melawi dan Pinoh (anak Sungai Kapuas) sehingga kadang-kadang varian ini disebut juga sebagai Arwana Pino. Sedangkan 2 varian lainnya, yaitu sirip kuning dan sirip merah, diketahui hanya memiliki sebaran yang terbatas di Sungai Barito Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. Harga Arwana Pino sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan Arwana hijau, varian yellowtail sedikit di atas Arwana Pino. Sedangkan harga Banjar Red tergolong paling mahal di antara semua varian Arwana Perak Studi genetik menunjukkan bahwa Arwana Perak memiliki hubungan kekerabatan yang paling dekat dengan Arwana hijau dibandingkan dengan jenis arwana lainnya (Pouyaud et al. 2003). 3. Arwana Emas/Red Tail Golden Arowana (Scleropages aureus Pouyad, Sudarto & Teugels, 2003) Arwana emas (Red Tail Golden) hanya memiliki daerah sebaran yang terbatas di pulau Sumatera saja. Jenis ini umumnya ditemukan di danau-danau/lahan basah gambut di sekitar sungai besar seperti Sungai Siak di Pekan Baru, Riau dan Sungai Batang Hari di Taman Nasional Berbak, Propinsi Jambi. Arwana emas ini dikenal juga dengan nama Indonesian Golden Arowana. Daerah sebaran Arwana Emas dapat dilihat pada Gambar 11 di bawah ini. 


Danau atau Sungai yang berada di sekitar lahan gambut umumnya memiliki karakteristik air yang unik. Air di daerah ini biasanya bersifat asam dengan pH < 6, warna air pun lebih pekat (hitam) atau kemerah-merahan. Hal ini terjadi karena adanya kandungan tanin terlarut yang tinggi dan berasal dari bagian tumbuhan yang terendam atau mengalami pembusukan. Arwana emas memiliki warna dasar sisik coklat gelap atau kehitaman dengan cincin sisik berwarna emas. Warna sisik di punggung atau sisik level 6 umumnya didominasi oleh warna hitam. Sedangkan ekornya berwarna merah atau campuran merah coklat atau coklat terang. Saat masih juvenil, warna emas pada sisik masih terlihat samar. Warna emas pada sisik akan semakin terlihat seiring bertambahnya umur. 


Gambar 11-a. Arwana Emas (Red Tail Golden-RTG) biasa dalam akuarium. Perhatikan sisik emasnya yang hanya mencapai level 4. Arwana emas dibedakan menjadi beberapa varian berdasarkan tingkatan (level) sisik yang tertutup oleh warna emas. Varian yang paling banyak adalah Red tail Golden biasa dengan warna emas hanya mencapai level sisik ke 4 atau 5 (Gambar 11-a). Jika warna emas pada sisik mencapai level 5 dengan sempurna, maka jenis ikan ini disebut Highback Golden. Sedangkan jika warna emas pada sisik mencapai punggung atau level 6, maka ikan seperti ini disebut Super Highback Golden (Gambar 12). 


Gambar 12. Arwana emas (Scleropages aureus). Arwana emas (Red Tail Golden – RTG) dibagi menjadi beberapa varietas, yaitu: Arwana emas biasa/Golden (atas), Highback Golden (tengah) Super Highback Golden (bawah). Varian arwana super highback termasuk jarang ditemukan sehingga harga varian ini relatif mahal. Warna yang lebih merah/cerah pada sirip juga lebih mahal dibandingkan dengan ikan dengan warna yang lebih gelap. Jadi, makin cerah warna ikan, makin mahal harganya. Arwana emas dikenal sebagai spesies Arwana yang paling agresif dan memiliki daya tahan hidup yang tinggi. Populasi Arwana emas sudah jarang ditemukan di alam, sehingga oleh IUCN dimasukkan dalam daftar merah spesies yang terancam punah (endangered). Negeri jiran Malaysia juga memiliki varian Arwana emas yang mirip dengan Red Tail Golden (RTG) dari Sumatera. Varian Arwana Malaysia dikenal dengan nama Crossback Golden (CBG atau X-BG). Disebut demikian, karena warna emas pada sisiknya dapat mencapai level 6 atau mencapai sisik di bagian punggung. Beberapa varian Arwana Crossback dapat dilihat pada gambar 13 di bawah ini. 


Gambar 13. Arwana Emas Crossback Golden (CBG atau X-BG). Arwana ini merupakan varietas endemik Semenanjung Malaya dan termasuk salah satu varietas Arwana yang paling indah. Ciri khas dari Arwana ini terletak pada sisik emasnya yang merata hingga ke punggung (karena itu disebut crossback). Varian Blue Base Crossback (atas) serta Crossback Golden (tengah dan bawah) merupakan varian crossback kelas satu yang harganya sangat mahal. Dibandingkan Red Tail dari Sumatera, warna emas Arwana Crossbak jauh lebih terang dan menyolok. Warna emasnya pun lebih penuh dan merata di setiap sisik. Oleh karena itu, harga Arwana Crossback ini jauh lebih mahal dibandingkan dengan Arwana Red Tail. Harga varian crossback terbaik bahkan dapat mengalahkan harga Arwana Super red. Bagi sebagian hobiis, Arwana crossback dianggap sebagai salah satu varian arwana yang paling indah. Arwana Crossback Golden hanya diproduksi oleh penangkar di Malaysia dan Singapura. Untuk memperoleh Arwana Crossback dengan kualitas terbaik tergolong sulit karena membutuhkan induk berkualitas yang harganya mahal. Peluang munculnya ikan dengan pola sisik yang sempurna pun tergolong kecil. Saat ini, para penangkar Arwana di Malaysia mencoba menghasilkan varian arwanaCrossback dengan warna sisik seperti emas 24 karat yang menyelubungi seluruh tubuh. Dari sisi taksonomi, posisi Arwana ini belum begitu jelas karena masih menyandang nama ilmiah yang lama, Scleropages formosus. Menurut Poyaud et al. (2003), ciri-ciri Arwana Crossback sangat mirip dengan Arwana Red Tail Golden. Namun belum dapat dipastikan, apakah Arwana Crossback termasuk subspesies dari Red Tail Golden atau termasuk spesies yang terpisah. Arwana Crossback hanya ditemukan terbatas di Semenanjung Malaya terutama di negara bagian Pahang dan Bukit Merah (Gambar 9).  

4. Arwana Merah/Super red Arowana (Scleropages legendrei Pouyad, Sudarto & Teugels, 2003) Arwana merah atau Super Red Arowana termasuk satwa endemik Kalimantan Barat yang secara alami memiliki daerah sebaran terbatas di hulu sungai Kapuas dan Danau Sentarum (Gambar 15). Arwana ini mudah dikenali dari warnanya yang merah cerah mulai dari mulut, penutup insang hingga ekor seperti tampak pada Gambar 14 dibawah ini. 


Gambar 14. Arwana Merah Lahan basah atau daerah tergenang di sekitar danau Sentarum umumnya tergolong asam dengan pH < 6. Airnya berwarna sedikit gelap atau kemerahan, disebabkan oleh kandungan tanin tinggi yang berasal dari gambut serta sisa tumbuhan yang membusuk. Warna merah yang menyolok pada Arwana ini diduga sebagai adaptasi terhadap kondisi perairan yang unik tersebut. Dalam lingkungan seperti ini, warna merah lebih memudahkan bagi warna untuk menyamarkan diri saat berburu mangsa. Salah satu fakta yang menarik adalah adanya kemiripan habitat antara Arwana Merah dengan Arwana emas asal Sumatera. Kedua jenis Arwana endemik Indonesia ini sama-sama hidup di perairan yang cenderung asam dan berair gelap. 


Gambar 15. Daerah Sebaran Arwana Merah dan Arwana Perak endemik Indonesia Danau Sentarum dikenal sebagai salah satu daerah lahan basah (wetlands) terbesar di Asia Tenggara. Danau ini menjadi salah satu lokasi transit bagi burung yang bermigrasi dari belahan bumi utara untuk menghindari musim dingin. Oleh sebab itu, danau ini masuk dalam situs yang dilindungi berdasarkan konvensi Ramsar sejak tanggal 30 Agustus 1994 dengan nomor situs 667 (http://www.ramsar.org/pdf/sitelist_order.pdf). Arwana Merah memiliki banyak varian berdasarkan bentuk tubuh dan warna sisiknya. Proses seleksi, budidaya termasuk kawin silang antar spesies memungkinkan munculnya varian baru. Dari bentuk kepalanya, hobiis mengenal 3 tipe kepala Arwana, yaitu: normal, sendok dan king seperti tampak pada Gambar 16. Tipe normal dimiliki kebanyakan arwana, tipe sendok dicirkan dengan bentuk kepala yang panjang dan berlekuk ke bawah. Sedangkan tipe King ditandai dengan ukuran kepala yang kecil dengan lekuk ekstrim. Ciri lain adalah adanya tonjolan (bungkuk/bongkok/humpback) dekat kepala yang sepintas mirip bentuk mahkota di atas kepala seorang Raja . Oleh karena itu, hobiis menyebut tipe ini sebagai Arwana King 


Gambar 16. Bentuk Kepala Ikan Arwana. Normal (kiri), Sendok (tengah) dan King (kanan). Arwana King memiliki tubuh yang lebih pendek dibandingkan dengan Arwana biasa. Bentuk yang unik ini mungkin terjadi akibat mutasi/kelainan genetik. Populasi Arwana King di penangkaran tergolong jarang sehingga harga ikan jenis ini sangat tinggi di pasaran. Varian King ditemukan pada semua spesies Arwana termasuk Arwana Merah seperti dapat dilihat pada Gambar 17 di bawah ini. 


Gambar 17. Arwana King. Perhatikan lengkung kepalanya yang ekstrim dan tubuhnya yang pendek. Arwana unik ini termasuk jarang sehingga harganya sangat tinggi di pasaran. Selain bentuk kepala, Arwana juga memiliki berbagai macam model sisik yang unik. Ada yang memiliki 3 warna dalam satu sisik, ada yang memiliki pola cincin yang tebal atau hanya memiliki warna dasar saja. 


Gambar 18 di atas menunjukkan sebagian dari variasi warna sisik Arwana Merah. Tingkat kecerahan dan pola warna sisik sangat menentukan harga jual Arwana. Ikan dengan warna dasar sisik biru dan cincin merah memiliki harga jual yang lebih mahal dibandingkan warna lainnya. Demikian pula pola cincin sisik yang tipis dan berwarna terang akan memiliki harga jual lebih mahal dibandingkan pola cincin sisik yang tebal. Berdasarkan kualitas warnanya, hobiis mengenal beberapa tipe kelas untuk Arwana. Varian Super Red, Chili Red, dan Blue Base Super Red yang warnanya sangat cerah masuk dalam Grade 1. Jenis Arwana dengan warna merah kurang cerah seperti Yellow Red dan Orange Red masuk dalam Grade 1.5. Sedangkan seluruh Arwana diluar Super Red, Crossback dan RTG seperti Arwana Hijau, Pino, Red Banjar dan Yellow Banjar dikategorikan sebagai Arwana Grade 2. Posisi Crossback, RTG dan Hybrid Arowana masih belum jelas. Bisa Grade 1 atau 1.5 tergantung kualitas ikannya. 


Gambar 19. Varian Arwana Merah. Chili Red (atas), Super Red (tengah) dan Super Red muda (bawah). Varian in termasuk Grade 1 yang harganya mahal. 


Gambar 20. Varian Arwana Merah. Chili Red (atas), Violet Fusion Super Red (tengah) dan Blue Base Super Red (bawah). Varian ini termasuk Grade 1 kualitas premium yang harganya sangat mahal. Tidak semua Arwana Merah memiliki warna sisik yang menyolok seperti Super Red. Varian Yellow Red misalnya, hanya memiliki warna merah pada siripnya. Demikian pula varian Orange Red, hanya memiliki semburat merah pada ujung ekornya saja. Meskipun bukan varian kelas satu, harga Arwana ini tetaplah mahal untuk ukuran orang kabanyakan. 


Gambar 21. Varian super Red. Yellow Red (atas), Dark Chili Red (tengah) dan Orange Red (bawah). Arwana Hibrida Untuk meningkatkan kualitas warna dan menciptakan varian baru, para penangkar Arwana melakukan kawin silang terhadap 2 spesies Arwana berbeda. Warna Arwana Hibrida hasil kawin silang ini sangat unik dan eksotis yang didominasi oleh warna coklat gelap keemasan. Arwana yang sering disilangkan adalah jenis Crossback (endemik Malaysia) dengan Red Tail Golden (endemik Indonesia). Keduanya memiliki keunggulan yang berbeda. Jenis Crossbak memiliki kelebihan pada warna sisik emasnya yang lebih terang dan merata hingga punggung. Sedangkan RTG memiliki keunggulan pada postur tubuhnya yang lebih besar dan daya tahan tubuhnya yang tinggi. Persilangan antara Crossback atau RTG dengan Super Red biasanya menghasilkan Arwana dengan sisik yang lebih cerah dibandingkan RTG x Crossback. Beberapa contoh Arwana hibrida dapat dilihat pada Gambar 22 di bawah ini. Varian hibrida Crossback Splendour berasal dari hasil kawin silang antara Crossback dengan Super Red Grade 1 . Jika Crossback disilangkan dengan Red Tail Golden hasilnya adalah Premium RTG. Varian Premium RTG yang disilangkan dengan Crossback menghasilkan Supreme RTG.


Gambar 22. Arwana Hibrida. Crossback Splendour adalah hasil persilangan antara Crossback Golden x Grade 1 Super Red (atas dan tengah atas) . Supreme RTG (Crossback Golden x Premium RTG) (tengah). RTG Splendour (Crossback Splendour x RTG) (bawah). Sumber: http://www.otf.com.sg/species.htm. Arwana hibrida memiliki warna yang unik dan jumlah yang terbatas. Hibrida ini juga berasal dari induk yang diseleksi khusus. Oleh karena itu harganya jauh lebih mahal dibandingkan dengan RTG biasa. Bahkan harga Arwana hibrida ini rata-rata sama dengan harga Crossback, yaitu dikisaran 12-20 juta rupiah. 

5. Arwana Papua/Jardini/Northern Spotted Baramundi Scleropages jardinii (Saville-Kent, 1892). Selain Sumatera dan Kalimantan, ikan Arwana juga dapat ditemukan di Papua. Karakteristik Arwana Papua sedikit berbeda dengan Arwana Asia. Sebagai contoh, jumlah baris sisik Arwana Papua lebih banyak yaitu: sekitar 7-8 baris. Ukuran sisik juga lebih kecil dari Arwana Asia. Corak warna Arwana Papua lebih kusam, dengan pola cincin melingkar seperti bulan sabit di tepi sisik berwarna hijau atau merah. Jika terkena cahaya lampu dari sudut yang tepat, sisik Arwana Papua akan berkilauan sangat indah seperti mutiara. Oleh karena itu, Arwana Papua sering juga disebut sebagai Arwana Mutiara atau Pearl Arowana. Arwana Papua memiliki 2 varian yaitu: Red Pearl (mutiara merah) dan Green Pearl (mutiara hijau). Arwana Red Pearl mudah dikenali dari adanya beberapa corak seperti garis bercoret berwarna merah muda di sekitar mata dan penutup insangnya. Tepi sisiknya yang berbentuk seperti bulan sabit pun berwarna merah muda. Sedangkan Green Pearl berwarna lebih polos, sisik berbintik kehijauan dengan sirip berwarna abu-abu dan hitam. Beberapa spot putih dapat ditemukan di sirip punggung dan sirip anal (Gambar 23). Arwana Papua dapat mencapai ukuran panjang 90 cm dengan berat sekitar 20 kg. Arwana ini juga bersifat sangat agresif sehingga tidak dianjurkan untuk digabung dengan jenis arwana lainnya dalam satu akuarium. Arwana Papua banyak ditemukan di Sungai dan danau sekitar Merauke. Arwana ini juga ditemukan di Australia utara dan Queensland. 


Gambar 23. Arwana Papua dan Australia. Varian Green Pearl (atas), Red Pearl (tengah) dan Saratoga/Southern Spotted Barramundi (bawah). 

 6. Arwana Australia/Silver Saratoga/Southern Spotted Barramundi Scleropages leichardti (Günther, 1864). Arwana Australia memiliki ciri yang hampir sama dengan Arwana Papua. Sisik berwarna kecoklatan dengan cincin kedua berwarna hijau. Tepi sisik berwarna jingga. Warna ekor hijau gelap dengan semburat jingga di pangkal ekor. Meskipun dapat mencapai panjang 90 cm, berat Arwana Australia ini hanya mencapai 4 kg saja. Dengan demikian Arwana Australia termasuk jenis Arwana yang paling ramping. Arwana ini memiliki daerah sebaran terbatas di Australia saja dan cukup populer sebagai ikan hias akuarium. Makanannya terdiri dari udang air tawar dan serangga. Arwana Australia juga bersifat Mouth brooder, yang dilakukan oleh induk betina. Kedua jenis Arwana ini tidak masuk dalam daftar merah satwa yang terancam punah oleh IUCN sehingga dapat dipastikan bahwa kedua spesies ini masih memiliki populasi yang banyak. 

 7. Arwana Afrika/African Arowana Heterotis niloticus (Cuvier, 1829) Arwana Afrika merupakan spesies Arwana yang unik. Bentuk tubuhnya lebih mirip Araipama dibandingkan dengan Arwana pada umumnya. Keunikan lainnya adalah makanannya yang hanya berupa plankton. Jenis ini tersebar hampir di semua danau dan sungai besar Afrika. Bentuk tubuh Arwana Afrika tergolong memanjang dengan ukuran pajang hingga 100 cm dan berat 10 kg. Warna sisik didominasi abu-abu, coklat atu perak. Kepala dan sirip ekor cenderung membulat. Mulut simetris tanpa dilengkapi sungut pada rahang bawah. Arwana coklat bernapas dengan mengambil oksigen langsung dari udara melalui permukaan air. Jenis ini juga tahan terhadap musim kemarau yang panjang. Gambar Arwana Afrika dapat dilihat pada Gambar 24 di bawah ini. 

8. Arwana Perak/Silver Arowana Osteoglossum bicirrhosum (Cuvier, 1829) Arwana perak adalah jenis Arwana yang paling populer dari Amerika selatan. Daerah sebaran meliputi Sungai Rupununi, Oyapock, Amazon dan sungai di Guyana. Tubuh Arwana perak umumnya pipih memanjang dengan sisik besar berwarna perak dan sirip punggung, sirip anal dan ekor tampak menyatu di sepanjang sisi tubuh. Bentuk tubuh Arwana ini sepintas mirip dengan ikan layur (Trichiurus savala). Panjang tubuh dapat mencapai 90 m (Gambar 24). Arwana ini merupakan satwa asli sungai Amazon yang terspesialisasi hidup di daerah permukaan. Arwana perak termasuk predator yang sangat mahir melompat keluar dari permukaan air untuk berburu mangsa. Mangsa utamanya terdiri dari udang, serangga, ikan hingga kelelawar, burung dan ular. Arwana Perak juga termasuk ikan yang agresif terhadap Arwana Perak lainnya sehingga tidak boleh disatukan dalam sebuah akuarium. 



Gambar 24. Arwana dari Afrika dan Brazil. Juvenil Arwana Afrika (atas), Arwana Hitam (tengah) dan Arwana Perak (bawah). Status konservasi Arwana Perak belum jelas. Hingga tahun 2004, CITES dan IUCN belum memasukkan jenis Arwana ini sebagai spesies yang terancam punah. Namun laporan beberapa tahun terakhir menunjukkan adanya penurunan populasi satwa ini di habitat aslinya akibat penagkapan yang berlebihan. Di Brazil, Arwana Perak dewasa di tangkap untuk di makan. Sedangkan di Kolumbia, juvenil Arwana Perak ditangkap untuk di jual sebagai ikan hias. 

 9. Arwana Hitam/Black Arowana Osteoglossum ferreirai (Kanazawa, 1966) Arwana hitam mempunyai bentuk tubuh yang hampir sama dengan Arwana Perak. Saat fase juvenil, tubuh arwana hitam didominasi oleh warna gelap ditambah corak kuning yang memanjang dari kepala hingga ekor. Saat panjang tubuh mencapai 15 cm, warna berangsur-angsur berubah menjadi abu abu perak hingga kebiruan dengan garis merah dan kuning di sepanjang sirip dan ekor. Fenomena perubahan warna ini tidak ditemukan pada Arwana Perak. Mangsa utama Arwana hitam meliputi udang, serangga, ikan, kelelawar, burung dan ular. Seekor bayi monyet juga pernah ditemukan dalam perut seekor Arwana hitam yang tertangkap jaring. Kemungkinan bayi monyet ini terjatuh ke dalam sungai saat terlepas dari induknya. Daerah sebaran Arwana hitam meliputi Sungai Negro di Brazil dan Kolumbia serta daerah hulu sungai Essequibo di negara Guyana. 

  10. Arapaima/Pirarucu/Paiche Arapaima gigas (Cuvier, 1829) Arapaima dikenal sebagai salah satu ikan air tawar terbesar di dunia. Panjang dapat mencapai 3 meter dengan bobot hingga 200 kg. Ikan ini memiliki bentuk tubuh memanjang dengan sisik seperti belah ketupat. Warna sisik umumnya abu-abu kehitaman dengan tepi sisik berwarna jingga cerah (Gambar 26). Araipama termasuk predator yang terspesialisasi untuk menunggu mangsa di permukaan air. Mangsa utama terdiri dari udang-udangan dan ikan kecil lainnya. Ikan ini dilengkapi dengan organ labirin yang memungkinkannya untuk hidup di perairan yang dangkal saat musim kemarau dengan suplai oksigen minim. Araipama bernapas dengan mengambil udara dari permukaan air (air breather) dan memiliki kemampuan yang baik untuk meloncat dari permukaan air ke udara saat berburu atau menghindari bahaya. 


Gambar 25. Arapaima yang tertangkap di Brazil Saat ini populasi Araipama di Sungai Amazon Brazil semakin menurun akibat kegiatan penangkapan yang berlebihan. Araipama di tangkap hidup-hidup dengan menggunakan jaring untuk di ekspor ke luar negeri sebagai ikan hias. Sedangkan untuk kebutuhan konsumsi, penangkapan dilakukan dengan menggunakan tombak atau tembak ikan. 


Gambar 26. Sisik Arapaima Saat ini, penangkapan Arapaima untuk kebutuhan komersial telah dilarang oleh pemerintah Brazil. Penangkapan Araipama untuk olahraga dan hobby seperti Gambar 25 di atas, masih diizinkan dengan syarat harus melepaskan kembali ikan yang berhasil ditangkap. Hanya penduduk asli pedalaman yang diizinkan menangkap Araipama untuk di konsumsi, itupun dengan alat tradisional. Di Indonesia, Araipama dapat dilihat di akuarium raksasa Sea World Indonesia di kawasan Ancol Jakarta. Kegiatan memancing Araipama untuk wisata/hobby telah tersedia di beberapa danau di Malaysia dan Thailand. Dari 10 jenis Arwana yang diuraikan di atas, 3 diantaranya termasuk Arwana endemik yang secara alami hanya dapat ditemukan di Indonesia, yaitu: Arwana Emas, Arwana Perak dan Arwana Merah (Super Red). 2 Jenis lainnya, yaitu Arwana hijau dan Arwana Papua, secara alami juga dapat ditemukan di Indonesia. Jenis Arwana lainnya seperti Arwana Silver, Arwana Australia, Arwana hitam, Arwana Afrika dan Araipama berasal dari luar negeri, namun diketahui telah ditangkarkan dan diperjualbelikan di Indonesia.  

Konservasi Arwana Arwana adalah ikan hias termahal dan diakui sebagai salah satu ikan hias terindah di dunia. Ikan purba ini dapat mencapai umur antara 30-90 tahun di alam liar. Ikan ini dikembangbiakkan di tambak khusus. Butuh waktu 8 tahun bagi Arwana Super Red untuk mencapai warna tubuh yang stabil. Bagi masyarakat Asia, Arwana adalah titisan naga yang melambangkan kemakmuran dan keberuntungan. Beberapa spesies Arwana seperti Arwana Super Red termasuk dalam daftar IUCN sebagai satwa yang terancam punah. Demikian pula dengan CITES yang memasukkan Arwana Super Red dalam Appendix I sebagai satwa yang tidak boleh diperjualbelikan kecuali dari hasil penangkaran yang ditunjukkan dengan surat keterangan/sertifikat. Hal inilah yang menyebabkan mengapa harga Arwana menjadi mahal. Populasi Arwana liar di Indonesia hampir dapat dipastikan sudah semakin jarang. Oleh karena itu, upaya pelestarian perlu dilakukan dengan perlindungan habitat, re-stocking populasi, dan penangkaran. Saat ini, Singapura dan Malaysia menjadi pemasok utama Arwana hasil penangkaran ke pasar internasional. 


Gambar 27. Sertifikat Arwana yang menjelaskan asal usul ikan lengkap dengan no ID/mikrochip. Sertifikat ini adalah salah satu contoh yang dikeluarkan oleh pihak penangkar Arwana di Malaysia. Proses Pemasangan microchip dapat dilihat di : http://www.malaysia-arowana.com/microchip.html Referensi Utama : Pouyaud, Laurent., Sudarto, Guy G. Teugels. 2003. The Different Colour Varieties of The Asian Arowana Scleropages formosus (Osteoglossidae) are Distinct Species: Morphologic and Genetic Evidences. Cybium 2003, 27 (4): 287-305.  

Harga Arwana Mahal tidaknya harga seekor Arwana tergantung pada banyak hal, di antaranya: ukuran, pola warna, kesempurnaan bentuk tubuh, keunikan, kelangkaan, prestasi (pernah juara kontes atau tidak), perilaku ikan (interaksi ikan dengan manusia) dan umur. Biaya administrasi seperti sertifikat, microchip dan pengiriman via kapal laut juga menjadi faktor penyebab mahalnya ikan Arwana. Ikan yang sangat unik dan langka seperti juvenil crossback kembar siam (dua kepala 1 badan) dijual dengan harga fantastis Rp 812 juta rupiah. Ini baru harga juvenilnya….. !!! Bagaimana dengan harga ikan dewasa ???. Dari daftar harga di bawah ini, dapat diketahui bahwa harga rata-rata ikan Arwana Super Red masih menjadi yang termahal dengan kisaran 20 -80 juta. Ikan endemik asli Indonesia ini memang diakui oleh hobiis sebagai spesies Arwana yang paling indah. Harga varian Crossback asal Malaysia juga tidak jauh berbeda dengan Super Red. Arwana ini juga memiliki warna dan corak yang indah sehingga sangat wajar jika dijual dengan harga yang tinggi. 


Gambar 28. ITL Arowana/ Sisik Naga


Gambar 29. Twin Arowana


Gambar 30. Albino Arowana

Senin, 08 Agustus 2011

WTT (WHITE TANK TREATHMENT) ARWANA




Proses WTT atau White Tank Treathment merupakan proses pemeliharaan arwana full pencahayaan dengan menggunakan bak fiber berwarna putih. Pada pemeliharaan ini, pencahayaannya dilakukan untuk mempercepat proses Tanning, sehingga sangatlah beralasan karena tanpa tambahan cahaya (dalam keadaan gelap) proses tanning yang terjadi tidak optimal.

Proses WTT ini diberlakukan sejak Anakan Arwana berukuran 3 Inchi (7.5 cm), sehingga faktor eksternal yang mungkin terjadi dapat diminimalisir dan arwana tidak akan mengalami stress sehingga berdampak pada pertumbuhan dan warna dari sisiknya.
Lampu yang bisa digunakan biasanya beragam, mulai dari lampu TL yang biasa digunakan di rumah, atau lampu hemat energi (SL) yang bercahaya lembut.

Untuk tambahan perawatan dapat juga diberikan juga obat atau formula yang berfungsi mengilatkan permukaan sisik arwana sehingga lebih jernih terhadap kesan warna yang diberikan dari dalam.

Selasa, 19 Juli 2011

KEUNIKAN DAN MITOS ARWANA



Arwana memiliki badan yang panjang; sirip dubur terletak jauh di belakang badan. Arwana Asia umumnya memiliki warna keperak-perakan. Arwana juga disebut "Ikan Naga" karena sering dihubung-hubungkan dengan naga dari Mitologi Tionghoa


Arwana Asia adalah spesies asli sungai-sungai di Asia Tenggara khususnya Indonesia. Ada empat varietas warna yang terdapat di lokasi:

* Hijau, ditemukan di Indonesia, Vietnam, Birma, Thailand, dan Malaysia
* Emas dengan ekor merah, ditemukan di Indonesia
* Emas, ditemukan di Malaysia
* Merah, ditemukan di Indonesia

Arwana Asia terdaftar dalam daftar spesies langka yang berstatus "terancam punah" oleh IUCN tahun 2004. Jumlah spesies ini yang menurun dikarenakan seringnya diperdagangkan karena nilainya yang tinggi sebagai ikan akuarium, terutama oleh masyarakat Asia. Pengikut Feng Shui dapat membayar harga yang mahal untuk seekor ikan ini.



A. MITOS AROWANA
Arowana si ikan Naga atau dalam bahasa internationalnya disebut dengan dragon fish adalah ikan yang dikenal dan dipercaya sebagai titsan naga yang dapat membawa keberuntungan bagi orang yang memeliharanya. Mitos ini pertama kali dipercaya oleh orang orang khususnya dari keturunan Tiong Hoa. Namun dengan berkembangnya jaman maka ikan ini bukan saja hanya diminati oleh orang orang dari keturunan etnis Tiong Hoa saja namun sudah disukai oleh semua pecinta ikan hias di dunia. Mengapa primadona ikan arowana

Dapat sebegitu kuatnya? Tidak kita pungkiri bahwa ikan arowana mempunyai suatu energy dengan kharisma yang sangat kuat terutama ketika berenang melenggak lenggok di dalam akuarium. Dapat kita mengerti dikarenakan ikan arowana adalah termasuk ikan purba (Sclheropages Formosus) yang sudah mengalami regenerasi beribu ribu tahun. Bentuk ikan ini memang mirip sekali dengan naga dan oleh karena itu ikan ini dijuluki sebagai ikan naga. Ada suatu mitos yang berkembang pula bahwa ikan arowana dahulunya berasal dari dewi kahyangan yang dikutuk menjadi ikan dan akhirnya beranak pinak sampai saat ini. Ada beberapa nama istlah dari ikan arowana itu sendiri. Seperti di daerah Kalimantan ikan ini dikenal dengan nama Siluk, di daerah Sumatra khususnya di Pakanbaru dikenal dengan nama Peyang atau Kelisa. Di Thailand dikenal dengan nama Pla Thapad atau juga Pla Hangke, di Cina dikenal dengan nama Hung Lung khususnya bagi arowana superred yang diartikan menjadi Naga Merah. Banyak sekali nama yang berkembang di kalangan masyarakat dan hal ini tanpa disadari menjadi sebuah mitos yang dipercaya dikalangan hobiis ikan arowana.

Di kalangan hobiis, setiap jenis arowana konon juga dipercaya mempunyai beberapa kegunaan dan kekuatan yang berbeda beda. Arowana Brasil atau Arowana Silver yang notabene adalah jenis arowana yang termurah juga dipercaya mempunyai kekuatan magis tertentu. Arowana ini sangat baik juga untuk dipelihara karena dipercaya mempunyai kekuatan sebagai tameng atau tolak bala bagi pemiliknya. Kekuatan tolak bala yang cukup besar juga dimilki jenis arowana lainnya yang masih berwarna silver atau kehitaman seperti arowana black silver, pino, banjar, dan juga jardini. Arowana golden atau lebih dikenal saat ini dengan nama Red Tail Gold (RTG) sangat cocok untuk dipelihara di dalam ruangan tengah rumah anda dikarenakan ada mitos yang berkembang bahwa arowana golden mempunyai kekuatan energy positif yang besar untuk membawa ketenangan dalam rumah anda dan membawa perasan tentram bagi pemiliknya. Dan Arowana merah atau Superred Arowana sangat cocok untuk diletakkan di ruang tamu rumah bahkan kantor atau tempat usaha apapun dikarenakan mempunyai energy untuk mendatangkan rejeki dan juga menunjukan kewibawaan dan kekuasaan dari pemiliknya. Sekali lagi hal tersebut adalah hanyalah mitos dikarenakan kalau kita analisa dengan akal sehat sudah pasti mempunyai hobby memelihara arowana adalah suatu hobby yang mempunyai kelas prestise tersendiri mengingat ikannya yang mempunyai tampilan yang cantik dan juga dikarenakan termasuk hewan yang sudah langka dan dilindungi pemerintah, tentu saja hobby ini juga merupakan hobby yang relatif membanggakan bagi orang yang melakukannya.



B. MEMILIH AROWANA UNTUK PEMULA.
Dalam setiap kesempatan banyak sekali orang yang bertanya pada saya bahwa bagi seorang pemula, jenis arowana apa yang harus saya pelihara? Jaawabannya adalah satu hal. Jenis apapun sangat cocok untuk dipelihara khususnya bagi pemula asalkan sebelum kita memelihara ikan arowana yang paling penting adalah kita harus memahami karakteristik ikan arowana tersebut dan mengerti dengan benar caresheet perawatan ikan arowana itu sendiri. Jadi sebaiknya memelihara ikan arowana dari yang paling murah terlebih dahulu yaitu Silver Brasil dikarenakan jika terjadi suatu hal yang tidak diinginkan dalam proses pengenalan karakteristik ikan arowana tersebut tidak akan menimbulkan rasa sakit yang mendalam. Baru setelah kita menguasainya mulai langkah demi langkah kita mengupgrade ikan arowana tersebut sampai akhirnya ke jenis yang paling tinggi yaitu Superred Arowana. Namun satu hal lagi yang menjadi faktor adalah faktor kemampuan kita dalam menjalankan hobby ini. Jangan sampai hobby kita mengganggu dan membawa dampak hal yang negatif dalam kehidupan kita. Jika memang kita ada kemampuan, tidak ada salahnya langsung lompat ke jenis Goldenred Arowana bahkan Superred Arowana. Mengapa? dikarenakan pada dasarnya cara perawatannya sama, waktu yang kita butuhkan untuk membesarkan ikan tersebut sama, dan juga biaya yang kita keluarkan untuk pakannya sama. Dengan kata lainnya pengorbanan yang harus kita keluarkan dalam mempelajari hobby ini untuk jenis arowana apapun adalah sama. Perbedaan yang mencolok adalah khususnya untuk jenis goldenred dan superred disamping kita melihat pertumbuhan ikan arowana tersebut, hal lainnya adalah kita dapat melihat perkembangan warna yang dihasilkan oleh kedua jenis ikan diatas yang dpapt memberikan kepuasan batin bagi pemeliharanya dari waktu ke waktu.



C. PERAWATAN RUTIN AROWANA
A.Perawatan Akuarium
Perawatan akuarium wajib kita lakukan selain untuk menjaga kebersihan dari akuarium itu sendiri dari bibit penyakit juga diperlukan untuk mempertahankan nilai estetika dari akuarium itu sendiri. Berapa kali kita harus membersihkan akuarium kita dalam satu minggu? Sebaiknya seperti yang sudah pernah saya bahas, buatlah jadwal untuk membersihkan akuarium kita minimal satu mingu sekali dan maksimal dua kali dalam satu minggu. Buatlah jadwal rutin misalnya setiap hari Senin dan Kamis, atau tetapkan setiap hari Selasa dan Jumat. Perawatan rutin harus dilakukan dengan benar sehingga kita bisa selalu menjaga kebersihan dari akuarium kita sepanjang waktu. Bagaimana cara membesihkan akarium yang benar? Tahap pertama adalah matikan semua filter dan peralatan akuarium anda. Lalu gosok seluruh kaca akuarium anda sampai bersih dan biarkan kotoran mengendap sementara waktu. Lalu ambil selalng sifon, sedot bagian dasar akuarium anda dan juga sedot semua kotoran yang ada di akuarium anda. Buanglah air sampai batas 1/3 air akuarium anda, lalu nyalakan semua filter dan isi dengan air endapan yang baru. Ada satu cara paling udah untuk mendeteksi kebersihan akuarim kita. Akuarium kita dapat dikatakan bersih jika permukaan air dari akuarium dapat merefleksikan bayangan dari obyek yang berada dalam akuarium itu sendiri.

B. Pola Pemberian Pakan
Pemberian pakan secara rutin dan bervariatif akan membantu menjaga kesehatan ikan arowana kita dan juga memacu pertumbuhan ikan yang sehat. Berikan pakan minimal satu hari sekali dan maksimal dua kali sehari dengan menu yang bervariatif. (Saya akan membahas pemberian pakan arowana secara rinci di kesempatan mendatang). Jangan lupa sisa pakan di akuarium kita juga harus kita perhatikan. Jangan sampai pernah ada sisa pakan yang tidak dimakan atau kita membiarkan sisa remah remah dari pakan di akuarium arowana kita. Pada sat membersihkan akuarium, coba angkat sisa sisa remahan pakan dengan jaring serokan yang biasanya sisa remahan tersebut akan mengambang di permukaan air akuarium kita.

C. Perawatan Filtrasi dan Peralatan Akuarium Lainya
Jika anda mengunakan sistem filter gendong atau top filter untuk akuarium anda, lakukan pembersihan kotak filter berbarengan dengan perawatan akuarium anda. Cuci kotak filter sampai bersih dan ganti media filternya setiap pembersihan akuarium (Dalam hal ini media berupa kapas filter ). Jangan lupa untuk membersihkan power head anda dengan cara dibilas dengan air bersih dan set up kembali minimal dua minggu sekali.

Jika menggunakan filter tabung/canister filter, lakukan pembersihan satu bulan sekali. Cuci semua media yang ada di dalam filter dan anda dapat mengganti media yang ada per tiga sampai enam bulan sekali. Hal ini untuk menjaga kebersihan filter tersebut dari bakteri yang buruk. Perlu diperhatikan bahwa kelemahan dari canister filter adalah penumpukan kotoran di dasar filter tersebut dan jika lama tidak dibersihkan sudah pasti akan menjadi sumber bibit penyakit. Perawatan rutin diatas wajib dijalankan untuk menjaga kesehatan ikan kesayangan kita.

Perawatan akuarium lainya dapat kita lakukan satu bulan sekali meliputi pembersihan heater, atau lampu celup dalam akuarium kita. Biasanya peralatan tersebut akan menjadi berlumut dikarenakan sinar dari lampu UV yang menyala. Cuci semua peralatan dan bilas sampai bersih lalu set up kembali. Jika kita sudah melakukan perawatan rutin diatas dengan benar, maka kita akan sangat menikmati hoby kita dan ikan kita juga akan tampil sehat dan prima.

Facebook Fans Page

Exit Jangan Lupa Like Ya