Translate

IFFC mengundang anda bergabung dan ikut serta dalam pengembangan dari site ini, dalam prosesnya banyak kemungkinan yang bisa terjadi. hal ini tak terlepas dari kunjungan, komentar dan saran dari anda semua yang sangat kami harapkan. dengan kerja keras diharapkan nantinya akan menjadi salah satu site terlengkap yang menghadirkan berbagai artikel, kiat-kiat, saran dan info terkini mengenai frehwater fish.

Saya mengapresiasi kunjungan anda dan sangat menghargai junker yang selalu meninggalkan jejak bukan seorang silent rider yang cuman jadi tukang intip. Hargailah hasil karya blogger dalam pengadaan thread dengan meninggalkan jejak walau hanya beberapa patah kata.

klik sharing --> mempromosikan site
klik fans page --> berlangganan kiriman via FB
klik
join this site --> terkait dengan IFFC

Tampilkan postingan dengan label Discus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Discus. Tampilkan semua postingan

Minggu, 17 Agustus 2014

Cara memilih ikan discus yang baik dipasaran


Discus adalah spesies ikan air tawar asli lembah Sungai Amazon, Amerika Selatan. Discus pertamakali dikenalkan pada tahun 1840 oleh Dr. Heckel dengan nama Symphysodon Discus. Varian Discus aslinya digolongkan ke dalam 3 jenis berdasarkan warna, yaitu Symphysodon aequifasciata aequifasciata (Green Discus), Symphysodon aequifasciata axelrodi (Brown Discus), dan Symphysodon aequifasciata haraldi (the blue variant). Seiring dengan semakin banyaknya orang yang tertarik memelihara Discus, bahkan di beberapa Negara di Asia, budidaya Discus telah menjadi industri besar. Dari situ banyak kegiatan penelitian dan usaha yang dilakukan untuk menghasilkan strains baru dari ikan Discus. Sehingga tak heran jika saat ini tercatat terdapat puluhan strains ikan Discus yang ada di pasaran. Discus sangat populer sebagai ikan akuarium dan kadang disebut sebagai rajanya ikan hias.

Discus yang indah dan memiliki bentuk yang sempurna, berasal dari bibit dan kondisi pertumbuhan yang baik sejak lahir.

Diskus adalah jenis ikan yang hidup secara berkelompok (social fish). Bahkan di alam bebas, aslinya mereka hidup dalam kelompok besar dan merupakan salah satu dari sedikit jenis ikan yang mampu belajar. Oleh karenanya, harus diingat bagi para hobbies untuk membeli ikan diskus dalam jumlah lebih dari satu. Diskus membutuhkan interaksi sosial sesama mereka untuk memunculkan karakter asli ikan diskus.



Tips berikut (tidak berurutan) menjelaskan bagaimana memilih discus yang dalam kondisi baik dan sehat.

1) Perhatikan bentuk tubuhnya secara utuh.
Carilah bentuk yang paling sempurna lengkungnya (mendekati bulat), tidak berbelok sedikitpun. Setiap penyimpangan bentuk harus dijadikan pertimbangan untuk tidak dipilih. Untuk seorang pemula hal ini mungkin sulit. Oleh karenanya, anda harus banyak mencari informasi tentang bentuk Diskus pada usia yang berbeda-beda dari beberapa penjual yang berbeda. Selain itu, anda dapat juga mencari foto-foto Diskus yang menjadi juara pada kontes ikan.

2) Periksa bagian hidung.
Ini harus bulat sekitar hidung dan bagian mulut.

3) Periksa mata.
Ini adalah kriteria yang sangat penting untuk mendapatkan diskus. Anda dapat membandingkan mata ikan-ikan sebelumnya untuk melihat perbedaannya. Proporsi besar mata dan tubuh diskus perlu diperhatikan. Jika mata terlalu besar untuk ukuran tubuhnya, itu pertanda ada masalah pertumbuhan yang kurang baik. Selain itu, pada dasarnya warna mata diskus yang baik adalah merah, namun anda harus berhati-hati karena banyak pedagang yang menambahkan hormon tertentu agar mata diskus tampak merah. Biasanya penambahan hormone ini hanya akan bertahan 2 minggu sampai 1 bulan saja, kemudian warna mata diskus akan kembali seperti aslinya.
Diskus yang pertumbuhannya terhambat, tubuhnya tidak lebih besar dari 4-5 inci. Ciri-cirinya, umumnya memiliki bentuk tubuh oval (bukan bulat). Di sisi lain, perlu diingat bahwa situasi ini tidak ada hubungannya dengan kesuburan ikan. Dengan kata lain, diskus yang terhambat perkembangannya, masih dapat menghasilkan anak. Dan masih bisa mendapatkan anak ikan bayi yang sehat.

4) Semua sirip adalah penting.
Sirip harus tumbuh sempurna di sekeliling bentuk bundar ikan. Sirip atas dan bawah harus tampak seperti bagian dari tubuh (menyatu). Sirip atas dan bawah tidak menutupi ekor atau memliki jarak yang besar sebelum ekor. Selain itu, ekor harus transparan. Setiap warna pada suatu daerah dekat dengan tubuh “umumnya” menunjukkan tanda pengobatan hormon. Selain itu, sirip dubur berwarna merah justru menjadi keistimewaan. Tentu saja harus diingat bahwa beberapa strain genetik mungkin tidak memiliki sirip dubur merah.

5) Jika anda melihat diskus usia di bawah 4 bulan dengan pewarnaan hampir penuh dan pola yang utuh harap berhati-hati.
Karena sebagian besar strain baru menunjukkan warna dan pola setelah sekitar usia 4-6 bulan dan menunjukkan warna dan pola yang utuh saat mencapai usia 12-14 bulan. Jika anda mendapatkan diskus yang masih kecil dengan wana utuh, mungkin itu karena penambahan hormon.
oleh karenanya, kombinasi pewarnaan vs ukuran menjadi penting. Kombinasikan juga ini dengan ukuran mata. Anda dapat menemukan apakah ikan terhambat berkembang atau ada pengaruh hormon. Tentu saja, anda harus mengamati banyak strain yang berbeda untuk dapat membuat pilihan yang tepat. Disarankan bagi anda untuk terlibat di dalam milis dan forum di internet atau majalah, di mana anda dapat melihat gallery foto diskus yang baik.

7) Yang paling penting adalah untuk melihat apakah ikan dalam kondisi baik atau tidak.
Jika wilayah paling tebal adalah wilayah insang & mata dan jika ikan tidak menunjukkan pewarnaan cerah dan terpola, ada kemungkinan terdapat masalah dengan ikan. Mungkin memiliki penyakit HITH (lubang di kepala) atau penyakit lain

8 ) Sirip mungkin tampak seperti dimakan atau tidak mulus.
Ini mungkin karena kondisi air yang buruk dan bukan hal yang penting untuk dipertimbangkan. Jika ikan semakin besar, masalah ini akan hilang dengan sendirinya.

9) Periksa apakah diskus menggunakan insangnya dengan baik atau tidak.
Jika ikan tidak menggunakan salah satu insangnya, ini berarti bahwa ikan memiliki penyakit insang.

10) Perhatikan saat berenang.
Diskus yang sehat, berenang menggunakan semua sirip dalam posisi sirip tegak (berdiri).

11) Diskus pada dasarnya ikan yang pemalu, jadi jika terlihat tidak aktif dan bersembunyi bukan berarti sedang sakit. 
Kadang-kadang kehadiran orang banyak disekitar akuarium membuat diskus malu. Atau pencahayaan yang berlebihan bisa juga membuat stress. Setiap getaran dalam aquarium juga akan membuat stres. (Indofishtrade) - http://ncikfajar-adi.blogspot.com/2012_03_01_archive.html

Minggu, 20 Juli 2014

Ikan Discus

Discus (Symphysodon, spp.) merupakan salah satu dari 3 jenis ikan cichlids yang berasal dari lembah sungai Amazon. Discus adalah sejenis ikan hias akuarium yang sangat populer di beberapa negara Asia, dan sebab itulah Discus dihargai dengan sangat konstan dan semakin hari semakin mahal. Begitu banyak breeder menyilangkan Discus alam dengan berbagai varian sehingga tercipta bentuk-bentuk dan corak-corak unik yang membuat Discus dikenal sebagai Queen of Fish karena keindahannya yang membuat seorang yang tidak mengerti ikan hias pun betah berlama-lama menyaksikan ikan hias yang tergolong tenang dan sangat jinak ini.

Discus tergolong dalam Symphysodon, yang mana kini merangkumi tiga jenis spesies:
1. Discus biasa(Symphysodon aequifasciatus pellegrin) - Blue Discus, 1904.
2. Discus Heckel(Symphysodon discus) - Red Discus/Heckel Discus, 1840.
3. Symphysodon tarzoo - 1959.

>Bagaimanapun, sebuah kajian lanjut yang diterbitkan pada bulan Agustus 2007 mencadangkan bahwa genus dikelaskan dalam spesies:

1. S. aequifasciatus (discus hijau).
2. S. haraldi(discus biasa/biru/perang).
3. S. discus(Discus Heckel).

Berikut beberapa jenis discus yang dapat kita temui :



Gold Diamond
Angel Blue Diamond
Pearl Pigeon
Marlboro Golden
Pearl Pigeon
Red Pigeon
Marlboro
Red Ribbon

Selasa, 18 Februari 2014

Mencari Tankmate Untuk Discus

Discus dapat juga dipelihara bersama ikan-ikan lain yang mempunyai karakter yang sama dengan Discus sendiri, adapun beberapa kriteria dan persyaratan yang perlu diperhatikan sebelum meletakkan mereka dalam tank yang sama adalah sebagai berikut :

1. Discus merupakan ikan yang sangat rentan terhadap penyakit dan kualitas air, sebaiknya selain air yang digunakan sudah diendapkan, suhu serta pH air harus terjaga agar tidak menimbulkan penyakit serta kematian pada Discus. Ikan yang akan dimasukkan sebaiknya dikarantina terlebih dahulu dalam kolam karantina untuk menghindari penyakit bawaan dari toko aquarium atau seller.

2. Hindari tank mate berkarakter cepat dan dominan (Discus merupakan ikan yang sangat lambat dalam menghabiskan pakan meski terlihat agresif dan rakus dalam perebutan pakan, sehingga ikan-ikan berkarakter cepat seperti tiger, rainbow, catfish, dll perlu dihindari sehingga perkembangan discus dapat berjalan dengan baik seiring dengan waktunya.

3. Discus sangat agresif terhadap Discus lain yang ukuran serta karakternya yang kalem, namun sekecil apapun tankmate dari jenis berbeda tidak akan diganggu oleh kawanan Discus sehingga ukuran tank mate tidak terlalu penting dalam hal ini.

4. Hindari mencampur discus dengan ikan berkarakter predator tingkat 1 seperti louhan, chyclids predator, aligator, oscar serta arwana dengan ukuran lebih besar.

5. Hindari penggunaan tank mate yang suka menempel pada apa saja seperti pleco, algae eater, dll

6. Hindari tank mate yang produksi kotorannya banyak seperti pleco, oscar, dll

7. Jumlah dari tank mate usahakan tidak melebihi jumlah Discus dalam satu tank.

8. Hindari tank mate yang suka menggigit ekor atau sirip karena akan mengurangi keindahan discus dalam aquarium seperti kura-kura air tawar, dll.




Senin, 17 Februari 2014

Pakan untuk Discus



Pakan merupakan salah satu hal penting yang harus selalu diperhatikan dalam pemeliharaan discus. Pemberian pakan yang paling baik pada ikan diskus dapat membuahkan diskus yang tumbuh dengan sehat serta bisa berkembang biak. sebaliknya, jika pemberian pakan pada diskus tidak dikerjakan dengan teratur serta serius, maka diskus yang dihasilkan dapat mengecewakan. Di alamnya, diskus adalah pemakan semua. pakan yang dimakan amat beragam, dari larva-larva serangga, beragam type cacing, hingga buah-buahan yang terjatuh dari pohonnya yang menutupi sungai. 
kandungan protein sebagai sumber tenaga pada ikan diskus sebesar 30-45 persen dari keseluruhan pakannya. disamping itu, tubuh diskus memerlukan vit. serta mineral. vit. berperan sebagi katalisator didalam sistem metabolisme tubuh. namun mineral berperan sebagai sistem pembentuk jaringan tubuh serta menjaga keseimbangan osmosis. tetapi, jumlah yang diperlukan relatif kecil. 

Pakan yang ada sekarang ini bisa dibedakan jadi 2 tipe menurut asal-usulnya, yakni pakan alami serta pakan buatan. pakan alami datang dari sumber-sumber alami di sekitar habitat asli ikan, layaknya cacing, larva, serangga sampai tumbuhan air. tetapi, pemberian pakan dengan alami mempunyai sebagian efek pembawa beragam bibit penyakit akibat banyaknya pencemaran lingkungan sekarang ini. namun pakan buatan adalah pencampuran beragam tipe kandungan serta nutrisi yang diperlukan ikan gunakan pengolahan oleh manusia. pada umumnya, pakan buatan memiliki kandungan unsur-unsur tambahan serta obat-obat spesifik layaknya pembangkit warna. 
Beberapa jenis pakan alami :  
1. Infusoria serta rotifera adalah type mikroorganisme yang kerap dipakai pada pakan burayak ikan. berlebihan dari pakan ini adalah amat pas dipakai pada burayak diskus dikarenakan ukurannya yang renik. 

2. Kutu air adalah type udang-udangan yang tetap primitif. berlebihan pakan ini adalah jadi pilihan ke-2 sesudah infusoria yang dipakai sebagai pakan burayak diskus dikarenakan ukurannya yang relative lebih kecil. 


3. Cacing tubifex adalah nama lain dari cacing sutera. berlebihan dari cacing ini mempunyai kandungan yang kaya dapat mineral, lemak serta protein. tetapi, banyak yang menduga cacing ini jadi penyumbang penyakit terbesar pada ikan dikarenakan area pengembang biakannya yang kotor. 


4. Blood worm adalah larva dari lalat chironomus yang alami pembusukan hebat. berlebihan dari pakan ini mempunyai protein yang banyak serta umumnya telah dibekukan ( frozen ) hingga gampang didalam pemakaiannya. 


5. Jentik nyamuk adalah hasil penetasan dari telur yang dihasilkan oleh nyamuk berlebihan dari pakan ini adalah kandungan protein yang tinggi serta bisa dikembangbiakan sendiri melewati budi daya jentik nyamuk. 


 

6. Telur udang adalah telur udang galah serta lobster yang dikembangkan sebagai pakan ikan umumnya dipakai didalam wujud beku. berlebihan dari pakan ini adalah jumlah pigmen yang besar sebagai pembangkit warna alami serta pemacu kesuburan ikan. 



7. Artemia adalah planktonik yang hidup di perairan berkadar garam tinggi. berlebihan dari pakan ini adalah mempunyai kandungan nutrisi yang tinggi, yakni lemak 25% serta protein 50%. disamping itu, artemia dinilai sebagai pakan alami yang steril serta bebas penyakit. tetapi, harga nya relatif lebih mahal dari pada pakan yang lain. 



Beberapa jenis pakan buatan : 
Pakan komersial adalah pakan yang dibikin oleh manusia memakai teknologi terbaru yang mempunyai kandungan nutrisi yang lengkap. umumnya pakan ini dibungkus didalam kemasan spesial serta bisa bertahan didalam kurun waktu yang cukup lama. tetapi, pakan ini dapat bikin diskus memerlukan waktu perkembangan yang lebih lama dari pada umumnya. 
Burger diskus adalah pakan hasil olahan beragam jenis bahan makanan yang selanjutnya jadi pakan dengan komposisi nutrisi yang pas. kandungan pada pakan ini mempunyai banyak protein, mineral, sedikit lemak, sedikit karbohidrat, sedikit serat, serta vit.. 
Sesudah anda mengetahui type pakan yang pas untuk ikan diskus peliharaan anda, ada banyak hal lagi yang perlu anda cermati saat menjaga kesehatan ikan diskus. salah satunya, frekuensi pemberian pakan tiap-tiap hari mesti sesuai dengan nilai frekuensi penggantian air. disamping itu, pemberian pakan yang teratur serta tidak terlalu berlebih.

Selasa, 31 Desember 2013

Diskus Longfin Boomerang


Sekilas dengan melihat penampakannya akan banyak penggemar discus akan bertanya-tanya tentang spesies yang satu ini, namanya cukup panjang discus longfin boomerang. Discus hibrid silangan dari penangkar di Malaysia itu kini sangat ramai diperbincangkan di jagad maniak discus dunia termasuk Indonesia. 

Bukan apa-apa diskus tersebut unik dengan bentuk tubuh mirip boomerang, senjata khas kaum aborigin di Australia dibalik warna putihnya. Penyebutan longfin merujuk kepada kedua ujung sirip punggung yang panjang. Beberapa pehobi mancanegara malah menyebutnya sebagai sharkfin discus lantaran sepintas  lengkung siripnya bak sirip hiu. Kapan kira-kira ya Breeding lokal kita dapat menelurkan sesuatu yang baru seperti yang dilakukan negara tetangga kita ini.


6 Ciri Kelamin Diskus




Kelamin discus sulit dibedakan. Meskipun demikian ada 6 cara yang bisa dilakukan untuk menyimpulkan kelamin diskus tersebut.
1. Diskus jantan selalu berontak bila diserok; diskus betina diam.
2. Dahi diskus jantan lebih lebar; diskus betina lancip.
3. Puncak sirip punggung diskus jantan lancip; diskus betina bulat.
4. Dasi diskus jantan simetri dengan mengecil ke arah ujung; diskus betina tidak simetris dengan ukuran pangkal besar.
5. Bagian atas sirip punggung diskus jantan selalu tampak titik-titik; diskus betina polos.
6. Sirip punggung diskus jantan bila ditarik garis ke arah sirip ekor akan tampak saling menyambung; diskus betina terputus.


Facebook Fans Page

Exit Jangan Lupa Like Ya