Penelusuran

Memuat...

iklan anda

Translate

IFFC mengundang anda bergabung dan ikut serta dalam pengembangan dari site ini, dalam prosesnya banyak kemungkinan yang bisa terjadi. hal ini tak terlepas dari kunjungan, komentar dan saran dari anda semua yang sangat kami harapkan. dengan kerja keras diharapkan nantinya akan menjadi salah satu site terlengkap yang menghadirkan berbagai artikel, kiat-kiat, saran dan info terkini mengenai frehwater fish.

Saya mengapresiasi kunjungan anda dan sangat menghargai junker yang selalu meninggalkan jejak bukan seorang silent rider yang cuman jadi tukang intip. Hargailah hasil karya blogger dalam pengadaan thread dengan meninggalkan jejak walau hanya beberapa patah kata.

klik sharing --> mempromosikan site
klik fans page --> berlangganan kiriman via FB
klik
join this site --> terkait dengan IFFC

Follow by Email

Jumat, 26 Agustus 2011

FIRE EEL (IKAN SILI API)


Fire eel atau biasa disebut sili api,adalah ikan sejenis belut besar yang biasa ditemukan di Kamboja,Indonesia,Laos,Malaysia,Thailand,Vietnam.Di alam liar ikan ini dapat mencapai ukuran yang besar,yaitu dapat mencapai sekitar 1,2 meter.



Namun biasanya di akuarium ukurannya lebih kecil.Panjang maksimum bila di akuarium biasanya sekitar 55 cm.Seperti halnya dengan jenis sili lainnya,sili api memiliki deretan duri-duri kecil pada punggungnya.Bentuk tubuhnya memanjang dan memiliki moncong khas ikan sili.Warna dasarnya adalah coklat atau abu-abu,sedangkan pada perutnya warnanya lebih terang.Tiap individu memiliki pola yang berbeda.Biasanya berupa beberapa garis atau bintik-bintik merah kekuningan pada tubuh.Garis merah ini bervariasi,tergantung pada usia atau kondisi individu.Ikan muda memiliki corak berwarna kuning, yang akan berubah menjadi merah seiring pertambahan usia mereka.


Sili api menghuni lingkungan sungai yang mengalir lambat dan bersedimen halus.Di alam liar sili ini hidup pada area yang cukup luas yang mencakup sebagian besar Asia Tenggara.Mereka adalah penghuni air bagian bawah yang menghabiskan sebagian besar waktu meraka untuk mengubur diri di dasar sungai,seringkali hanya menyisakan moncong mereka yang terlihat di air.Namun mereka adalah predator yang rakus dan berburu mangsa di semua kedalaman.

Ikan muda umumnya dapat beradaptasi dengan baik untuk akuarium komunitas.Sili api yang berukuran sekitar 15 cm dapat dipelihara dalam akuarium berukuran 60 cm dan berkapasitas sekitar 75 liter.Sili api umumnya bersifat pendamai,namun pada ikan yang dewasa memiliki kecenderungan untuk bertarung dengan ikan lain dari spesies yang sama.Sifat mereka yang suka menggali juga terkadang dapat mencerabut tanaman air serta kayu bogwood.Kondisi air yang diperlukan;suhu air 25-27 °C dan pH 6-7,5.Sili api termasuk ikan yang cerdas,mereka dengan cepat belajar mengenali pemiliknya bahkan dapat menerima makanan dari tangan pemiliknya.Ikan ini hanya dapat diberi makanan hidup,seperti tubifex,bloodworm,jentik nyamuk,ikan kecil,serta udang.Pemijahan ikan ini tergolong langka dan sangat sulit.

Minggu, 21 Agustus 2011

IKAN DOKUN

Dokun
Ikan dokun, , dari Bayung Lencir, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan
Ikan dokun, , dari Bayung Lencir,
Musi Banyuasin, Sumatera Selatan
Status konservasi
Aman
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Actinopterygii
Ordo: Cypriniformes
Famili: Cyprinidae
Genus: Puntius
Spesies: P. lateristriga
Nama binomial
Puntius lateristriga
(Valenciennes, 1842)
Ikan dokun alias kapiu, atau yang secara umum dikenal sebagai wader atau seluang, adalah sejenis ikan kecil anggota suku Cyprinidae anak-suku Cyprininae. Dokun diketahui menyebar di wilayah paparan Sunda.
Ikan ini semula dideskripsi sebagai Barbus lateristriga oleh Achille Valenciennes pada tahun 1842, kemudian oleh beberapa ahli lainnya dipindahkan menjadi Barbodes lateristriga, atau Systomus lateristriga. Dikenal sebagai ikan hias yang kerap dipelihara di akuarium, dokun dalam bahasa Inggris disebut dengan nama spanner barb atau t-barb.


Ikan yang bertubuh kecil sampai sedang, panjang tubuh keseluruhan dapat mencapai sekitar 20 cm.Jenis ini ditandai dengan terdapatnya dua pita (gelap) vertikal di pertengahan tubuh bagian depan, dan sebuah garis memanjang /horizontal di bagian belakang. Di atas pangkal sirip dubur terdapat bercak kecil berwarna hitam, yang kadang-kadang samar warnanya. Begitu pula warna hitam di ujung sirip dubur. Pola warna ini bervariasi menurut wilayah sebarannya dan umur ikan.

Jari-jari lemah pada sirip punggung (dorsal) 8 buah, pada sirip dubur (anal) 5 buah, pada sirip perut (ventral) 8 buah, dan pada sirip dada (pectoral) 14-16 buah. Sisik-sisik di muka sirip punggung (predorsal scales) 7-8 buah, sisik-sisik pada gurat sisi (linea lateralis) 22-24 buah, sisik-sisik yang melingkari batang ekor (peduncle/ circumpeduncular scales) 12 buahDi alam, ikan ini menghuni sungai-sungai kecil, terutama yang jernih dan berbatu-batu di dasarnya, dan sering pula didapati di bawah jeram. Ikan dokun memangsa serangga air, cacing, krustasea (udang dan ketam), serta bagian-bagian tumbuhan.

Dokun diketahui menyebar luas di Jawa, Sumatra dan pulau-pulau di sekitarnya (Singkep, Bangka, Belitung), Semenanjung Malaya, dan Thailand. Juga terdapat di Kalimantan.
Ikan dokun merupakan salah satu ikan akuarium yang diperdagangkan secara komersial antar negara. Secara tradisional di Indonesia, ikan ini dikenal sebagai ikan konsumsi (sebagai wader atau seluang) yang penting secara lokal; terutama karena rasanya yang istimewa.

Dokun yang berukuran kecil bersifat toleran dan dapat dipelihara dalam akuarium bersama dengan jenis-jenis ikan yang lain. Setelah besar, lebih dari 6 cm, ikan ini menjadi agresif, sehingga tak dapat dipelihara bersama ikan-ikan yang lebih kecil. Akuarium tempat memelihara dokun sebaiknya diberi dasar berupa pasir halus, dan ditanami dengan beberapa tanaman air

Dokun dapat memijah di akuarium. Untuk itu, pasangan yang siap memijah ditempatkan di dalam akuarium khusus yang dilengkapi dengan tanaman air sebagai tempatnya memijah. Proses memijah dapat berlangsung antara 1–2 jam; dan telur-telur akan mulai menetas satu dua hari kemudian.

Selasa, 09 Agustus 2011

IKAN SIDAT




Ikan Sidat (ordo Anguilliformes) adalah kelompok ikan yang memiliki tubuh berbentuk menyerupai ular. Ikan ini masuk dalam Ordo Anguilliformes, yang terdiri atas 4 subordo, 19 famili, 110 genera, dan 400 spesies. Kebanyakan hidup di laut namun ada pula yang hidup di air tawar. Ikan sidat alias anguilla kalau lebih ditelisik, kepalanya ternyata berbeda.
Bentuknya lebih mirip ikan lele yang ber-sungut, ikan ini memiliki tekstur licin dan berlendir. Ikan sidat tidak terlalu terkenal di Indonesia juga di beberapa belahan dunia lainnya. Namun di negara maju seperti Jepang, China, Korea dan Eropa, ikan ini terkenal dan dikonsumsi sebagai salah satu sumber makanan sehat. Di Indonesia ikan ini dikenal dengan berbagai nama menurut bahasa daerah. Orang Betawi menyebutnya Moa, orang Sulawesi menyebutnya Sogili, orang Sunda menyebutnya Lubang, sementara ada juga yang menyebutnya Massapi. Dalam bahasa Indonesia ikan ini disebut ikan Sidat (anguilla sp).

Ikan sidat betina lebih menyukai perairan esturia, danau dan sungai-sungai besar yang produktif, sedangkan ikan sidat jantan menghuni perairan berarus deras dengan produktifitas perairan yang lebih rendah.  Hal ini menunjukkan bahwa perubahan produktifitas suatu perairan dapat mempengaruhi  distribusi jenis kelamin dan rasio kelamin ikan sidat.  Perubahan produktifitas juga sering dihubungkan dengan perubahan pertumbuhan dan fekunditas pada ikan sidat jantan tumbuh tidak lebih dari 44 cm dan matang gonad setelah berumur 3-10 tahun.




Benih Sidat
Penelitian kedokteran moderen menemukan bahwa kandungan vitamin dan mikronutrien dalam ikan sidat sangat tinggi, di antaranya:

1). vitamin B1, 25 kali lipat susu sapi
2). vitamin B2, 5 kali lipat susu sapi
3). vitamin A, 45 kali lipat susu sapi,
4). kandungan zinc (emas otak) 9 kali lipat susu sapi.

1. Mengandung berbagai asam lemak tak jenuh yang tinggi yang tak ada pada hewan lainnya, sehingga dapat merupakan makanan utama yang memenuhi nafsu makan manusia, tanpa perlu kuatir badan akan menjadi gemuk. Rasa ikan sidat harum dan enak.

2. Disebut sebagai “ginseng air”, fungsinya dalam memperpanjang umur dan melawan kelemahan dan penuaan tak ternilai. Sidat memiliki kandungan nutrisi protein, karbohidrat, serta omega 3 yang tinggi. Sehingga menguatkan fungsi otak dan memperlambat terjadinya kepikunan. Ikan sidat mempunyai kandungan asam lemak Omega 3 tinggi, yakni sekitar 10,9 gram per 100 gram. Omega 3 ini dipercaya mampu meningkatkan fungsi mental, memori, dan konsentrasi manusia. Zat yang banyak terdapat dalam lemak sidat ini juga terbukti mampu mengobati depresi, gejala penyakit kejiwaan atau schizophrenia. Mengkonsumsi ikan sidat dapat mengatur imunitas tubuh manusia, sebagai anti oksidan, menghilankan racun tubuh, serta memperlambat penuaan.

3. Teknologi menemukan bahwa daya hidup ikan sidat yang ajaib bersumber dari tulang sum-sumnya yang besar dan kuat. Penelitian modern menunjukkan bahwa tulang sum-sum ikan sidat mengadung beratus-ratus jenis zat bergizi, gizi dan nilai farmakologinya yang istimewa telah mendapat perhatian yang luas dari para pakar.

4. Sudah banyak terbukti, mengkonsumsi ikan sidat secara teratur dapat mendorong terbentuknya lemak fosfat dan perkembangan otak besar, bermanfaat untuk meningkatkan daya ingat. Juga memperbaiki sikulasi kapiler, mempertahankan tekanan darah normal, mengobati pembuluh darah otak.

5. Banyak orang merasakan manfaat mengkonsumsi ikan sidat untuk penyakit rabun jauh, rabun dekat, glukoma dan penyakit mata kering di sebabkan karena mata terlalu lelah.

6. Minyak Ikan sidat dibuat dari ekstrak sum-sum ikan sidat segar, mengandung tiga jenis nutrient penting yaitu: asam lemak omega 3 (DHA & EPA) Phospholipids dan antioksidan Vitamin E.

Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Actinopterygii
Ordo: Anguilliformes
Subordo
Anguilloidei
Nemichthyoidei
Congroidei
Synaphobranchoidei


Dari jumlah 19 spesies yang ada, diwilayah Pasifik Barat (sekitar perairan Indonesia) dikenal ada 7 spesies ikan sidat yaitu : Anguilla celebensis dan Anguilla borneensis, yang merupakan jenis endemik di perairan sekitar pulau Kalimantan dan Sulawesi. Anguilla interioris dan Anguilla obscura yang berada di perairan sebelah utara Pulau Papua. Anguilla bicolor pasifica yang dijumpai di perairan Indonesia bagian utara (Samudra Pasifik). Anguilla bicolor pasifica yang berada di sekitar Samudra Hindia (di sebelah barat Pulau Sumatra dan selatan Pulau Jawa). Sedangkan Anguilla marmorata merupakan jenis yang memiliki sebaran sangat luas di seluruh perairan tropis.

Memakan ikan sidat atau dikenal dengan Unagi, bukanlah makanan biasa. Tetapi termasuk makanan termahal di resetoran Jepang sehingga bila kita dijamu dengan hidangan makanan tersebut, menunjukkan kita sebagai tamu terhormat. Unagi merupakan suguhan makanan bagi pertemuan pembisnis besar dan terkenal atau tokoh-tokoh penting.

Senin, 08 Agustus 2011

WTT (WHITE TANK TREATHMENT) ARWANA




Proses WTT atau White Tank Treathment merupakan proses pemeliharaan arwana full pencahayaan dengan menggunakan bak fiber berwarna putih. Pada pemeliharaan ini, pencahayaannya dilakukan untuk mempercepat proses Tanning, sehingga sangatlah beralasan karena tanpa tambahan cahaya (dalam keadaan gelap) proses tanning yang terjadi tidak optimal.

Proses WTT ini diberlakukan sejak Anakan Arwana berukuran 3 Inchi (7.5 cm), sehingga faktor eksternal yang mungkin terjadi dapat diminimalisir dan arwana tidak akan mengalami stress sehingga berdampak pada pertumbuhan dan warna dari sisiknya.
Lampu yang bisa digunakan biasanya beragam, mulai dari lampu TL yang biasa digunakan di rumah, atau lampu hemat energi (SL) yang bercahaya lembut.

Untuk tambahan perawatan dapat juga diberikan juga obat atau formula yang berfungsi mengilatkan permukaan sisik arwana sehingga lebih jernih terhadap kesan warna yang diberikan dari dalam.

Senin, 01 Agustus 2011

BLACK SKIRT TETRA




Tetra Hitam (Gymnocorymbus ternetzi) juga dikenali sebagai tetra skirt hitam adalah sejenis spesies ikan air tawar dari keluarga characin (keluarga Characidae) (yang mana termasuk kesemua tetra, termasuk piranha), dari order Characiformes. Tetra berasal dari lembangan Sungai Paraguay dan Guapore di selatan Brazil, Argentina, dan Bolivia.
Tetra Hitam bisa mencapai ukuran maksimal kira-kira 6 cm (2.5 in) panjang. Badannya berbentuk tetragonal dan berwarna keabu-keabuan, memudar dibahagian mulut dan hampir berwarna hitam-kehitaman di ekornya. Dua garis vertikal yang berwarna hitam jelas kelihatan di sisi badannya. black skirt tetra merupakan ikan yang hidup berkelompok, dan sekurang-kurangnya 6 ekor dalam satu kelompok.

Black skirt tetra juga disebut dengan blackamoor, Black Tetra, black phantom tetra, black skirt, black widow, butterfly tetra, atau petticoat tetra. namun kadang juga disebut dengan sebutan black neon tetra.

Black Skirt Tetra, Black Widow Tetra
Scientific classification
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Actinopterygii
Order: Characiformes
Family: Characidae
Genus: Gymnocorymbus
Species: G. ternetzi
Binomial name
Gymnocorymbus ternetzi
(Boulenger, 1895)

Share This Site to your Facebook

Google+ Badge

Facebook Fans Page

Exit Jangan Lupa Like Ya