Translate

IFFC mengundang anda bergabung dan ikut serta dalam pengembangan dari site ini, dalam prosesnya banyak kemungkinan yang bisa terjadi. hal ini tak terlepas dari kunjungan, komentar dan saran dari anda semua yang sangat kami harapkan. dengan kerja keras diharapkan nantinya akan menjadi salah satu site terlengkap yang menghadirkan berbagai artikel, kiat-kiat, saran dan info terkini mengenai frehwater fish.

Saya mengapresiasi kunjungan anda dan sangat menghargai junker yang selalu meninggalkan jejak bukan seorang silent rider yang cuman jadi tukang intip. Hargailah hasil karya blogger dalam pengadaan thread dengan meninggalkan jejak walau hanya beberapa patah kata.

klik sharing --> mempromosikan site
klik fans page --> berlangganan kiriman via FB
klik
join this site --> terkait dengan IFFC

Minggu, 25 Desember 2011

GOONCH CATFISH

Lele Mutan Pemangsa Manusia.
Sejak tahun 1998 hingga 2007, sudah tiga orang lenyap dan tenggelam secara mendadak di Great River, sungai yang melintang di perbatasan antara Nepal dan India utara. Kasus-kasus itu memicu Jeremy Wade, seorang ahli biolog asal Inggris untuk mengamati apa yang ada di dalam sungai tersebut. Pasalnya, serangan hanya terjadi di kawasan tertentu, sepanjang sekitar 6 sampai 8 kilometer. Kawasan itu, menurut keterangan penduduk, merupakan kawasan di mana mereka biasa melarungkan jasad saudara-saudara mereka yang telah meninggal setelah dibakar. Setelah meneliti menggunakan alat pengukur kedalaman, ia memastikan tidak ada lubang ditemukan, artinya serangan tidak diakibatkan oleh turbulensi yang terjadi di air. Benar saja, tak lama setelah itu, dari jarak sekitar 1 kilometer dari serangan terakhir, seekor kerbau yang sedang minum di sungai yang hanya memiliki kedalaman 1 meter diserang dan diseret oleh sesuatu dari dalam air.
Dalam penelitian bawah air, Wade menemukan goonch catfish, serupa ikan lele yang memiliki panjang satu meter. Namun ikan itu gagal ditangkap. Penelitian lebih lanjut, diketahui bahwa terdapat beberapa kelompok goonch dan enam di antaranya berukuran sebesar manusia.
Setelah gagal menangkap ikan itu dengan alat pemancing, Wade coba memancing pemunculan ikan itu menggunakan seonggok kayu bakar dan disusun seolah-olah merupakan bekas kremasi jasad orang meninggal. Ternyata sukses.
Seekor goonch catfish berukuran panjang 1,8 meter dan berbobot 75,5 kilogram, atau 3 kali lebih berat dibanding goonch lainnya berhasil ditangkap. Ikan ini diperkirakan cukup besar dan kuat untuk memakan seorang anak kecil, namun tak cukup besar untuk menyeret dan menyantap seekor kerbau.
Dari keterangan penduduk, Wade menyimpulkan bahwa “ikan lele” atau goonch catfish itu telah bermutasi menjadi berselera terhadap daging manusia. Ikan juga tumbuh menjadi raksasa setelah terus mengonsumsi daging setengah matang sisa-sisa jasad manusia yang dilarungkan dan tenggelam di dasar sungai.

Senin, 19 Desember 2011

HIU GERGAJI


Hiu gergaji biasa dikenal dengan nama Sawfish, atau ada juga yang menyebutnya dengan nama Shark Carpenter. Penamaan tersebut berdasarkan ciri fisik dari ikan ini yang memiliki moncong
seperti gergaji. Beberapa spesies dari ikan ini dapat tumbuh hingga mencapai 7 meter. Dalam Ilmu Pengklasifikasian, hiu gergaji ini termasuk ke dalam family Pristidae.

Ikan Hiu gergaji ini memiliki beberapa spesies diantaranya ; Anoxypristis cuspidata (Knifetooth sawfish), Pristis clavata (Dwarf sawfish), Pristis microdon (Leichhardt’s sawfish), Pristis pectinata (Smalltooth sawfish), Pristis perotteti (Large-tooth sawfish), Pristis pristis (Common sawfish) dan Pristis zijsron (Longcomb sawfish). Dari semua jenis ikan hiu gergaji yang ada, hanya jenis Pristis clavata (Dwarf sawfish) yang tidak memiliki bentuk yang panjang. Ikan
jenis ini hanya bisa mencapai 1.4 meter saja.

Dalam pembahasan kali ini kita hanya akan mengkhususkan pada ikan hiu gergaji jenis Pristis microdon (Leichhardt’s sawfish). Di Indonesia, ikan ini dapat ditemukan di Danau Sentani, Papua. Deskripsi Penampilan ikan ini memang mengerikan terutama jika melihat moncongnya yang menyerupai gergaji dan tubuhnya yang lumayan besar. Makanan ikan ini hanya ikan-ikan yang berukuran sedang atau berbadan lebih kecil dan beberapa jenis krustasea. Dalam berburu mangsanya, ikan ini lebih mengandalkan penciumannya yang tajam dibanding dengan menggunakan mata. Gigi-gigi gergajinya berjumlah antara 14-22 di setiap sisinya.

Selain digunakan sebagai alat bantu mencari makan, gigi-
gigi gergajinya juga digunakan sebagai alat perlindungan dari serangan musuh-musuhnya. Ikan hiu gergaji jenis Pristis microdon (Leichhardt’s sawfish) memiliki kecepatan berenang di atas rata-rata dibanding dengan ikan hiu gergaji sejenisnya, karena memiliki tubuh yang lebih
ramping sehingga dapat dengan mudah bergerak dan mengejar mangsanya. Tubuh hiu jenis ini berwarna hitam keabu-abuan. Bagian bawah tubuhnya berwarna lebih pucat atau keputih-putihan. Warna tubuhnya cukup beragam, tergantung di mana habitat mereka. Distribusi dan Habitat selain bisa ditemukan di Danau Sentani, Papua ikan juga menyebar di Australia, India, Papua Nugini, Afrika Selatan dan Thailand.

Ikan hiu gergaji ini tergolong penghuni air tawar dan menyukai daerah tropis. Biasanya mereka hidup di danau-danau besar, sungai besar atau rawa-rawa tertentu. Di Indonesia ikan hiu gergaji terdapat di Sungai Digul, Sungai Mahakam (Kalimantan), Sungai Siak dan Sungai Sepih. Perlindungan Ikan ini mulai sulit dijumpai karena itu ia masuk dalam daftar merah IUCN, yakni daftar spesies yang di lindungi karena sudah terancam punah. Populasi ikan ini makin berkurang akibat semakin kecilnya habitat hidup mereka seiring makin bertambahnya populasi manusia. Di samping itu, mereka kerap diburu oleh para kolektor ikan secara tidak bertanggung jawab. Bahkan penduduk setempat masih sering menangkapnya karena dianggap sebagai predator ikan-ikan lain.

Rabu, 14 Desember 2011

23 SPECIES OF FAMILY ANGUILLIDAE (FRESHWATER EELS)






 1. Anguilla anguilla (European eel).
  • Distribution : Atlantic Ocean.
  • Max. Length (cm) : 133 TL.

 2. Anguilla australis australis (Short-finned eel).
  • Distribution : Southwest Pacific.
  • Max. Length (cm) : 130 TL.

 3. Anguilla australis schmidtii (-).
  • Distribution : Oceania.
  • Max. Length (cm) : -.

 4. Anguilla bengalensis bengalensis (Indian mottled eel).
  • Distribution : Asia.
  • Max. Length (cm) : 200 TL.

5. Anguilla bengalensis labiata (African mottled eel).
  • Distribution : Africa.
  • Max. Length (cm) : 175 TL.

 6. Anguilla bicolor bicolor (Indonesian shortfin eel).
  • Distribution : Indo-Pacific.
  • Max. Length (cm) : 120 TL.

 7. Anguilla bicolor pacifica (Indian short-finned eel).
  • Distribution : Indo-Pacific..
  • Max. Length (cm) : 123 TL.

 8. Anguilla breviceps (-).
  • Distribution : Asia.
  • Max. Length (cm) : -.


 9. Anguilla celebesensis (Celebes longfin eel).
  • Distribution : Western Pacific.
  • Max. Length (cm) : 150 TL.


10. Anguilla dieffenbachii (New Zealand longfin eel).
  • Distribution : Southwest Pacific.
  • Max. Length (cm) : 185 TL.

11. Anguilla interioris (Highlands long-finned eel).
  • Distribution : Oceania.
  • Max. Length (cm) : 80 TL.

12. Anguilla japonica (Japanese eel).
  • Distribution : Asia.
  • Max. Length (cm) : 150 TL.

13. Anguilla luzonensis (-).
  • Distribution : Philippines.
  • Max. Length (cm) : 100 TL.

14. Anguilla malgumora (Indonesian longfinned eel ).
  • Distribution : Asia.
  • Max. Length (cm) : 80 TL.

15. Anguilla marmorata (Giant mottled eel).
  • Distribution : Indo-Pacific.
  • Max. Length (cm) : 200 TL.


16. Anguilla megastoma (Polynesian longfinned eel).
  • Distribution : Pacific Ocean.
  • Max. Length (cm) : 165 SL.


17. Anguilla mossambica (African longfin eel).
  • Distribution : Western Indian Ocean.
  • Max. Length (cm) : 150 TL.

18. Anguilla nebulosa (Mottled eel).

  • Distribution : Indian Ocean.
  • Max. Length (cm) : 121 TL.
19. Anguilla nigricans (-).
  • Distribution : Asia.
  • Max. Length (cm) : 52 SL.
20. Anguilla obscura (Pacific shortfinned eel).
  • Distribution : Pacific Ocean.
  • Max. Length (cm) : 110 TL.
 
21. Anguilla reinhardtii (Speckled longfin eel).
  • Distribution : Asia and Oceania.
  • Max. Length (cm) : 165 TL.

22. Anguilla rostrata (American eel).
  • Distribution : Northwest to western Cent.
  • Max. Length (cm) : 152 TL.

23. Neoanguilla nepalensis (-).
  • Distribution : Asia.
  • Max. Length (cm) : 3.3 TL.



Selasa, 13 Desember 2011

IKAN BELIDA


Notopterus chitala H.B. Ikan belida/lopis merupakan jenis ikan sungai yang tergolong dalam suku Notopteridae (ikan berpunggung pisau). Ikan ini lebih populer dengan nama ikan belida /belido , yang diambil dari nama salah satu sungai di Sumatera Selatan yang menjadi habitatnya. Orang Banjar menyebutnya ikan pipih . Jenis ini dapat ditemui di Sumatra, Kalimantan , Jawa , dan Semenanjung Malaya , meskipun sekarang sudah sulit ditangkap karena rusaknya mutu sungai dan penangkapan. Ikan ini merupakan bahan baku untuk sejenis kerupuk khas dari Palembang yang dikenal sebagai kemplang. Dulu lopis juga dipakai untuk pembuatan pempek namun sekarang diganti dengan tenggiri. Tampilannya yang unik juga membuatnya dipelihara di akuarium sebagai ikan hias. Karena berpotensi ekonomi dan terancam punah, lembaga penelitian berusaha menyusun teknologi budidayanya. Hingga 2005, Balai Budidaya Air Tawar Mandiangin, di Kalimantan Selatan telah mencoba membudidayakan, menangkarkan serta memperbanyak benih ikan belida.

Kamis, 08 Desember 2011

RAINBOW SHARK / RED FIN SHARK

Red-finned Shark (Ephalzeorhynchus frenatus) merupakan ikan dasar yang berasal dari Sungai Mekong, Thailand. Ikan yang bersifat omnivora ini sangat cantik dengan warna tubuh cokelat hitam atau putih albino dan sirip-siripnya merah terang. Ukuran tubuh maksimalsekitar 12 cm.

Ikan redfin atau yang nama dagangnya adalah red fin shark adalah ikan asli vietnam yang ditmukan di sekitar sungai Mekhong. Ikan ini bersifat omnivor dan sangat menarik dengan warna tubuh coklat agak keabuan ada juga yang albino dengan warna sirip yang merah terang.

Di habitat aslinya ikan ini dapat mencapai panjang 12 cm dan sangat suka memakan lumut, sehingg akan tampak senang memakan lumut di dinding akuarium sehingga akuarium akan tampak bersih. Ikan ini bersifat pemalu sehingga akan keluar mencari makan pada malam hari.

Rainbow shark, red-finned shark, ruby shark
Scientific classification
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Actinopterygii
Order: Cypriniformes
Family: Cyprinidae
Genus: Epalzeorhynchos
Species: E. frenatum
Binomial name
Epalzeorhynchos frenatum
(Fowler, 1934)
Synonyms
  • Labeo frenatus
  • Epalzeorhynchus frenatus
  • Epalzeorhynchos frenatus
  • Labeo munensis
  • Labeo erythrurus
  • Epalzeorhynchos munense


Senin, 05 Desember 2011

LEOPOLDY (POLKA DOT STRINGRAY)


Polka Dot Stingray (Potamotrygon leopoldi) adalah jenis ikan pari air tawar yang berasal dari sungai Xingu, Brazil. Polka dot stingray mempunyai nama lain seperti Black devil stingray, Yellow-spotted black amazon stingray dan Xingu river ray.

Habitat ikan ini adalah sungai berarus lambat dengan pasir pada dasarnya yang mempunyai suhu 20 – 290C dan pH 6 – 7,5. Polka dot stingray berwarna hitam pada keseluruhan tubuhnya kecuali bagian bawah tubuh yang berwarna cerah. Selain itu, ikan ini mempunyai banyak pola lingkaran berwarna putih kekuningan di bagian atas tubuhnya. Polka dot stingray banyak menghabiskan waktunya di dasar perairan dan sesekali ke permukaan air untuk mencari makanan. Perawatan ikan ini di aquarium membutuhkan tangki yang cukup besar dengan setting dasar pasir, sedangkan untuk menjaga kesehatannya perlu dilakukan filtrasi atau pergantian air sesering mungkin. 

Polka dot stingray dewasa dapat mencapai panjang tubuh 40 – 60 cm. Ikan ini bersifat karnivora dengan memakan ikan kecil, invertebrata air seperti cacing dan crustacea. Polka dot stingray bersifat aktif dengan laju metabolisme yang tinggi sehingga membutuhkan setidaknya dua kali makan sehari. Seperti umumnya ikan pari, 

Polka dot stingray sangat mudah dibedakan jenis kelaminnya, Jantan mempunyai sepasang alat kelamin yang disebut “claspers” pada pangkal ekornya yang digunakan untuk menginseminasi betina saat reproduksi. Polka dot stingray bereproduksi dengan cara matrotrophic viviparity. Ikan muda akan berkembang di dalam tubuh betina dan akan lahir dengan bentuk yang sempurna. Anakan ikan akan lahir dengan membawa kuning telur yang digunakan sebagai asupan nutrisi untuk selama beberapa minggu. Catatan: Ikan ini berbahaya karena mempunyai sengatan yang sangat fatal.
TAKSONOMI
Kingdom
Animalia
Phylum
Chordata
Class
Actinopterygii
Order
Rajiformes
Family
Potamotrygonidae 
genus
Potamotrygon
Species
Potamotrygon leopoldi

Facebook Fans Page

Exit Jangan Lupa Like Ya